Oleh: Kyan | 21/06/2006

Jalan-Jalanku Dengan Neng Titin

Rabu, 21 Juni 2006

Jalan-Jalanku Dengan Neng Titin

**

Tidak sia-sia mengerjakan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus KBMP periode 2006-2006. LPJ di depan warga MKS diterima, apakah diterima karena objektif atau “karunya”? Bagiku tak mengharap belas kasihan. Bila ditolak ada alasannya dan bila diterima memiliki alasannya juga. Ya semuanya membutuhkan alasan untuk setiap eksistensi apapun. Meskipun reka kata bisa membuat yang benar menjadi salah atau sebaliknya, tapi kebenaran akan menang.

Setahun sudah aku mengoptimalkan diri mengabdi pada MKS jurusanku. Selanjutnya aku tak akan berkecimpung lagi di kepengurusan KBMP. Sudah saatnya aku akan membuat jaringan dengan dunia luar. Setahun lagi aku hengkang dari kampus, menjadi alumni kurang lebih. Inginnya melanjutkan ke sarjana, tapi tak mau menyusahkan ibuku lagi dengan selalu meminta uang.

Aku ingin kerja di BI. Dulu aku melihat lowongan pekerjaan BI. Lulusan D3 bisa lupa lagi persyaratannya apa. Aku yang belum pede adalah soal kemampuan bahasa Inggris. Namun aku tidak boleh menyerah. Dengan pelan-pelan, lewat kata-kata di komputer, lewat pesan di sms, dan lewat media lainnya suatu saat aku akan mampu berbicara bahasa Inggris. Yakinlah aku bisa. Memang karena persoalan struktural, kemampuan bahasa asing orang Indonesia lemah. Begitu juga dengan kemiskinannya. Tapi kita tak boleh menyerah.

Penting tidak penting akan nilai ujian, yang menjadi parameter prestasi mahasiswa memang nilai IPK. Ketua jurusanku, Pak Anton Athoillah dalam sambutannya selalu membertahukan tiga hal, yakni skill (kemampuan), knowledge (pengetahuan), dan attitude (sikap). Katanya nanti dipampangkan rangking mahasiswa semester dari rangking pertama sampai terakhir. Berada di posisi mana rangkingku? Yang pasti akan masuk sepuluh besar. Dudi bilang, aku nomor pertama dan Aril nomor lima. Entah dari mana mendapat informasi itu. Bohong tidak bohong bisa membuatku senang.

Manusia memang haus penghargaan. Begitupun terhadap perempuan. Kata-kata sayang meskipun gombal tapi bisa membahagiakan penerimanya. Jangankan manusia, airpun merespon setiap kata yang diberikan padanya. Intinya makhluk alam semesta ini merupakan hirarkis yang merupakan emanasi dari nur-Nya. Sebuah pantulan-pantulan cahaya Tuhan. Sebagai sesama makhluk Tuhan semestinya saling menghargai.

Manusia yang dilebihkan atas makhluk lainnya harus yang paling pertama menghargai keberadaan makhluk lainya. Bukan membuat kerusakan dimana-mana. Bukankah kerusakan di bumi ini karena tangan-tangan manusia jahil yang membuat anggapan dirinya sedang melakukan perbaikan-perbaikan. Kata kita perbaikan, tapi menurut pihak lain “membuat kerusakan”. Waktulah yang akan membeberkannya mana yang hak dan mana yang batil.

*

Hari ini aku dan Neng Titin jalan-jalan ke Daarut Tauhiid. Bukan jalan-jalan bermain tapi berkunjung ke BMT-nya untuk memenuhi tugas Manajemen BMT. Disana kenal dengan Kang Dudin, Teh Sofi dan aku lupa satu lagi. Di sana bertemu juga dengan Kang Robbi yang punya toko buku Kairo di Cibiru. Beliau lulus seleksi pelatihan kewirausahaan kerjasama MQ dan Promag. Beliau hebat sarjana Matermatika tapi bergelut di dunia usaha. Aku jurusan Manajemen, terus Keuangan, terus Syariah diformat unuk menjadi wirausahawa sejati. Sekarang aku ke BMT dalam rangka melihat kerja kinerja BMT. Aku melihat besaran angka pendapatan dan labanya perbandingan antara SMM dengan BMT.

Memang pendapatan SMM lebih besar angkanya, tapi persentasi dengan modalnya BMT mendapatkan laba lebih besar. BMT yang cuma menghimpun lalu menyalurkan uang orang meraih persentasi keuntungan cukup besar. Hanya kemampuan manajerial dalam mengelola, meng-create uang. Harus menjadi bahan pemikiranku ketika menekuni dunia bisnis. Tapi bagaimana denganku yang cinta buku, mungkin lebih senang menekuni bidang usaha buku.

Ketika aku sudah mapan aku ingin merealisasikan apa yang telah kubayangkan. Rumahku nyaman, udaranya bersih, dekat masjid, dan taman luas. Ada perpustakaan besar dan tempat acara dan ada lembaga keuangan. Aku ingin jadi manajer masjid. Seperti DT-lah sebagai icon contoh. Tapi DT tata lokasinya tidak teratur. Aku ingin yang teratur.

Pulang dari DT ketika aku dan Neng Titin berjalan pulang tiba-tiba ada yang menghampiriku. Cahyo teman SMU-ku secara kebetulan bisa berjumpa. Sebelumnya sudah kusms dia. Aku diajaknya main ke kosannya. Tapi Neng Titin ingin cepat-cepat pulang. Padahal aku kanget banget pada sobatku ini. Katanya dia kemarin harus ke rumah sakit, operasi usus buntu. Aku gak tahu menahu. Karena buat menghubungiku tak ada sarana komunikasi.

Tapi alhamdulillah, sekarang aku sudah punya lagi handphone. Mudah-mudahan dengan mempunyai handphone silaturahim bisa lancar. Teknologi sebagai sarana mendekatkan tali persahabatan, dan ujungnya kebersamaan dalam menuju ridha Allah. Keberpunyaan handphone bukan merambah jalan menuju kemaksiatan. Sains dan teknologi seperti pedang bermata dua atau berwajah ganda, itulah yang menjadi pikiran filosof saat ini.

Di toko buku DT kubeli buku bagus, judulnya “The True Power of Water”. Buku hasil penelitian tentang air oleh Masaro Emoto. Dari hasil penelitiannya, katanya air merespon kata-kata yang diberikan padanya. Misalnya berupa kata-kata positif seperti cinta dan terima kasih, maka susunan molekul air akan membentuk heksagonal dengan variasi kristal air yang begitu indah.

Penguakan terbaru mematahkan argumen orang yang menggampangkan mengatakan bid’ah pada praktik pembacaan doa-doa pada air. Biasanya itu dilakukan di kampung-kampung atau pesantren tradisional. Ternyata kenapa lewat pengobatan tersebut mujarab untuk memberikan kesembuhan. Karena energi yang dipancarkan air yang biasa dinamakan Hado. Istilah yang sudah sering disebut-sebut oleh masyarakat Jepang.

Peneliti dan penulis buku tersebut, Masaro Emoto telah memberikan kontribusi pada dunia tentang kebenaran universal. Dunia masih banyak membutuhkan orang-orang seperti beliau. Ia tidak berbicara atas nama atau berdasarkan dalil agama, tapi berdasarkan temuan sains dan teknologi, yang akhirnya mengantarkan pada pertemuan sains dan agama. Titik temu sains dan agama.[]

**

 


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori