Oleh: Kyan | 28/11/2005

Terasing Diantara Dua Wanita

Senin, 28 November 2005

Terasing Diantara Dua Wanita

**

Tiba saatnyalah hari pertama OPM. Realisasi dari konsep OPM yang telah kami buat, tinggal pelaksanaannya. Tugasku hanya pengontrol saja. Dalam suasana acara-acara seperti OPM bisa menjadi media akrabisasi dengan teman-temanku. Aku ingin sekali dekat, ada hubungan harmonis, hubungan emosional dengan mereka.

Kesuksesan hidup adalah bagaimana membangun persahabatan atau networking. Tapi justru dalam suasana tersebut, aku selalu diam dan merasa terasing. Aku minder tapi merasa minder karena apa tidak pernah persis tahu. Aku jarang saja mengobrol atau sepatah duapatah meladeni banyolan mereka. Lebih baik aku menjadi pendengar aktif saja. Tidak ingin adu argumen yang tak ada gunanya di hadapan mereka.

Namun kadang aku ‘keukeuh’ sampai mimik wajahku ini seperti orang marah. Ketika bicara alangkah indahnya kata-kata yang keluar dari mulut ini mengalir dengan lugas dan tenang. Kenapa sih aku bawaanku tegang dan deg-degan ketika memberi pendapat. Mungkin aku tidak terbiasa dan merasa sedang menerima ancaman.

Lebih baik aku tidak jadi apa-apa. Lebih baik jadi orang biasa-biasa saja. Buat apa menyombongkan diri dan ingin terlihat sok dan populer. Aku jadi orang biasa-biasa saja. Tapi apakah itu aku tidak memiliki ambisi yang diwujudkan?

Namun ketika ada kebatilan menghadang, aku akan melawannya dengan lantang. Aku selalu berjuang untuk keadilan. Apa sih yang kucari dalam hidup ini. Sesuatu apa yang dicari, kecuali mengabdi pada Tuhan dengan menjalankan syariat-Nya. Relevansinya aku harus semakin peka terhadap lingkungan. Aku harus berjiwa sosial dan itulah tanda kekhusuan ibadah salat.

Ya aku mau diam saja. Untuk apa ingin terlihat cerdas dan pandai, bila hanya dilihat dari retorika semata. Tapi realisasi yang terlihat nyata di depan meraka tak ada. Aku sudah dibuat lelah dan penat kalau tujuanku pada yang sempit ini, yaitu sekedar ingin mendapat kedudukan, atau selamat dalam finansial. Sementara jalanku yang ditempuh batil dan tidak elegan. Hak dan batil katanya susah dijelaskan dan dipisahkan serta samar sekatnya. Karena sistem yang dibuat tidak mencerminkan keadilan.

*

Minggu depan aku kebagian persentasi tentang keadilan. Ibn Khaldun berani bicara: Allah lebih menyukai bangsa kafir dibawah pemerintahan yang adil dibandingkan bangsa muslim tapi dipimpin oleh penguasa tidak adil. Makanya negeri Barat, kesejahteraan masyarakat cukup berhasil. Karena sistem yang mereka buat sedikit banyak telah mencerminkan keadilan.

Bersikap adil dalam perilaku individu dan pemerintahannya. Meskipun dalam hal-hal tertentu mesti dikritisi. Sikap disiplin bukankah itu cerminan sipat adil? Apakah selama ini kita sudah berlaku adil dalam memperlakukan fisik, jiwa, hati, teman, masyarakat dan bangsa kita? Semua memiliki haknya masing-masing.

Sepertinya malam ini aku gak bakal tidur semalaman. Sekarang sudah jam duabelas malam di lokasi OPM MKS di Alam Sejuk Lembang. Malam ini aku bahagia karena bisa sempet salat Tahajud di sebuah mushala tidak jauh dari lokasi tempat kami OPM. Sudah berapa lama aku gak Tahajud, tapi disaat orang sedang tidur kedinginan aku mencoba bermunajat kepada-Nya.

Tidurnya kemalaman, akhirnya bangun kesiangan. Baru kesempatan tadi setelah salat Isya lalu dilanjutkan dengan salat Tahajud. Daripada gak ada kerjaan malam-malam, sebentar aku menulis saja dengan diterangi lampu remang. Mau membaca buku gak bisa, karena penerangannya yang kurang. Keadaan malam Alam Sejuk dingin banget. Ditambah tadi siang seharian hujan.

Jadi acara OPM MKS acak-acakan gak sesuai skedul karena faktor hujan. Benar kata Johan, dalam mempersiapkan acara mesti ada alternatif A, B, atau C. Mesti ada jalan alternatif selain jalan utama. Ternyata sesuatu yang kita harapkan gak sesuai realitas yang terjadi. Acara menjadi acak-acakkan, karena memang dulu tidak terlintas antisipasi acara kalau terjadi hujan. Kami terlalu fokus bahwa itu dapat dilaksanakan dengan lancar.

*

Kehidpan ini memang begitulah adanya. Mesti ada planning selain juga baik, tapi benar. Benar dalam arti memperhatikan faktor dalam dan luar secara seimbang. Benar kata Iqbal yang jadi slogan stand Expo Akfil, “Kalau kita berhenti sejenak kita akan tergilas”. Kita harus senantiasa bergerak. Karena dengan sering bergerak akan terjadi keseimbangan lintasan orbit semesta. Benda yang terlihat diam pun pada dasarnya adalah bergerak. Pergerakan-pergerakan adalah thawaf yang berpusat pada sang Causa Prima, yang bermuara pada penggenggam semesta. Terlihat dan terasa diam, tapi ibarat bumi yang terus berotasi dan berevolusi. Padahal yang kita rasakan tanah yang kita pijak seolah-olah tak bergerak.

Semoga saja OPM ini bisa menjadi akrabisasi antara mahasiswa MKS semester satu dan tiga. Aku semakin kenal dan dekat dengan Sinta Fujianti. Dia selalu menjadi perhatianku. Sekarang aku bingung. Dalam rangka apa ingin dekat dengannya. Sekedar kenal atau ingin mendapatkan dia sebagai pacar, atau hanya sebatas hubungan adik kakak kelas saja. Aku juga bingung, kalau dekat dengan perempuan.

Selama ini aku sudah membangun persahabatan selama setahun lebih dengan seorang bernama Uly Ajnihatin. Lantas sekarang aku bingung melangkah. Tetap bertahan meneruskan perhabatan menjadi pericintaan ataukah membangun lagi sebuah hubungan baru. Suka gak sih dia padaku, itu yang selalu jadi pertanyaanku ketika jawabannya mengambang.

Bukannya aku percaya diri. Yakinkah dengan segala mimik wajah dalam persahabatan ini mendekat pada percintaan. Namun aku selalu mempertimbangkan segala hal. Aku ingin mendapatkan yang lebih baik dari dia. Mungkin aku ingin memilih daun muda. Apakah ini tanda laki-laki sebagai orang yang tidak pernah puas pada wanita?[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori