Oleh: Kyan | 10/02/2006

Cahaya di Ujung Senja

Jum’at, 10 Februari 2006

 Cahaya di Ujung Senja

**

“Belajarlah untuk hidup, niscaya akan tahu tentang kematian. Belajarlah untuk mati, niscaya akan tahu bagaimana hidup.” Ungkapan ini adalah ungkapan seorang sosiolog yang terjangkiti penyakit ALS, Morris Schwartz. Buku yang ditulis menjelang akhir hidupnya. Nasib di akhir kematian seluruh urat syaraf organ tubuh Morris Schwartz, terangkum di buku cahaya di ujung senja. Banyak nasihat yang kupetik dari buku ini, khususnya mengenai kematian.

Cak Nur bilang bahwa hidup untuk mati dan mati untuk hidup. Manusia paripurna (insan kamil) itu menurut Muhammad Iqbal adalah hidup untuk mempersiapkan kematian. Kematianlah yang menjadi titik tekan dari hidup. Achmad Chodjim menukil Syekh Siti Jenar dengan makna Kematian. Makanya Ahmad Chodjim menulis buku Syekh Siti Jenar Makna Kematian, buku yang jadi best seller. Aku ingin membacanya.

Bahwa kita harus selalu siap ketika hal-hal yang kita inginkan tidak tercapai dalam hidup kita. Lalu kita akan membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan kesedihan kita. Maka menangislah untuk menghormati kehidupan. Biarkan diri anda mengalami kesedihan dan menangis seperti anak kecil.

Sebab kadang kita berada pada sifat kekanak-kanakan dan tidak selamanya kita selalu dewasa. Keseimbanganlah yang menjadi pokok utama. Intinya aku harus benar-benar merasakan dengan segala perasaanku saat ini. Bila sedih, sedihlah dan bila gembira maka gembiralah.

*

Mudah-mudahan aku diberi kelancaran dalam memenuhi segala persyaratan beasiswa. Meskipun harus bolak-balik, karena itulah perjuangan untuk hidup. Aku sms ibu dan ibu sudah mengirim surat keterangan yang kuminta. Aku bisa merasakan bagaimana ibu harus datang ke kelurahan minta Surat Keterangan Tidak Mampu di sela-sela kesibukannya dipanggil langganan.

Aku tidak ingin merepotkan ibu, tapi bagaimana lagi. Aku tak ingin menyusahkan ibu, tapi tak ada lagi yang dapat membantuku. Aku ingin membahagiakan ibuku. Aku ingin jadi anak kebanggaan ibu. Ingin sekali aku setiap bulan mengirim surat untuk ibuku, supaya tahu segala perasaanku. Kalau sms terlalu sedikit untuk menampung segala curahan hatiku. Aku ingin berbakti pada ibuku. Terlalu agung dan banyak kebaikannya dibandingkan dengan kesalahannya padaku.

Morries Schwartz bilang bahwa anda harus melihat masa lalu dan mengakuinya. Itu semua sekedar masa lalu sebagai takdir. Hiduplah saat ini, sekarang ini. Syukurlah aku masih bisa bernafas sampai detik ketika aku menulis ini. Aku masih bisa menikmati tontonan televisi, membaca buku, dan jalan-jalan.

Dengan semua aktivitas yang kau lakukan suatu saat tidak akan bisa dilakukan lagi. Entah karena sibuk atau punya penyakit tertentu, seperti beliau. Menyadari suatu saat kematian akan menghampiri pada setiap makhluk. Maka saat ini hiduplah dan bersyukulah. Alhamdulillah, berucap syukur.

Maka di hari-hari liburku, aku dapat melakukan berbagai hal. Apakah aku hanya diam saja tak bergerak atau bergerak tanpa sebuah gerakan tidak penting aku tanyakan. Aku memuaskan diri dengan aktivitas yang selama kuliah berjalan, tidak atau jarang kulakukan. Seperti tidur yang cukup, tidur siang, membaca buku, dan hal lainnya. Menonton juga sering keasyikan.

Dalam waktu duapuluhempat jam kugunakan untuk apa. Ada orang yang dengan waktu selama itu bisa menghasilkan uang atau mengurusi organisasi sampai negara. Sedangkan aku menghasilkan apa, tidak akan kutanyakan lagi. Meski teringat pada sobatku, Uly Ajnihatin.

Dia kerja setiap hari tentunya mendapatkan pengalaman dan ilmu yang banyak. Kadang aku sering iri melihat keseharian dia. Karena aku takut dengan aktivitas keseharianku tidak mendapatkan apa-apa selain kemalasan. Meskipun begitu, aku terus berusaha agar hari-hariku penuh berkah. Semoga Allah senantiasa menambahkan ilmu padaku.

Makanya aku mengisi hariku dengan membaca. Hari ini aku membaca dua buku, yaitu Segenggam Gumam, kumpulan esai mbak Helvi Tiana Rossa, sang lokomotif penulis Muda Indonesia. Dan satu lagi “Memaknai Ibadah Puasa lewat Catatan Harian karya pak Hernowo.

Banyak yang aku dapatkan dari kedua buku itu. Aku kaitkan dengan aktivitasku hari ini. Mbak Helvi bilang bahwa menonton hanya memiskinkan imajinasi jika dibandingkan dengan membaca buku. Lalu aku tertular oleh virus baca tulis pak Hernowo. Membaca dan menulis yang bagaimanapun tidaklah merugikan.

Kadang aku merasa minder karena sampai usia sekarang, belum bisa menulis artikel di media. Padahal aku sudah banyak membaca buku. Tapi sebanyak apa dibandingkan teman-teman sebaya atau dibawahku uang sudah menghasilkan karya. Aku gak tahu. Aku selalu dijangkiti virus minder. Kenapa.

Tak ada jalan lain selain untuk meningkatkan taraf hidupku. Aku menemukan jalan yaitu lewat menulis di media. Jadi aku menulis di media karena tujuan finansial. Bukan karena tujuan yang lebih mulia, yaitu semangat kemanusiaan. Tapi aku pikir tujuan semuanya pararel. Tak bisa dipungkiri hal manusiawi.

Kesibukanku hari ini adalah mengurusi syarat beasiswa yang tinggal menemui bapak Ketua Jurusan. Karena lama sekali menunggu jam setengah duabelas aku pulang saja ke kosan. Tidur siang dulu dan jam satu ke sana lagi. Bapak Ketua Jurusan sedang di Pascasarjana. Aku menunggu samapi Ashar.

Kupikir coba tadi pagi aku sedikit bersabar menunggu beliau sampai jam duabelas. Aku balik karena lupa gak membawa buku. Melamun dan membaca koran membosankan sambil menunggu datannya ketua jurusan. Semua yang menarik dari koran sudah kubaca. Dari Koran kudapat istilah Syukuk, yang artinya surat utang. Lalu ada berita bahwa yang memuat kartun Nabi itu Jylian Posteren. Semua koran sudah kulumat, tak ada lagi yang menarik, akhirnya bosan menunggu.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori