Oleh: Kyan | 05/07/2006

Dengan Kacamata Berpikirku

Rabu, 05 Juli 2006

Dengan Kacamata Berpikirku

**

Setiap aku beli sesuatu selalu saja merasa gagal. Kenapa sih tidak selalu memuaskan. Semalam mengambil kacamata di Optik Krida diantar Dudi dengan motornya. Malam-malam soalnya biar pagi hari bisa dipakai buat belajar persiapan UAS Asuransi. Begitu kuterima perasaan tidak puas pada lensanya. Terlalu tebal di pinggir luarnya. Apa gak bisa distel supaya tidak kelihatan tebal. Minusnya kan belum seberapa besarnya. Setelah kucoba dipakai terasa pusing. Katanya itu wajar karena masih menyesuaikan. Kenapa waktu itu gak kuputuskan yang min 3.00 saja. Tapi mungkin tak ada bedanya kalau cuma berbeda seperempat.

Aku mau mengadu ke Optik Krida, ingin diganti dengan minus 3.00 dan distel supaya tidak kelihatan tebal. Bentuk frame-nya membuat lensa terlihat tebal. Tapi di pinggir dalamnya tidak tebal. Pokoknya aku tidak puas dengan kacamata yang baru aku pesan dari Optik Krida. Aku kecewa pada Optik Krida karena harganya sudah mahal tapi mengecewakan. Maunya aku membeli lensa yang minus tiga tapi tipis. Daripada keseharianku gak pede lebih baik mengeluarkan uang yang wajar tapi membuatku percaya diri. Bukankah kacamata itu sebagai life style.

Alhamdulillah, penghasilan dari print lumayan. Sekitar limapuluhribu cukup buat menyambung hidup. Bulan ini aku mau magang di Tasik perlu bekal cukup. Barusan aku menelepon ibuku dan ia sudah mengirim uang tigaratusribu. Penghasilan ibuku sekarang agak menurun karena langganan urutnya sepi. Semoga ibuku tetap diberi kesehatan dan keafiatan serta ridha-Nya dalam mencari nafkah untuk menghidupi putra-putranya. Aku sebagai anak hanya bisa memohon kepada Tuhanku supaya beliau diberikan kebahagiaan dengan diampuni segala dosa-dosanya. Ditempatkan di sisi Tuhan pada tempat yang tinggi. Kabulkanlah ya Allah segala pengharapanku yang hanya pada-Mu. Kepada siapa lagi aku bermohon.

Aku ingin lebih dekat lagi hubunganku dengannya. Orang-orang menyangka semakin jauh hubungaku dengannya. Berarti mereka selalu mengikuti perkembangan perjalanan cintaku. Sebelum dimulai ujian aku sempat mengobrol sebentar dengannya. Ia bilang padaku, sekarang sudah punya tanggung jawab besar pada keuangan Mihdan. Kalau dulu sementara tapi sekarang sudah jadi pegawai tetap. Kabar sepupunya pun sekarang sudah kerja di Butik dan sudah mahir membuat laporan keuangan.

Semua orang bisa karena biasa dan dilatih. Manusia memiliki kebisaan dan keahlian karena melakukan proses pelatihan. Bila manusia lain bisa, kenapa aku tidak bisa. Apa yang tidak bisa dilakukan oleh manusia. Ia diberi akal yang merupakan kelebihan dibanding hewan yang sekedar mempunyai naluri. Hewan hanya sekedar memiliki naluri seksualitas, melawan dengan ototnya, mahir keterampilan sesuatu, dan penyayang terhadap anaknya. Lantas manusia harus jauh diatas hewan. Maka gunakan selalu akal untuk selalu belajar.

Sempat bercanda tawa ceria dalam percakapanku dengannya. Membuat kemanisan dalam hubunganku dengannya. Aku ingin menikmati kehidupanku sebagai mahasiswa dengan segala macam problemanya. Dengan menumpuknya tugas kuliah, konflik organisasi, sampai persoalan hati. Aku ingin selalu dekat dengan setiap perempuan. Namun aku hanya ingin satu perempuan yang aku cintai. Saat ini hanya satu perempuan yang selalu menjadi inspirasi dan semangat dalam kehidupanku. Sehingga apa yang kulakukan dan yang terjadi adalah karenanya dan untuknya. Apa yang ada dan kupunya sekarang adalah demi cintanya. Hanya dia dan hanya ingin dia yang ingin selalu kudamba.

Tapi sampai sekarang hanya aku yang dibuat riang gembira karena mencintainya. Apakah yang dicintai merasakannya pula yang sama? Apakah cintaku padanya bertepuk sebelah tangan? Apakah segala pengabdian cintaku tanpa ada yang mau menerimanya? Tanpa ada si penerima apakah pengabdian cintaku sempurna? Aku tak mau menikmatinya sendiri tentang segala perasaanku padanya. Aku harus mengungkapkannya supaya ia tahu segala perasaanku dan pengabdianku. Aku ingin membagi segala kebahagiaan untukku dan untuknya. Tapi bagaimana? Aku harus mencintai dengan penuh ketulusan. Aku harus menerima apa-adanya.

Penampilan baruku dengan kacamata baru. Biasa ada yang memuji atau mengejek dengan penampian baruku. Membuat orang terpesona dan terpana aku ingin biasa saja. Aku hanya ingin membuktikan bahwa aku ada, dan mampu seperti orang lain. Aku tidak ingin direndahkan lagi. Aku mempunyai harga diri dari segi materi, emosional dan spiritual. Aku mampu pada bidang yang aku pikir mampu dan semua itu atas anugerah-Nya.

Aku harus mengembalikan dan mempertanggungjawabkannya hanya kepada-Nya. Aku harus banyak bersykur kepada-Nya. Tiada daya dan kekuatan melainkan dari-Nya. Semoga apa yang ada pada diriku bermanfaat bagi diriku dalam menggapai ridha-Nya. Mengabdi pada-Nya melalui mengulurkan tangan, kaki, dan hatiku.

Meski dalam hari-hari UAS, sempetnya aku menonton film. Semalam aku nonton Van Helsing, yang kedua kalinya. Menonton pertama kainya di bioskop 21 Batam. Saat itu menontonnya malam lagi sendirian. Itu menonton film kedua setelah film Disini Ada Setan. Pulang ke rumah jam duabelas malam. Tapi aku hanya sendirian. Dulu sampai sekarang selalu sendirian.

Sendirian di kosan dan ketika bepergian. Reza bilang padaku, “Apa tidak bosan, gak sia-sia hidup selalu di kosan saja?” Teman-teman pada bilang begitu. Aku tahu dunia itu luas. Bandung itu luas. Teman-teman menyangka aku selalu diam saja di kosan. Masa setiap aku mau pergi atau jalan-jalan harus bilang, “Hai aku mau ke sana dan ke situ”. Aku tahu apa yang harus kulakukan. Dan diamnya pun Insyaallah bermanfaat hanya raganya saja yang diam tapi ruhaninya atau jiwanya selalu mengembara untuk menggapai yang lebih tinggi.

Temen-temen hanya melihat yang tampak saja. Memang selalu diamnya aku terlihat ketika masa-masa liburan. Kalau orang lain pada pulang ke kampungnya sedangkan aku diam saja. Sangat terlihat ketika hari lebaran. Sudah dua kali lebaran aku diam di kosan, gak pulang ke kampung. Tapi aku tidak harus tersinggung dengan segala omongan orang.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori