Oleh: Kyan | 16/06/2006

Handphone Baru Janjiku Yang Baru

Jum’at, 16 Juni 2006

Handphone Baru Janjiku Yang Baru

**

Terima kasih ya Allah, aku sudah bisa menemukan hikmah atas kejadian tempo hari. Terima kasih alhamdulillah aku sudah bisa membeli handphone hari ini. Setelah dua tahun aku tak punya handphone telah merasa rendah dan direndahkan dan sulit menempuh hari-hariku. Tapi hari ini setelah berkeliling ke setiap counter, mulai dari jalan ABC, pasar baru, baru ke ITC untuk mencari handphone Samsung x620. Sampai jam tiga sore masih belum kutemukan. Sudah lelah sekali bertanya sana-sini, yang akhirnya di ITC mendapat dua pilihan, antara Samsung x640 atau Siemens C75. Aku memutuskan malah kubeli Siemens ME75. Ternyata sang penjual masih bisa mempengaruhiku.

Siemens ME75 harga antara di majalah pulsa dengan harga yang kubeli berbeda duapuluh limaribu. Merek ini kubeli seharga Rp 1.200.000,- Kemarin membeli kartu perdana seharga limapuluhribu dengan isi pulsa duapuluh limaribu. Kurangnya atau kemahalan membeli kartu buat menutupi harga handphone yang dibawah harga pasar jadi impas sekarang. Mengeja nomor pun asalnya 081 322 82 8700 tapi sekarang 081 322 828 700, terlihat cantiknya. Semua telah terjadi dan itulah takdirku.

Dan aku harus menyadari bahwa setiap apa yang kita lakukan pasti bakal ada yang memberi komentar. Entah komentar baik atau buruk, entah mengenakkan atau menyakitkan. Dasarnya aku harus yakin dengan apa yang kulakukan. Harus yakin dengan langkahku. Harus berani unjuk gigi. Tapi karena aku pergi ke alun-alun, aku tidak bisa memenuhi janjiku pada temen-temen. Padahal aku telah janji ke mereka jam satu siang mau membnatu mereka mengerjakan tugas MKS. Tapi aku baru bisa sampai Cibiru sudah jam tiga sore. Bukan sengaja aku mengingkari janji, tapi apalah daya keadaannya lain.

Mengobral janji ditakutkan aku tak mampu menunaikannya. Begitupun janji yang kuungkapkan pada seorang perempuan, ketika aku berkata aku mencintainya sepenuh hati dan tak akan berpaling sampai kapanpun, apakah aku sanggup memenuhinya? Semoga cinta selalu menyatukan kita.

Namun di suatu ketika kata-kata hanyalah kata-kata, kebosanan muncul menggerogoti kesetiaan. Yang bisa kulakukan adalah berdoa sepanjang waktuku agar aku selalu mampu menunaikan janji-janjiku. Dariku hanyalah niat tulus untuk selalu mencintainya. Inilah bukti kesungguhanku dalam setia padamu, duhai perempuanku. Kepudaranmu tak memudarkan besarnya cintaku padamu. Inilah janjiku yang ingin selalu kutunaikan sepanjang hidupku. Tak ingin aku berkhianat padamu.

Sekarang aku sudah punya handphone. Mudah-mudahan bermanfaat dan awet rajet. Aku mengirim sms pada ibu meminta didoakan supaya handphone yang kubeli tidak bernasib seperti handphone sebelumnya. Sekarang aku harus banyak bersyukur pada-Nya. Bahwa setiap keinginanku akhirnya selalu terpenuhi. Keinginanku sekarang aku mau mengganti kacamata karena minusnya sudah bertambah. Selain itu, aku juga ingin punya CPU Pentium tiga. Semoga ada saja rezeki nomplok.

*

Jabatanku sebagai Sekum HMJ tinggal beberapa hari lagi. Jadi Sekum selain harus menyusun surat-menyurat juga harus pegang uang. Sewaktu membeli handphone, aku kekurangan uang seratus ribu. Terpaksa aku mengambilnya dulu pinjam ke kas organisasi. Ini cerminan tidak amanah. Tapi aku janji dengan disaksikan oleh Tuhan sendiri aku akan segera menggantinya.

Aku sudah bilang ke ibuku, aku punya hutang. Niatku pada diriku sendiri sejak awal aku tidak akan menyalahgunakan kas. Tapi daripada didiamkan saja, lebih baik dipakai untu hal lain dalam aktivitas ekonomi. Pada dasarnya uang hanyalah alat transaksi. Bila didiamkan, maka fungsi menjadi hilang. Meski uangku sudah habis, ada saja pemasukan. Dari rental, jasa pengetikan atau jasa-jasa lain. Aku tak pernah tidak makan. Semua yang mengatur rizki adalah Allah sendiri. Yang harus diperhatikan apakah tindak tanduk kita selalu dalam ridha-Nya, sebagaimana mau-Nya?

Dalam bahasa ESQ, apakah selalu dalam jalur garis orbit semesta. Tidak melenceng dari keseimbangan semesta. Setiap apa yang akan dilakukan, tanyalah ambak, apa manfaatnya bagiku. Di sini kita diarahkan untuk berpikir ke depan, visioner. Dalam tujuh kebiasaan Stephen Covey, selalu  merujuk pada tujuan akhir. Bila aku menyadari segala apa yang telah, sedang, dan akan dilakukan niscaya akan mendapat pencerahan hidup dan pantang untuk bersia-sia dalam hidup.

Sekarang ketika sudah punya handphone, menimbulkan kesibukan baru. Yakni mengutak-atik handphone. Namanya pegang handphone, utak-atik, atur sana sini, sms telpon dan main game suka tak terasa sehingga bisa memakan waktu lama. Dulu sewaktu di Batam, ketika mengutak-atik tahu-tahu sudah larut malam, terlena dengan saling kirim sms. Kebiasaan baru datang padaku sebagai konsekuensi terjangkiti teknologi.

Kemarin aku ikutan fitness, kebiasaan baru datang lagi. Aku harus fitness dua hari sekali. Karena selain untuk kebugaran juga aku ingin menggedekan badan. Badan kerempeng sudah bosan aku mendapat hinaan. Suatu saat nanti bodiku bakal gede, aku yakin itu. Tapi selalu ternginag, ulama-ulama besar seperti Jafar Sadiq, al-Farabi katanya badannya kurus. Mungkin karena sering banyak mikir. Sekarang makanku lumayan banyak. Tapi karena otakku sering dikuras akhirnya gizi makan untuk suplai otak.

Untuk menggedean badan, aku harus banyak minum susu. Alhamdulillah sudah dua hari minum L-Man, berat badanku nambah dua kilo. Jadi ingin bertambah sepuluh kilo cuma butuh waktu sepuluh hari dengan makan teratur sesuai anjuran, minum susu L-Man dan mengangkat beban teratur. Terakhir dan terpenting niatkan karena mencari ridha Tuhan. Bukankah mukmin yang kuat lebih dicintai-nya daripada yang lemah. Cukup beralasan aku harus fitness. Lagian agenda lima tahun ke depan badanku bisa atletis. Semoga Tuhan merestui, selalu menunjuki jalanku yang terbaik bagiku. Amin.[]

**

 


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori