Oleh: Kyan | 12/11/2005

[Anna Nurwahidah] Semua Menjadi Semula

Sabtu, 12 November 2005

[Anna Nurwahidah] Semua Menjadi Semula

**

Hari gini tak punya handphone, ketinggalan banget. Yeah biarin. Karena uangku lebih banyak kugunakan buat hal yang lebih bermanfaat, seperti membeli buku. Uangnya harus menambah per bulannya biar mampu membeli buku dah handphone.

Sudah setahun tepat aku hidup tanpa handphone. Tapi hidupku sekarang baik-baik saja. Aku bahagia dengan hidupku saat ini. Aku harus selalu menggunakan kata-kata positif dalam berbicara untuk mental blocking.

Aku harus kembali ke kebiasaan semula, karena waktu kuliah telah tiba setelah libur lebaran selama dua minggu. Aku harus berangkat kuliah, bertemu teman-teman, belajar, dan mengerjakan tugas yang seabreg. Tidak lupa juga memikirkan OPM yang sebentar lagi diagendakan.

Aku berucap syukur alhamdulillah kulitku sedikit putih lagi. Setelah setahun lagi di Bandung sekembalinya dari Batam. Tinggal di Batam membuat kulitku hitam dan semakin kurus saja. Kalau buat mencari duit, Batam memang tempatnya. Dengan teman-temanku di Batam hubunganku jangan terputus. Untuk suatu saat nanti membuat jaringan bisnis.

Suatu saat aku bisa meminta informasi lowongan kerja kalau sudah lulus kuliah. Mudah-mudahan bisa mendapat kerja di Bandung. Tapi kalau tidak mungkin terpaksa kembali ke Batam. Tapi aku ingin hidup di Bandung. Tapi juga aku harus ingat pada Firman Allah, bahwa bertebaranlah kalian di muka bumi, karena bumi Allah itu luas. Jadi bingung tapi kangen dengan gemerlapnya kota Batam yang metropolis.

*

Jum’atan memakai sarung baru pemberian kakak Iparku di Garut. Dipadukan dengan baju koko warna hijau. Sekarang sarung warna ungu juga. Aku jadi suka warna hijau karena hijau adalah warna alam, warna tumbuh-tumbuhan, warna di surga.

Dihitung-hitung sarungku punya  lima helai. Kalau baju kok cuma ada tiga. Aku ingin membeli kemeja hitam dan kaos hitam, juga jas hitam. Sering aku melihat orang memakai pakaian serba hitam sungguh antik terlihatnya.

Akh, ini cuma keinginan. Tapi ingin juga karena sudah beberapa tahun aku gak membeli pakaian. Selama ini kalau kupunya uang selalu saja buat membeli buku. Ilmu itu lebih penting. Tapi penampilan juga penting. Prioritas yang harus diutamakan.

Sebelum Jum’atan aku mengerjakan soal Matematika, selesai juga akhirnya. Tinggal memindahkan ke kertas folio. Setelah Jum’atan baru mengerjakan laporan zakat. Pendahuluannya sampai lima lembar. Isinya juga mesti lima lembar, biar seimbang.

Setelah salat Maghrib aku beranikan diri meminta data zakat pada panitia masjid. Ternyata yang memegang datanya sedang pulang kampung dan mau balik lagi paling Minggu. Aku harus sabar menunggunya dan yang penting sekarang aku sudah merobohkan maluku meminta data pada mereka.

Sekarang kerjakan selagi ada yang bisa dikerjakan. Sudah lumayan bisa lima lembar. Meskipun baru pendahuluan dari keseluruhan menyusun laporan. Segala sesuatu harus tenang dan kalem. Aku belum membaca bahan-bahan kuliah Asuransi. Aku harus mengkajinya dengan baik.

Dian ditunggu-tunggu supaya mengembalikan buku, gak datang juga. Mungkin dia sibuk mengerjakan tugas. Aku gak boleh marah pada siapapun. Aku harus jadi pribadi yang tenang dan tawadhu. Tidak gurung gusuh, cepat emosi, marah, dan tegang. Indahnya jadi pribadi tenang dan tawadhu.

Lalu masuk ke kosanku Teh Erna dan suaminya silaturahim dan mau meminta bantuan mengetik skripsi. Meskipun aku ada tugas Zakat semoga aku bisa membagi waktu. Dia mesti mengumpulkan kamis, sementara aku hari Rabu. Katanya sampai limapuluh lembar. Wah gila.

*

Tapi alhamdulillah, tugas Zakat tinggal disempurnakan. Kalau datanya sudah lengkap pasti hari ini bisa kelar dikerjakan. Sekarang konsentrasi menghadapi ujian matakuliah Asuransi dan Manajemen Keuangan Syariah. Sampai sekarang aku belum membaca sedikit pun buat persiapan ujian.

Tadi malam tidur jam duabelas malam. Berapa malam ini aku tidur larut malam terus. Efeknya aku bangun kesiangan terus. Susah sekali aku bangun untuk salat Tahajud dan subuh berjamaah di masjid. Apakah usahaku belum maksimal. Memang sih siang hari aku gak tidur dan malam hari gak segera tidur.

Menurut Umar ibn Khathab lebih baik bangun ketika mau ikomah karena malamnya bekerja untuk keluarganya. Belajar adalah kewajiban sedangkan salat Tahajud adalah sunnah. Selain pekerjaan wajib, yang sunnah harus dikerjakan pula. Karena kata penceramah bahwa Allah melihat tanda kesalihan seseorang bergantung amalan sunnahnya. Benarkah?

Setelah liburan lebaran, mulai hari ini kosanku mulai kedatangan lagi tamu. Pertama adalah sesama penunggu asrama, kedua adalah Diah. Dia yang kemarin kukunjungi bersama Dian. Lalu sorenya Iis Istikomah datang pula silaturahim. Diah banyak cerita tentang kehidupannya di pesantren al-Mawaddah. Salah satu teman dekatnya bernama Anna Nurwahidah yang sekarang kuliah di mesir dan Yepi yang sekarang katanya mau jadi artis. Aku melihat fotonya, dia cantik sekali. Dia anak Padang.

Ia juga bercerita ada temannya yang ingin berjodoh orang Bandung. Katanya dia anak semata wayang, kaya dan cantik sudah pasti. Sipit seperti orang Cina. Sekarang dia kuliah di Jawa Timur. Aku lupa lagi namanya. Wah, bisa tuh masuk kriteria yang kucari.

Aku jadi penasaran. Tapi apakah karena tertarik pada kekayaanya saja atau agamanya. Mesti ditanyakan lagi padanya siapakah namanya. Aku tak punya handphone sih, jadi susah buat komunikasi.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori