Oleh: Kyan | 22/11/2005

Dalam Keriuhan Kosan dan Menghadapi Ujian

Selasa, 22 November 2005

 Dalam Keriuhan Kosan dan Menghadapi Ujian

**

Besok aku menghadapi UTS matakuliah Asuransi. Malah hari ini sibuk kesana kemari mengurusi OPM. Beruntung UTS Matematika pun tak jadi. Jadi persiapan lebih fokus pada Asuransi. Kami mesti membawa Alquran lagi. Aku belum mendapat nilai plus dari Asuransi. Karena waktu kemarin ada kesempatan persentasi ke depan aku belum berani. Tidak tahu kenapa untuk ngomong saja aku tak berani.

Malam tadi yang menginap di kosanku adalah Dian dan Sanni. Aku tidur jam duabelas larut. Kenapa sih aku selalu saja tidur larut. Inginnya segera tidur dan bangun sebelum Subuh. Tadi malam bangun jam empat tapi tertidur lagi. Dasar syaitan penggoda.

Saat pagi kami bertiga makan bubur. Tak lama kemudian Diah datang, lalu Nisa dan Runi datang juga. Selanjutnya Echa dan Robbi datang. Aku bersyukur semoga kosanku berkah dan bisa menambah kebaikan bagi semua  orang. Kosanku bisa mengingatkan pada Allah.

Sore harinya datang Uly dan Siti Nuraeni mau membicarakn acara OPM. Ketika aku dan mereka rapat di kosan, datanglah Ajat dan Nurul. Mereka sama-sama anak jurusan Tasawuf dan sepertinya mereka ada suatu hubungan. Ajat baru pertama kali datang ke kosanku. Aku banyak belajar padanya tentang tasawuf. Pemahaman tentang sufi, dia lebih tahu karena dia bidang kajiannya.

Tidak ada yang kutunggu-tunggu lagi siapa yang datang. Karena kosanku muatannya sudah penuh. Aku sudah janji mau belajar Matematika bareng Uly. Dia baru melihat suasana kamarku setelah Ramadhan. Aku ingin selalu merubah suasana kosanku supaya tidak jenuh.

Pengalaman aktif di organisasi memang beginilah. Ingin marah, pendapat kita ditolak seperti direndahkan, konflik pertentangan, persaingan, menyinggung perasaan orang lain, dan berbagai macam persengkataan kecil. Kalau saling beradu argumen malah membikin panjang masalah.

Lebih baik aku diam saja. Memang lebih baik banyak diam. Daripada omonganku malah membikin kesel orang. Namun secara tak sengaja ada saja yang keluar dari mulut dan tindakanku yang bikin kesel orang. Begitulah interaksi pasti akan ada gesekan-gesekkan yang tidak diharapkan. Aku mengalami dalam setiap  kegiatan selalau saja ada pertentangan dan membikin aku marah tak karuan.

Setelah Duhur aku dan Dian baru berangkat mau menyebarkan proposal. Di jalan malah kehujanan. Karena hujannya lebat, terpaksa kami berteduh sambil melihat-lihat tempat buat spanduk yang pernah aku pesan juga di sana. Ketemu juga akhirnya Surapati Production tempat kami memesan spanduk. Selesai transaksi sudah jam empat. Terlalu sore jika ke Mizan. Di jalan suci hujan sedangan di Cibiru tak hujan. Untung cucianku gak kehujanan, ada yang mengangkat. Sampai lagi di kosan jam empat.

Persiapan OPM memang sangat menyita waktu. Waktuku sampai tidak sempat untuk menulis. Terasa sangat melelahkan sekali. Seminggu ini dalam persiapan untuk hal-hal kecil pun harus dikerjakan olehku dan temen-teman. Setelah OPM dilaksanakan memang semuanya bekerja satu team. Permasalahannya ada pekerjaan untuk hari H dan pra H. Untuk pemegang jabatan SC, pengurasan otak dilakukan sebelum hari H. Ketika hari H tinggal mengontrol teknis pelaksanaannya.

Namun tetap harus bekerja selagi ada yang bisa dikerjakan. Ikut membantu-bantu dalam hal-hal teknis dan kecil, sehingga aku cape sendiri. Dipikir-pikir semuanya bekerja selama ini, aku merasa yang paling cape. Ternyata anggapanku salah menilai temen-temenku yang dianggap tak bekerja. Padahal semuanya bekerja dalam porsinya masing-masing. Maafkan aku teman-temen karena sudah menganggap kalian tidak bekerja.

Ketika hari H, aku bingung mengerjakan apa. Untuk acara sudah ada seksi acara, keamanan sudah ada. Pekerjaanku tinggal mengontrol saja. Mungkin ingin dilihat orang bahwa aku sudah bekerja dan ingin dikenal baik oleh adik-adik kelas.

Tapi aku sadar buat apa mencari popularitas. Malah bikin  riya dan ujub, sehingga tak mendapatkan pahala bekerja. Lebih baik hanya Allah yang mengetahui pekerjaanku. Nanti Allah juga akan membukakan pada makhuk lain bahwa aku telah bekerja dengan optimal. Tidak usah ingin populer. Biarlah Allah yang akan mempopulerkannya. Kita harus tawadhu dan tidak perlu mencari popularitas.

Kuliah hari  ini Matematika tentan bunga. Dosen memberi kami PR mandiri dan kelompok. Aku belum mengerjakannya. Sementara aku ingin istirahat lebih banyak. Karena beberapa minggu ini kurang istirahat. Aku ingin melunasi utang tidur.

Kata pakar tidur Amerika, kita harus membayar hutang tidur. Tapi kalau dihitung-hitung dalam hidup ini kebanyakan tidurnya. Menurutku harus seimbang antara terjaga dengan waktu tidur. Tidur adalah untuk mengistirahatkan fungsional tubuh dan jiwa. Supaya ketika terjaga dapat bekerja lebih optimal dan maksimal. Sehingga mampu konsentrasi dan menghasilkan sesuatu karya yang bermanfaat bagi diri dan orang lain.

Menghadapi UTS Asuransi, sebelumnya aku tak belajar dengan optmal. Karena banyak hal yang harus kukerjakan untuk persiapan OPM. Meskipun begitu aku berusaha mengisi soal secara optimal. Alhamdulilah aku bisa mengisinya tanpa untaian kalimat yang benar dan mengalir. Kupikir mengisi jawaban sangat acak-acakan. Selama ini aku suka menulis, tapi ketika mencurahkan gagasan menjadi sebuah kalimat masih belum terstruktur. Mungkin karena sedang ujian yang diburu-buru waktu.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori