Oleh: Kyan | 28/02/2006

Kesaksian Derita Cinta

Selasa, 28 Februari 2006

Kesaksian Derita Cinta

**

Kuliah hari ini pagi jam tujuh. Tadi sempat menganter Neng Titin pergi ke al-Jamiah dan jalan-jalan dengannya. Aku hanya diam saja seperti yang kuinginkan. Tak ingin berkata dan mengapa sudah dua hari aku gak menemukan nasi. Tapi masih bisa makan makanan kecil. Jadi aku makin kurus saja. Aku merasakan begitu cepatnya badanku mengecil kekurangan daging.

Uang untuk makan dari ibuku aku gunakan untuk membeli buku dan memenuhi keinginanku. Aku bercita-cita ingin membuka taman bacaan, jadi memerlukan modal besar. Sementara keuntungan finansialnya kecil, bahkan tidak ada. Aku menginginkan sumbangan dari donatur yang tidak mengikat. Aku harus mencari orang atau lembaga yang ikhlas. Pasti ada aku yakin dan mampu melakukannya.

Aku tak boleh cengeng atas setiap masalah yang menimpaku. Tadi dosen perpajakan, Ibu Neneng Hartati bilang padaku kalau kita menginginkan sesuatu atau mencintai seseorang, katakan saja. Jangan dipendam sampai berkarat. Apakah aku sudah memendam perasaan untuk seseorang.

Dalam novel Laskar Pelangi, katanya sangat bahagia jika sudah berani mengatakan cinta sebagai cinta pertama. Tapi cinta pertama tidak akan pernah survive. Setidaknya itu berdasarkan bukti sejarah. Maka berbahagialah bagi orang yang berani mengatakan cinta di jalan cinta pertamanya.

Apakah aku pun sudah mengungkapkannya. Apakah yang kukatakan dapat mewakili seluruh luapan hatiku. Tapi kata tidak akan pernah menampung isi hati. Karena bahasa kata itu terbatas dibandingkan bahasa hati. Isi hati hanya bisa direalisasikan pada perkataan dan perbuatan.

Dan apakah dia mengerti tentang apa yang kukatakan. Apakah dia tahu dengan isi hatiku. Apakah dia peduli padaku. Aku tak menginginkan belas kasihan seorang pun. Aku akan terus sendiri dan kesepian. Baru kali ini aku merasakan derita cinta. Mungkin ini pertama kalinya aku menemukan cinta sejati. Apakah cinta padanya adalah cinta sejati, aku tidak tahu. Yang pasti waktulah yang akan menjawabnya.

Ketika aku mengutak-atik komputer di kost Robbi, Sony Gembel bilang padaku, “Seorang cowok harus jual mahal. Karena jual mahal, justru perempuan akan makin penasaran. Sok tak menginginkannya, padahal dalam hatinya begitu menggebu-gebu ingin meluapkan dan memuntahkan semua isi hatinya”.

Aku tak mau diperbudak perasaan. Namun hari-hariku selalu saja dihantui perasaan cinta. Rindu dan benci menyatu dalam anganku. Aku semakin tersiksa dan tak tentu arah. Semakin skeptis saja menyikapi hidup ini. Akankah aku kalah dari semua pertarungan ini?[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori