Oleh: Kyan | 31/01/2006

Kahlil Gibran dan Tentang Rencana

Selasa, 31 Januari 2006

Kahlil Gibran dan Tentang Rencana

**

Ini ini adalah hari Tahun Baru Hijriyah. Di setiap perkampungan, di acara TV, begitu semarak merayakannya. Bahagia rasanya kalau aku ikut pawai keliling kota bersama mereka. Pasti bakal punya pengalaman tersendiri. Cuma aku kadang bertanya, semoga perayaan hijriyah ini bukan sekedar simbol atau ritual belaka. Tapi bisa memaknainya lebih mendalam tentang awal mula hijrah Rasul.

Tadi siang aku mau mengirim surat buat ibu. Ternyata kantor pos libur, karena aku lupa hari ini tanggal merah. Di kamarku gak ada kalender. Aktivitas keseharianku melanjutkan autobiografiku. Mungkin suatu saat segala pengalamanku akan berguna, bahkan bisa dijadikan buku yang bisa diterbitkan.

Bahkan kalau nanti aku jadi orang besar, bakal berguna kisah hidupku ini. Sebenarnya aku menulis autobiografi cuma sekedar latihan menulis saja. Aku ingin melatih terus menulis yang mengalir dengan kandungan sastra tinggi. Pokoknya aku ingin jadi penulis hebat. Aku bisa menulis esei, cerpen, novel, dan puisi.

Di awal tahun baru Hijriyah ini harus ada perubahan bagiku. Harus dijadikan momentum perubahan, jangan sekedar bergerak tapi diam, tapi teruslah bergerak meskipun orang mengatakannya berdiam diri saja, begitu Angel Wings berseloroh padaku memberi semangat.

Kalau dipikir-pikir, apa yang berubah bagiku. Dari segi pemikiran apakah aku sudah semakin dewasa. Kalau kulihat fisik, aku malah semakin kurus. Terasa sekali perubahan fisikku. Semenjak di Batam, aku kurus. Eh sekarang makin kurus. Sekarang juga makin kelihatan hitam dan tua. Memang sudah waktunya beranjak tua.

Aku takut seperti Kahlil Gibran, usia 30-an tapi kelihatan seperti 40-an lebih. Apakah karena terlalu banyak berpikir, mungkin begitu. Kehidupanku hampir mirip dengan kehidupan Kahlil Gibran. Dilingkupi kemiskinan, keluarga berantakan, dan keputusasaan. Penolakan dan kesendirian selalu menyertai kehidupannya. Semoga ke depannya aku seperti beliau yang menjadi orang dan tokoh besar. Tapi tidak dengan kelihatan tuanya dan mati mudanya.

Sebelumnya aku tak begitu peduli dengan penampilan. Tapi karena sering bergaul dengan anak-anak Bandung yang notabene mengedepankan penampilan, akhirnya doyan ingin berdandan. Aku ingin memperbaiki penampilanku. Tubuhku yang kurus ingin gemuk. Tapi gimana caranya supaya berisi dan berotot. Sering banyak makan, tapi memboroskan. Ikutan fitness juga harus ditopang susu yang tak dapat dibeli kecuali denan uang.

Aku bersyukur saja dan tetap berusaha untuk kondisiku sekarang. Rencana tahun 1427 Hijriyah ini cap stempel bukuku akan diubah. Stempel sebelumnya sudah kuhancurkan. Formatnya bingung. Aku ingin membuat stempel yang bagus dan rapi. Stempel yang dulu jelek, meski itu sudah dibuatnya jauh-jauh ke alun-alun Bandung. Sudah ahal lagi membuatnya. Tapi biarlah ikhlaskan dengan semua yang terjadi. Aku besok mau ke Islamic Book Fair di Landmark. Aku mau membeli buku. []

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori