Oleh: Kyan | 04/01/2006

Pertanyaan Pada Angel Wings

Rabu, 04 Januari 2006

Pertanyaan Pada Angel Wings

**

Akhir-akhir ini sering banget aku tidur larut malam. Begitupun siangnya aku gak pernah tidur. Aku takut pola hidupku kacau dan bisa merusak tubuhku. Ini sudah kurus, makin kurus lagi. Pola hidup jelek memang sekarang gak kerasa. Tapi nanti kalau sudah usia senja bakal sering sakit-sakitan. Meskipun sakit itu sugesti tapi tak bisa dipungkiri aku akan mengalami sakit.

Dalam “Berpikir dan Berjiwa Besar”-nya David Szhwartz bahwa pikiran negatif kalau emang gak ditutuhkan dibuang saja. Meskipun datangnya terus berganti-ganti denan pikiran positif, pakailah pikiran positif. Dalam rentang duapuluhempat jam, hanya pikiran-pikiran positif yang harus dipakai. Meskipun yang dirasa adalah sakit, tapi katakan aku sehat dan baik-baik saja dan tak kurang suatu apapun.

Semua tergantung pikiran kita. Dalam hal percintaan pun kalau aku berpikir dia mencintaiku, ya dia mencintaiku. Karena dunia ini bukan sekedar dunia fisik yang kasat mata, tapi ada dunia batin yang mana secara indrawi kadang berjauan bahkan bertentangan. Tapi diantara kami bisa melakukan kontak batin. Seperti seorang anak dengan ibunya. Firman Allah, bahwa Aku sesuai dengan persangkaan hamba-ku. Maka sadarlah bahwa semua harus dilihat dari sudut positifnya.

Firman Allah yang sedag kubaca adalah buku Tafsir Fi Zhilal jilid empatbelas, surat al-Israa. Katanya perzinahan itu ibarat pembunuhan manusia, pembunuhan lingkungan masyarakat, pembunuhan pondasi keluarga, dan negara. Bukan semata-mata bahwa perzinahan hanya memperturutkan hawa nafsu. Tapi efeknya akan mengganggu stabilitas kemanusiaan.

Lalu disinggung tentang boros. Dikatakan menurut Ibnu Abbas bahwa boros itu bukan pada besar kecilnya pengeluaran, tapi untuk hal apa itu pengeluaran. Untuk jalan kebaikan ataukah maksiat. Sebanyak apapun pengeluaran bila untuk kebaikan, merupakan bukan hal yang berlebihan. Tapi sekecil apapun pengeluaran bila untuk jalan maksiat, itu adalah pemborosan.

Aku pun ingin lebih banyak lagi belajar tentang komputer. Aku baru bisa menginstall saja. Masih ada problem pengaturan bios, aku belum bisa menanganinya. Waktu komputer Robbi dan teman asramaku ada masalah, aku belum bisa memberi solusi. Dan orang berguna itu harus jadi pribadi solutif.

*

Hari ini Sinta Fujianti main ke kosanku. Dia datang ke kosanku untuk membantuku membuat surat-menyurat seminar MKS. Di sela-sela obrolan dia bertanya soal Angel Wings. Rupanya dia sudah tahu bahwa aku sedang dekat dengan Angel Wings. Tapi dari mana dia tahu tentang hal itu. Sekedar selentingan informasi saja atau dia sengaja menanyakan tentang hal itu pada kakak kosannya.

Pipih pernah bilang padaku, Sinta kalau sedang di kosan An-Niza sering membicarakanku. Tapi aku masih belum percaya kalau Sinta itu benar-benar suka padaku. Apakah aku harus meyakinkan diriku dengan langsung bertanya padanya? Pipih bilang, “Sinta itu suka ma kamu. Kamu saja yang gak memahami”.

Ketika aku ditanya soal Angel Wings, “Tapi aku denganya gak ada hubungan spesial, hanya sebatas teman”. Takut dia menyangka sudah terjalin hubungan khusus, sehingga aku tak bisa dekat lagi dengannya. Hanya aku sedang belajar untuk mencintai siapapun tanpa pilih-pilih jenis hubungan. Karena itu adalah hasrat jiwa yang harus dipenuhi. Karena cinta adalah sebuah kerja refleksionis.

*

 Aku menyampul majalah Islamia, supaya terlihat rapi. Dari yang kubaca dikatakan

 Fazlur Rahman adalah seorang cendekiawan muslim. Meskipun pemikirannya banyak kontroversi, tapi beliau telah membimbing banyak orang menjadi ilmuwan dan cendekiawan muslim sejati. Seperti Naquib al-Attas, Moh Wan Daud, Caknur, Syafii Maarif, Mulyadhi, dan Amin Rais untuk menyebut diantaranya. Beliau sangat teguh pada prinsipnya. Tanpa mengharapkan uang dan popularitas. Ada orang yang bersedia mengedarkan buku-bukunya di kawasan Arab, asalkan katanya pemikirannya diperlembut. Namun beliau menolak untuk merevisi keteguhan perinsip yang dipegangnya. Beliau teguh pada keilmiahan pemikirannya. Beliaulah yang telah melahirkan cendekiawan muslim dunia dan aktivitis dunia Islam.

Aku ingin membaca karya-karyanya. Tokoh yang berpengaruh lain adalah Syed Naquib al-Attas, Ismail al-Faruqi, Ziauddin Sardar, Muhammad Arkoun, dan lain-lain. Aku harus membaca karya mereka. Mungkin aku harus mencarinya di perpustakaan bila tak sanggup membelinya. Aku lebih senang berkutat pada keilmuan Islam dibandingkan dunia bisnis. Tapi karena kepepet, aku harus terjun ke dunia bisnis, berwirausaha atau bekerja.

Mungkin calon istriku harus yang tertarik pada dunia bisnis, biar aku terbawa. Meskipun ketertarikan dan minatku pada keilmuan, tapi sampai saat ini belum bisa menghasilkan rumusan pemikiran sendiri. Aku belum mampu menulis. Aku ingin jadi sastrawan. Tahun 2006 aku harus mampu menulis artikel di media untuk mensosialisasikan pikiranku. Tapi sampai saat ini aku masih belum bisa.

Saat ini aku masih terpaku pada masalah cinta. Baru kali ini aku merasakan indah dan deritanya mencintai. Kadang aku sering berpikir kenapa aku merasakan cinta yang begitu menggebu. Aku takut cinta dapat melalaikan ibadah dan mengingat Allah. Hari-hariku selalu ingat padanya. Kenapa hal itu begitu menyaiksaku. Kenapa juga yang aku cintai itu teman sekelasku, bukan perempuan lain.

Benar Dudi bilang, cinta itu ibarat tanaman. Makin sering dipupuk  makin tumbuh suburlah dengan pupuk pertemuan dan sharing pikiran. Memang baru kali ini aku menemukan perempuan yang memiliki banyak kelebihan. Makanya aku makin cinta begitu menyelaminya.

Maka dari itu, supaya cinta itu tidak melalaikan, aku harus mencari sesuatu yang bisa membuat cinta itu tidak sampai melalaikan ibadah. Mungkin aku harus belajar membencinya. Mencintai dan membenci karena Allah.

Seperti sudah beberapa hari ini ketika aku bertemu, aku menghindari untuk tidak bertatap muka dan mengobrol dengannya. Biarlah ini terjadi sampai suatu ketika sebagai latihan ruhani. Membenci dia sebagai skenarioku saja. Suatu saat aku akan menjelaskannya padanya kenapa perlakuanku begitu. Aku tidak pernah benar-benar marah atau benci pada seorang pun. Terlalu menyita waktu untuk membenci seseorang. Aku berpikir diriku sendirilah yang penuh kekurangan dan kealfaan.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori