Oleh: Kyan | 30/11/2005

Penutupan OPM dan Kompensasi BBM

Rabu, 30 November 2005

Penutupan OPM dan Kompensasi BBM

**

Penutupan OPM dalam suasana hujan. Kenapa aku selalu ingat saat jalan-jalan dan mengobrol dengan Sinta. Ketika ada kesempatan mengobrol dengannya saat mau salat Duhur aku dengan Sinta yang ditemani temannya berjalan bareng menuju masjid yang kira-kira berjarak seratus langkah dari lokasi acara.

Sesekali kupandang wajahnya. Dia rupanya satu tipe dengan Angel Wings. Aku bisa mengambil kesimpulan bahwa perempuan yang kusuka adalah perempuan yang berkulit putih. Tidakkah semua lelaki berkulit sawomatang suka dengan gadis putih. Tidak dapat kugambarkan bagaimana perempuan yang kusuka, yang jelas seperti pada dirinya sebagai cirinya.

Aku bahagia punya teman yang baik. Aku ingin berteman dengan siapa saja. Setidaknya ada hubungan adik kakak, baik dengan Sinta ataupun dengan Angel Wings. Tapi mereka suka gak sih padaku dan haruskah kucari-cari jawabannya. Setiap cowok yang ingin deket dengannya, dia selalu cerita semuanya. Dia memang selalu jujur dan terus terang padaku.

*

Dan mungkin ini kejadian yang pertama kali yang akan selalu kuingat. Saat baru pertama kalinya aku memegang tangan lembutnya. Secara sengaja kami sewaktu mau menyeberang sungai dia minta uluran tangan padaku. Memang keadaanya darurat. Tapi tiba-tiba ada sesuatu yang bikin aku ingin tersenyum saja. Seperti ada salah tingkah diantara kami.

Selama kegiatan sedang berlangsung, dia ingin selalu dekat denganku. Dia juga membangunkan aku sewaktu dia mau tidur. Mengingatkan aku ketika semua teman-teman tidurnya pada campur baur laki-perempuan untuk saling menghilangkan dingin malam.

Nanti akan kungejelaskan padanya bahwa sebelum aku tidur. Di tempatku ada Sani, Yedi, Liza, Ria, dan Mila. Aku tidur dengan mereka berjauhan. Namun ketika aku dibangunkan olehnya, aku melihat tempat tidur sudah penuh bertumpuk antara lelaki dan perempuan bersampur.

Lalu aku pindah tidur dengan tidur sambil duduk. Aku harus berterima kasih padanya untuk tidak seperti mereka. Karena meskipun darurat adalah haram bercampur tidur dua lawan jenis. Aku ingin berterima kasih sudah membangunkan dan mengingatkana. Dan itulah seorang sahabat sejati yang harus saling nasihat-menasihati. Aku ingin mencari sahabat seperti dia lebih banyak lagi yang dapat mengingatkanku dikala aku sedang lemah dan tak berdaya.

Dia bilang mau ganti pakaian. Tapi begitu sampai di mushala dia kembali lagi. Berhentilah percakapanku dengan perempuan yang selain cantik, kalau mengobrol pun terdengar enak. Lantas kenapa sekarang aku dibuat bingung. Katanya takut ketika sudah dekat atau sampai pada istilah kata orang dianggapnya pacaran, aku menjadi berjarak denan sahabatku, Angel Wings. Aku takut ketika pada satu orang tidak sampai menjadi pertemanan dekat alias pacaran, tapi malah membuat sahabat yang kubangun setahun ini tersakiti.

Bukannya aku kepedean, tapi akhir-akhir ini dia terlihat ingin sekali dekat denganku. Menurutku dia suka padaku. Apakah mesti aku berterus terang padanya bahwa aku suka padanya. Ketika dia bercerita ada cowok yang ingin dekat padanya, ada perasaan cemburu. Haruskah aku membohongi diriku sendiri bahwa aku tak memiliki perasaan atau bahkan tidak sama sekali.

Perasaan ini datang tidak secara tiba-tiba. Tapi karena sering dipupuk terus dari hari ke hari. Maka ingin kubikin keadaan seperti sedang terjadi masalah, aku akan bersikap biasa dan tidak suka padanya. Nanti lambat laun perasaan itu makin pudar dan hilang seiring waktu, dan membangun lagi sebuah dunia yang lain. Aku mesti menyadari akan siklus kehidupan. Kehidupan memang begitulah adanya.

*

Recana mau kemarin sore mau mengucapkan terima kasihku padanya. Sebelum aku mencuci pakaian sejolang penuh, kupinjam handphone Aceng mau mengirim sms. Aku mau mengucapkan terimakasih karena sudah mengingatkan dan membangunkanku atas kejadian kemarin malam.

Lalu dia pun memebalas bahwa dia gak mengharapkan ucapan makasih. Namun berharap aku bisa mewarnai teman-teman supaya kebiasaan mendekati zina yang sudah dianggap biasa sebisa mungkin dihindari dalam kondisi apapun. Justru karena hal-hal kecil bisa menghasilkan hal-hal besar. Dia memang salihah.

Kutahu kelebihan dia adalah faham agama meski baru ‘cangkang’, berparas cantik, bersemangat tinggi dan pemberani. Lalu kekurangannya yang tak mengurangi kelebihannya adalah tinggi badannya kurang sedikit dan terlalu banyak ketawa-ketiwi. Kupikir bila sedang tertawa dia berlebihan. Tapi mungkin begitulah tanda keceriaan.

Dan belum aku tahu apakah keluarganya kaya atau tidak aku belum tahu. Dia kelihatan banget orang kampung. Namun selama ini aku belum pernah menemui perempuan yang multi kelebihan selain dia. Mudah-mudahan suatu saat nanti aku menemukan perempuan  lagi yang lebih baik dari dia. Jika seandainya dia bukan calon pendampingku, pasti aku bakal menemukan yang terbaik.

Aku hanya pasrah pada Allah. Toh kalau aku baik pasti bakal memperoleh yang baik. Jangan khawatir dengan masalah perempuan. Nanti juga datang dalam suatu momen yang tak pernah terbayangkan.

Pesanku sudah terbalas, baru aku pergi ke kamar mandi untuk mencuci. Cucianku yang banyak, masih ada ketakutan pencurian, semoga saja jemuran di atas aman. Kalau sepatu mesti hati-hati, masa pakaian yang pantas jadi lap menjadi incaran juga, ketahuan banget itu pencuri. Sekarang kuingin pakaian warna hitam. Ingin punya pakaian ganti yang baru.

Begitupun dia sukanya warna hitam. Ingin kupunya pakaian hitam dan merah. Sekolah dia MAN mengambil jurusan menjahit, jadi sedikit tahu mode dan memadu warna pakaian. Pantesan matakuliah Matematika dia acak-acakan, karena jurusan menjahit. Meskipun begitu, tapi wawasan dia luas dan perempuan yang wawasan luas yang pantas jadi pendamping hidupku.

Selama ini yang memenuhi catatanku hanyalah perempuan terus. Tak bisakah aku menuliskan yang lain. Misalnya seperti hari ini aku mengikuti seminar sehari tentang peranan agama dalam menghadapi tantangan energi migas sebagai alternatif. Dikatakan Pertamina yang asalnya BUMN sekarang jadi Persero. Konsekuensi dari perubahan badan hukum, orientasi pengelolaan menjadi berubah. BUMN dikelola untuk kesejahteraan rakyat, tapi Persero ingin mengejar keuntungan yang kadang berseberangan dengan keharusan menyejahterakan rakyat.

Kompensasi/subsidi selama ini direalisasikan pada barang, hingga subsidi itu tidak dalam rangka kesejahteraan rakyat kecil. Bagaimana Pemerintah memihak rakyat kecil, makanya sekarang kompensasi BBM diserahkan langsung pada orangnya berupa BLT=Bantuan Langsung Tunai. Mungkin benar maksudnya, tapi realisasi di lapangan tidak efektif. Teknik pelaksanaannya muncul kekeliruan-kekeliruan dan salah sasaran. Semua itu karena birokrasi orang-orang di pemerintahan dari pusat, daerah, sampai desa sudah bermental korup dan tidak profesinal.

Bagaimanakah aku ingin menjadi pejuang moral yang tangguh.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori