Oleh: Kyan | 23/06/2006

Menyambut Hari di Masa Depan

Jum’at, 23 Juni 2006

Menyambut Hari di Masa Depan

**

Kenapa aku malas ngapa-ngapain hari ini? Di hari Minggu tenang seharusnya aku banyak belajar. Tugas setiap matakuliah harus segera kuselesaikan. Tapi kenapa aku begitu malas karenanya. Inginnya aku tidur terus. Sering fitness bawaannya ingin makan dan tidur melulu. Nafsu makan jadi bertambah. Tapi harus berimbas pada peningkatan berat badan. Berat badanku sewaktu minum susu L-Man bertambah dua kilo dalam sehari, tapi setelah gak minum lagi gak lagi bertambah. Malah turun lagi jadi 51 kg.

Aku ingin berat badanku seberat 69 kg. Bertambah berat badan 18 kg memerlukan waktu sembilan hari bila konsisten minum susu L-Man, fitness, dan tidur cukup. Aku akan mencoba selama sebulan minum susu terus. Ini gila, perlu dana buat susu saja tigaratusribu sebulan. Bisa dikurangi jadi duaratus ribu.

Tapi aku bisa menempuhnya. Aku ingin merealisasikan rancangan keadaan fisikku selama setahun, lima tahun, sampai sepuluh tahun. Ketika lulus dari diploma selain dapat IPK cum laude dan fisikku atletis. Sekarang memang kerempeng badanku. Tapi aku sedang menuju pencapaian kondisi tubuh ideal. Aku bisa mencapainya, aku bisa mencapai kondisi seperti apa yang kuimpikan. Aku bisa meraih mimpiku yang sempurna. Aku percaya.

Ketika aku memberi perhatian pada seseorang berarti aku sedang memberikan energi padanya. Dalam bahasa Covey, RBH. Mengabdi pada cinta, otomatis harus ada penerima. Penerima pengabdian cintaku adakah objeknya? Semoga yang selalu kudamba akan tetap ada di sampingku. Ia ingin selalu memberi inspirasi dalam setiap rancangan demi rancangan untuk satu tujuan.

Aku akan melanjutkan kuliah studi ke sarjana. Lalu bekerja di Bi sampai jadi kepala cabang bank syariah atau asuransi syariah. Kemudian melanjutkan studi Master ke IIUM jurusan Pemikiran Ekonomi Islam dan Doktor di Amerika atau Inggris masih pemikiran Ekonomi Islam. Lantas dimana saat aku menikah?

Saat bekerja dan mau melanjutkan ke Master aku menikah. Ketika itu tabunganku sudah cukup buat persiapan menikah. Rumahku mungil tapi antik lengkap dengan perpustakaannya. Baru setelah menjadi doktor aku punya rumah, punya masjid, lembaga keuangan dan perpustakaan. Aku juga punya toko buku dan cafetaria yang tersebar di kota Bandung. Aku yakin dan percaya pada keajaiban.

Bukan sekedar lamunan atau keinginan tanpa arah. Tapi aku adalah aku yang aku pikirkan. Situasi dalam setahun lima tahun dan sepuluh tahun berada dalam setiap bayangan di pikiranku. Hidupku penuh dengan kebahagiaan. Hari ini aku bahagia dalam perancangan untuk menggapai masa depan. Aku mempunyai masa depan. Bila perempuanku tidak percaya padaku adalah haknya untuk tidak percaya. Namun aku yakin aku bisa. Apa yang tidak bisa buatku akan terus kukejar. Aku selalu bersemangat dalam setiap hal. Elan vital.

Sudah kutegaskan apa yang menjadi tujuan. Setelah sebelumnya susah untuk menjadi tegas dalam bersikap. Namun aku telah berani mengemukakan pendapat sendiri. Meskipun pendapatku berlawanan dengan teman. Aku harus punya prinsipku sendiri. Memegang teguh prinsip sangatlah berat. Selalu banyak rintangan dalam menjalaninya.

Seperti sekarang, aku mau mengerjakan tugas perpajakan, tapi teman-teman lagi pada nonton TV. Aku gak bisa mengetik karena monitornya buat layar TV. Memang komputer itu punyaku, tapi untuk menyampaikan maksudku harus ada etika yang benar. Tidak menyinggung perasaan teman-teman.

Rumusnya berusaha untuk memahami perasaan mereka, lalu aku menyampaikan perasaanku sendiri sampai difahami oleh mereka. Hanya reka bahasa yang diperlukan dalam menyampaikan kehendak kita. Keterampilan reka kata tidak bisa langsung bisa. Aku harus selalu mencoba menyampaikan gagasanku yang ada dalam pikiranku ke dalam kata-kata yang gampang dicerna. Bila tidak bisa menyampaikannya dalam forum, coba lewat tulisan.

Keduanya memerlukan latihan yang keras. Aku harus bisa keduanya. Gagasan setiap orang mungkin akan berbeda-beda dan memiliki keunikan masing-masing. Dalam buku “Berani Berekspresi” dijelaskan bahwa gagasan yang muncul jangan langsung dimuntahkan lewat pembicaraan dengan orang lain. Lebih bagusnya dituangkan ke dalam tulisan terlebih dahulu. Penuangan ke dalam tulisan memerlukan keterampilan pemilihan kata-kata yang tepat.

Hari ini aku masih baca buku “The True Power of Water”. Di dalamnya dijelaskan bahwa alam pembuatan air hado, kita cuma berkomunikasi dengan air cukup mengucapkan hal yang kita inginkan dengan kalimat past tence. Misalnya ketika usiaku tigapuluh tahun aku sudah menjadi doktor bidang ekonomi Islam dan filsafat Islam. Lalu aku mempunyai istri yang cantik dilihat dari sudut manapun. Aku telah memiliki lini bisnis yang besar dan menyebar. Setahun lagi badanku atletis dan disegani kawan dan lawan. Tawadhu dengan otak yang encer dan fisikku kuat bagaikan baja.

Sore hari aku ketemu perempuan cantik putih mulus. Selalu ada keinginan untuk berselingkuh padahal aku telah berjanji hanya pada satu perempuan saja. Mataku selalu dibuat indah dan cantik ketika memandang sosok perempuan. Entah benar-benar cantik atau tidak tapi dalam pandanganku, aku melihatnya cantik penuh pesona. Memang mata indra bisa terkelabaui. Siapakah dia yang sudah menyembul menampakkah pesonanya padaku.

Kita tidak bisa membuat kesimpulan yang benar bila hanya mengandalkan bukti pancaindra lewat observasi lebih baik. Tapi yang lebih baik dan yakin adalah lewat intuisi. Kecerdasan intuisi dengan hadhari kita bisa menemukan kebenaran sejati. Untuk mencapai itu harus lewat metode para Nabi dan Rasul-nya. Nabi dan Rasul telah mencapai kecerdasan intuisi dalam memahami kebenaran mutlak. Entah itu anugerah atau lewat perjuangan keras mereka, yang pasti pencapaian-pencapaian mereka yaitu hasilnya harus kita renungi sebagai bekal menuju-Nya.[]

**

 

 


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori