Oleh: Kyan | 23/05/2006

Penghujat dan Pengabdi Tuhan

Selasa, 23 Mei 2006

Penghujat dan Pengabdi Tuhan

**

Sepulang kuliah, ia mengajakku kursus Bahasa Inggris di kosannya dengan mentornya kakak sepupunya. Tapi siang ini aku dan Aril mesti ke penerbit Mizan. Mau mengajukan permohonan kerjasama bedah buku Syariah Marketing-nya Hermawan Kartajaya dan Sakir Sula. Mengambil uang KBMP di Bank Muamalat. Pelayanan Bank Muamalat harus diperbaiki, terasa tidak optimal dan tidak memuaskan. BMI sebagai icon perbankan syariah mestinya menampilkan sosok terbaik.

Mengobrol-ngobrol menunggu dosen Asuransi, datang perempuan itu. Aku hanya ingin perempuan yang bisa menerimaku apa-adanya. Percaya padaku sepenuh hati bahwa aku bisa membahagiakannya. Aku normal bahwa aku kepingin dapat yang cantik dan kaya. Tapi itu buat apa bila nanti bisa lapuk dimakan usia dan jaman. Tapi jiwa yang sudah mengenal Tuhan, ia selalu memanifestasikan sifat-sifat Tuhan. Ia tahu apa yang harus dilakukan sebagai seorang istri, perempuan, ibu, pendidik atau peran yang lain.

Mumpung masih muda, ingin sekali aku banyak membaca buku. Suatu saat ketika sudah menikah dan punya anak, ingin sekali lebih banyak menghabiskan waktuku bercengkrama dengan keluarga, terutama dengan anakku. Sang anak buah hatiku ingin lebih banyak diperhatikan. Anak membutuhkan belaian dan sentuhan lembut. Hewan saja bisa lebih cepat sembuh dengan memberikannya obat dan sentuhan lembut. Apalagi manusia. Dalam keluargaku, bercengkrama antar anggota keluarga seperlunya. Aku tidak menemukan suasana romantis dalam keluarga. Tidak dulu apalagi sekarang.

Aku ingin membentuk sebuah keluarga yang berbeda dengan keluargaku. Ketidakpuasan yang kutemukan dalam keluargaku ingin kubangun dalam keluargaku. Namun sekarang ketika aku sedang kuliah aku selalu ingat ibu. Tanggung jawabku pada ibu, karena sudah membiayai kuliaku. Segala pengorbanan di saat kuliahku membuatku merasakan kasih sayangnya. Dulu aku merasakan bahwa ibuku tidak menyayangiku. Karena sejak kecil ditinggal oleh ibu. Ditinggalkan sejak SD kelas dua, bertemu ibu lagi ketika aku kelas satu SMP. Itupun cuma dua minggu ia kembali lagi ke Batam. Dan bertemu lagi ketika aku kelas tiga SMU. Sekarang aku merasakan, aku menyayangi ibu.

Menghadapkan seonggok daging dari perempuan bisa mendapatkannya dari perempuan manapun. Namun hubungan lelaki perempuan tidak sebatas hubungan fisik melainkan pertautan jiwa. Aku melihat wajah perempuan, meski dalam pandangan wajah biasa alias pas-pasan. Tapi aku selalu melihat cahaya surga di pelupuk matanya. Dalam pandanganku, perempuan terlihat begitu indah bercahaya. Manifestasi keindahan Tuhan.

Barusan aku main ke kosan Sinta Fujianti, untuk minta tanda tangan. Dia terlihat begitu cantik dengan balutan kerudung handuk. Terlihat begitu manja di hadapanku, di usianya yang baru sembilanbelas tahun. Melihat kecantikannya siapa yang tak tergoda. Tapi aku menginginkan sosok perempuan yang akan menjadi ibu bagi anak-anakku. Aku sudah lebih dulu berjanji mencintai perempuan itu sebelum ia datang kukenal.

Aku selalu menimbang-nimbang antara berbagai pilihan. Aku telah menjatuhkan pilihan pada satu perempuan. Aku telah mengahrap pada satu sosok perempuan. Terlepas dari segala kekurangannya aku telah berpengharapan padanya. Meski bosan datang lebih dulu. Aku sadar itulah godaannya. Ketika menikah pun pasti bakal mengalami yang lebih dahsyat dari ini. Godaan perselingkuhan akan lebih besar.

Semoga aku bisa menjalani semuanya. Pernikahanku bila telah diikat dengan anak, aku ingin mempertahankan pernikahan itu sekuat mungkin. Aku tidak ingin anakku menderita sepertiku. Cukuplah pengalaman bapakku dalam mendidikku sebagai hikmah. Aku ingin mengabdi pada perempuan dan anak-anakku. Perempuan yang punya prinsip dan teguh dalam memegang prinsipnya. Perempuan yang teguh pada pendiriannya dan berani berterus terang.

*

Sekarang ingin konsentrasi mengkaji ilmu untuk persiapan pernikahan. Segala cabang ilmu ingin aku jelajahi. Jangan hanya ingin menjelajahi tubuh dan jiwa perempuan. Karena dalam cabang ilmu pun adalah sebenarnya akan menemukan feminimnya perempuan. Dan sampailah pada Tuhan Maha Kasih.

Tapi dikatakan intelektual yang mengkaji sains dan teknologi berkecendrungan jadi pengabdi Tuhan. Ia mengakui adanya kekuasaan Tuhan. Karena ia semakin serius dalam pengkajian semesta, semakin banyak yang tidak diketahuinya dan menemukan keteraturan pada alam semesta. Di Barat, ilmuwan yang masuk Islam kebanyakan para saintis.

Tapi intelektual yang mengkaji ilmu-ilmu sosial kecendrungan jadi pemberontak Tuhan. Dalam kajiannya ia melihat struktur masyarakat yang penuh dengan ketidakadilan, kemiskinan dan kebodohan terjadi dimana-mana. Ia berkata bila Tuhan ada, mengapa Dia mendiamkan terjadinya ketidakadilan, penindasan, dan pembunuhan terjadi dimana-mana. Bukankah hal itu tidak disukai oleh Tuhan?

Contohnya Karl Marx dan Niestzhe jadi pemberontak karena ia melihat keagamaan masyarakat hanya sebagai tanda kepengecutan. Tanda bahwa individu-individu masyarakatnya tidak mampu menyelesaikan problem dirinya. Makanya ia menciptakan sebutan Tuhan di benaknya, yang diyakini mampu mengatasi segalanya, sebagai bukti kepasifan dirinya. Ungkapan terkenal Niestzhe, agama adalah candu.

Seperti dikatakan ilmuwan santis bahwa terjadinya semesta bermula dari ledakan besar (Big Bang) yang membentuk galaksi-galaksi dan planet-planet. Ilmuwan melihat semesta ini mengembang dan terus mengembang. Penelitian terbaru bahwa bumi mengalami pergerakan. Benua Australia mendekati Indonesia. Dan dalam waktu sekian lama, bisa terjadi penyatuan kembali daratan yang dulu memang bersatu.

Diasumsikan ketika terjadi semesta bersatu kembali ke satu titik. Terjadilah pengkrucutan (Big Crunch). Penemuan dulu bumi itu mengembang seperti bola yang membesar. Tapi penemuan terbaru hanyalah pergerakan menuju pengkrucutan. Begitulah observasi manusia sering saling mendukung dan berlawanan. Antara pegabdi dan pemberontak Tuhan.[]

**

 

 

 


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori