Oleh: Kyan | 14/12/2005

Berbahasa, Kekasihnya, dan Riba

Rabu, 14 Desember 2005

Berbahasa, Kekasihnya, dan Riba

**

Sampai jam satu malam aku latihan soal-soal Matematika. Meskipun belum ngantuk, tapi takut membiasakan diri terus bergadang segera kutidurkan. Nanti di usia lebih empatpuluh tahunan akan terasa efeknya. Dian bermalam di kosanku, mau mengerjakan tugas Asuransi. Tugas Asuransi dia dibuatkan makalah.

Aku juga ingin menjadi makalah tapi takut tugas yang lain belum bisa terselesaikan dengan baik. Menyusun makalah MKS sudah menanti. Makalah MKS ingin ditambahi dari sudut pandang syariah juga. Tidak sekedar dari buku teksbook saja. Aku harus kreatif dan inovatif. Aku calon manajer syariah.

Karena aku sudah janji dengan Uly mau ke kosannya, aku harus segera menyelesaikan latihan soal. Selesai juga akhirnya menyelesaikan soal-soal. Aku puas mampu menyelesaikan jawaban.

Jam delapan lewat aku segera mandi. Lalu Sahril datang menanyakan soal Matematika. Aku juga tidak tahu nomor mana saja yang harus dikerjakan. Makanya dikerjakan semuanya. Dia juga gak tahu sekarang mau ada quiz.

*

Aku berangkat dan sampai di kosan Uly, ketika ia lagi di ruang tamu dan tidak memakai kerudung. Kok dia begitu sih. Aku tanyakan kenapa  gak pakai kerudung. Ia jawab, “Sampai jam delapan, cowok belum boleh masuk. Makanya berani tak pakai kerudung. Kulihat dia seperti habis mandi atau mencuci muka. Dia terlihat cantik tapi dari mimik mukanya nampak wajah kecapean.

Sudah komitmen dia untuk kerja keras dalam meniti karir. Aku bangga punya sobat seperti itu. Meskipun capai pulang kerja dari Binong dan hujan-hujanan, lalu ia bela-belain datang ke kosanku mau belajar Matematika. Sebaliknya dari dia, aku malah santai-santai saja.

Di kosan dia sampai jam sepuluh lebih. Aku gak tahu apakah kedatanganku mengganggu belajar dia. Karena aku belum tahu tipe belajar apa yang cocok baginya. Dia harus dites untuk mengetahui caranya belajar yang paling ampuh Kalau aku tipe belajar penyendiri. Ingin selalu dikerjakan sendiri. Soliter.

Aku tak enak juga berduaan dengannya di kosan. Meskipun pintu dan jendela dibuka lebar. Aku berniat baik, mau mengajarkan dia Matematika. Tapi malah aku jadi pendengar yang setia ketika ia banyak cerita tentang masa lalunya.

Ia bilang sewaktu sekolah MAN, yang suka padanya banyak. Teman cowok-cowok sangat banyak. Dia ikut kegiatan Pramuka dan Rohis. Hobi dia pergi ke pantai dan pegunungan. Sedangkan aku bertipe rumahan. Tapi kalau sudah di luar dan punya uang, aku juga senang mengembara menelusuri jalan-jalan baru dan daerah-daerah baru.

Katanya dia pernah pacaran waktu kelas dua dengan anak STM. Namanya Panji Bayu. Kutanya pacarannya seperti apa. Dia bercerita pernah jalan-jalan dan berbohong pada ibu asramanya. Pernah ia jalan berdua mengunjungi pameran menonton konser Ungu berpasang-pasangan. Ia bilang hanya sekedar pegangan tangan, tidak lebih.

Aku tak percaya cuma sebatas itu. Anak STM sudah tercoreng kredibilitasnya soal mengacak-ngacak perempuan. Tapi kupikir dia punya harga diri dan tidak akan merelakan harga dirinya dicabik-cabik begitu saja.

Wajar sih dia cantik dan banyak yang suka. Tapi begitulah masa lalu dia. Semua orang punya masa lalu. Terpenting sekarang sekuat apa komitmen kita untuk terus memperbaiki diri.

*

Memang kalau libur kuliah aku seringnya berdiam diri di kosan saja. Dan aku tenang sekarang, karena sudah kubayar listrik tigapuluh limaribu untuk berdua, aku dan Amy. Kupinjam ke Neng Titin empatpuluh ribu. Ketika kuceritakan aku sedang kesulitan uang buat bayar listrik, dia langsung memberikan pinjaman.

Dia memang baik sekali. Begitupun Ida mau memberiku pinjaman limapuluh ribu, tapi sudah terlalu banyak hutangku. Aku kok banyak dililit hutang. Aku harus meminimalkan berhutang pada orang lain. Aku harus mengevaluasi diri akan eksistensiku di tahun 2005 ini.

Tahun 2005 mau berakhir dan sekarang akan menghadapi tahun 2006. Aku harus mengalami perbaikan diri. Aku ingin merekonsruksi pemikiranku. Wordvie Islam itu seperti apa. Kujuga tahun 2006 adalah tahun bahasa. Aku ingin belajar berbahasa Inggris dan Arab. Aku pesimistik akan masa depan ketika tidak mampu berbahasa Inggris dan Arab. Aku ingn terbiasa dengan literatur bahasa asing.

Nanti kuliah di Malaysia dan Amerika, mesti cakap berbahasa Inggris. Aku bertekad ingin kuliah di Malaysia. Tapi setelah lulus dari MKS, aku harus kerja dulu dan mencari beasiswa serta melatih keterampilan bahasa.

Kalau setelah kerja atau lulus dari MKS, tidak mungkin menikah. Soalnya dua kakakku cowok belum pada menikah. Mereka sudah tua-tua lagi. Bukan aku kebelet menikah, tapi itu sunah agama yang tentunya manfaatnya banyak sekali. Mereka tidak akan dewasa kalau belum menikah.

Berhenti sejenak untuk menatap masa depan. Untuk mencerdaskan otak dan memperbaiki kehidupan. Menyusun rancangan langkah-langkah untuk menggenggam masa depan. Salah satu keterampilan yang dibutuhkan adalah keterampilan bahasa.

Suatu saat nanti negara-negara yang tergabung dalam ASEAN akan seperti komunitas batas area. Sekarang sedang dideklarasikan Piagam ASEAN di Malaysia. Mudah-mudahan KTT ASEAN dapat menyatukan langkah peradaban Melayu untuk keluar dari perbudakan kaum tertindas.

Membaca majalah Islamia tentang teologi dunia dan teologi global. Tokoh-tokohnya John Hick, Fritjop Scoun, Husein Nasr, dan Adnan Aslam. Aku juga membaca buku Zaim Saidi, “Tidak Syariahnya Bank Syariah”. Dikatakan selagi terkait dengan sewa-menyewa uang dan menciptakan kredit serta uang kertas, bank syariah tidak akan lepas dari riba.

Menjelang Rasul wafat, ayat terakhir sebelum turunnya surat al-Maidah ayat tiga, katanya ditutupi dengan kata pamungkas, yaitu tentang ayat riba. Ayat terakhir sebenarnya ayat tentang riba. Memang kontrovesrsi, tapi harus dilihat dari sisi lain akan pentingnya menghindari riba.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori