Oleh: Kyan | 09/12/2005

Gerimis Sepayung Berdua

Jum’at, 09 Des 05

 Gerimis Sepayung Berdua

**

Ketika pagi hari mau belajar, mana fotokopi catatan kuliah Hukum Bisnis Syariah. Kutelepon Dian, karena kuingat terakhir dia yang pinjam. Dia bilang ada di Dede Indra. Akhirnya aku gak belajar persiapan UTS karena catatanku melayang di teman ke teman. Aku  marahi Dian tidak bertanggung jawab meminjam. Aku segera mandi biar kesalku hilang. Bagaimana aku bisa menghadapi ujian kalau tak sama sekali belajar. Aku hanya membuka catatanku sendiri.

Jam tujuh kurang aku berangkat ke kampus. Di jalan bertemu Eeng, Pacot, Nenk Titin, Iis, Inonk, dan Nisa. Kutanyakan pada mereka bagaimana UTS Hukum bisnis. Katanya cukup memakai bahan sendiri. Sampai di ruang kuliah gak ada dosennya. Biasanya aku kesiangan kalau kuliah PAI.

Kuliah PAI setiap pertemuan mengadakan diskusi. Aku bisa melatih mental berbicara di muka umum. Lalu Aril bercerita katanya di kampus mau ada partai baru. Pemilihan presiden mahasiswa akan seperti sistem partai sebagaimana negara. Orang-orang netral di kampus diminta dukungan dengan meminjamkan KTM. Sementara KTM-ku masih ditahan di al-Jamiah.

Bertanya pada Wati bagaimana soal keuangan sisa OPM. Sudah tak tersisa uang kas, bahkan katanya kurang. Mungkinkah keuangan pribadi mereka terambil untuk biaya OPM. Biaya perjalanan kampus ke Lembang dan acara selama dua hari memang memerlukan dana yang tidak sedikit.

Banyaknya aku mengobrol lama dengan Angel Wings. Dia begitu antusias bercerita. Dia memberi tantangan padaku, untuk melegalkan Aya Shopia Corporation. Lalu mempersiapkan SDM dah membuat target-target. Memang aku harus melakukannya.

Nasihat dia ingin kurealisasikan tapi bagaimana langkahnya. Kubilang terima kasih dan kuberi pujian kamu memang perempuan cerdas. Dia selalu mental dengan pujian. Memang semua orang butuh penghargaan, tapi dia perempuan berbeda. Aku sering memuji dan menghargai dia, tapi dia tak merespon apa-apa.

Kriteria calon istriku ingin seperti dia yang mempunyai semangat tinggi. Dia sudah cantik, kurang apa lagi. Tapi dalam pandanganku kenapa selalu menemukan kekurangan dia. Mungkin karena aku sudah ditolaknya? Aku ingin mendapatkan yang lebih sempurna. Tapi kata orang kalau terlalu pilih-pilih gak bakalan mendapatkannya.

Pulang Bahsul Kutub aku mampir ke kosan Sinta. Bertemu Gina, teman seangkatan Sinta meminta dicarikan buku penyelenggaraan negara. Di kosannya kami mengobrol lama dan dia ingin ikut ke kosanku untuk pinjam buku. Karena hujan gerimis, aku sepayung berdua dengannya. Seperti pacaran atau adik kakak orang melihatnya?

Sinta di kosanku, hanya sebentar. Mungkin sekedar hanya ingin mengetahui tempatnya saja. Suatu saat kalau butuh sesuatu, dia akan datang ke kosanku. Pulangnya kuanterkan lagi sampai kosannya. Dia memang sungguh cantik dan menawan.

*

Aku belum mengerjakan Akuntansi, setelah salat aku segera mengerjakannya. Tak lupa menjemur pakaian dulu. Malam tidur jam duabelas. Semalam mengutak-atik tugas MKS karena mau dikumpulkan. Selesai mengerjakan tugas Akuntansi sampai jam tujuh kurang. Lalu Aril datang sambil membawa bubur. Ia sudah siap ke kampus sementara aku belum mandi.

Aku bergegas ke mandi. Selesai mandi di kosan sudah ada Dian dan Reza. Sampai di kampus, dosen BKS pak Karsono belum datang. Bertemu Ipah yang sudah beberapa hari sakit. Katanya sakit mag kritis. Karena kecapean sewaktu OPM. Kubilang sudah mengagendakan mau menengok Ipah, tapi sibuk mengerjakan tugas kunjungan ke Asuransi. Besok aku harus merampungkan tugas Asuransi.

Ketemu Ria, aku mengobrol padanya dengan lemah lembut dan jelas. Dia malah bilang, biasanya ngobrol cepet-cepet dan kayak marah. Memang aku kalau berbicara kadang kurang keras dan tidak jelas, makanya dibuat keras tapi malah dikira seperti marah.

Masa akau harus belajar berbicara lagi seperti bayi. Mungkin karena sewaktu kecilku, perkembangan kejiwaanku tidak normal. Ah aku tak peduli. Aku happy saja. Aku gak mau ambil pusing. Emang aku begini adanya.

Meskipun begitu aku harus tetap berusaha untuk memperbaiki diri. Aku tak boleh cepet-cepet dan seperti marah, atau cepat naik darah kalau bicara. Aku mau melatih berbicara lagi. Akan kupelankan nada bicaraku. Ketika sedang berbicara sambil memahami kata-kata yang diucapkan.

*

Pulang kuliah, aku malah lari-larian dengannya. Mau kupinjam rangkuman MKS. Dia tak bersedia memberikannya. Maka kukejar saja dan kuhalangi dia. Kuambil tasnya dengan paksa. Bercanda terus kejar-mengejar kayak anak kecil saja. Seperti pacaran saja.

Dosen MKS gak ada. Veri, Uly, dan Echa main ke kosanku. Kami mau mengerjakan tugas Akuntansi. Ternyata mereka lebih parah lagi, belum sama sekali mengerjakan. Reza yang jago Akuntansi juga belum. Kalau Uly, wajarlah dia karena maklum sibuk kerja di Mihdan.

Kadang muncul perasaan kenapa muncul rasa senang ketika ketemu dengannya. Apakah aku mencintanya. Apakah aku membohongi diriku sendiri. Rasa ini tidak muncul dengan sendirinya. Karena sering saling bertukar pikiran, saling curhat, dan menemukan kelebihan masing-masing, akhirnya seperti saling melengkapi. Memang aku suka padanya, meskipun belum sepenuhnya.

Sekarang aku juga lagi dekat dengan Sinta, anak MKS-C semester satu. Wajahnya juga mirip dengannya. Aku suka padanya apakah karena putih semata. Aku tidak bisa membanding-bandingkan dan mereka pun tak ingin dibandingkan. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Ada kelebihan Sinta, yang tak dimiliki Angel Wings, begitupun sebaliknya

Hari ini aku cuma makan baso tahu. Mau membeli sayur sedang tak punya uang. Tadi siang Nenk Titin membeirku uang limaribu. Tapi habis dipakai buat memfotokopi dan membeli air galon. Miskin sekali aku ini. Lantas perempuan mana yang mau pada anak miskin begini.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori