Oleh: Kyan | 12/07/2006

Neng Titin Pindah Kosan

Rabu, 12 Juli 2006

Neng Titin Pindah Kosan

**

Tinggal tugas BMT yang belum aku kerjakan. Tadinya aku mau konsen mengerjakan tugas BMT, datanglah Neng Titin ke kosanmu meminta bantuanku. Dia mau pidah kosan jadi meminta bantuan mengangkut barang. Dari jam setengah sebelas sampai jam enam maghrib kami membantu pindahan kosan. Mereka yang membantu selain aku, ada Dian, Deri, Dadang, Wildan, dan Epik. Kebersamaan dan persahabaan, saling memberi dan menerima, saling membantu dalam hal apapun. Itulah persahabatan sejati. Dan tak bisa dipungkiri, sering ada hal kecil yang bias membuat konflik. Aku telah menghilangkan semua unek-unek, meski masih ada kecanggunga dengan dian seakan masih ada sekat pembatas. Tidak seperti dulu dan aku ingin seperti dulu.

Begitupun dulu dengan teman akrab semasa SMU. Begitu lengketnya kedekatan dan terjadilah konflik, dan sampai sekarang masih merasa ada hal yag tidak sebebas sebelumnya. Mungkin ini hanya perasaanku saja. Aku harus membuang perasaan itu karena akulah yang membuat garis pembatas itu. Aku yang membuat dan akulah yang harus membuangnya. Sadarlah bahwa hidup tidak akan bisa lepas dari pertengkaran-pertekaran yang terlihat seolah besar. Aku harus memandang semuanya secara positif.

Darinya aku harus menemukan hikmah. Ternyata aku belum bisa jadi orang arif bijaksana. Mungkin aku sudah bisa jadi pemaaf. Perangaiku masih pemarah dan cepat tersinggung. Aku harus tenang. Sekarang aku harus bisa bersikap seperti seorang yang bijak dalam menyikapi hal apapun. Aku harus bisa memberi penyelesaian ketika seseorang mengadu padaku. Agar bisa berbuat sebanyak-banyaknya dalam menolong orang lain, aku harus banyak wawasan dan pengalaman. Setiap orang pasti mempunyai pengalaman yang banyak.

Melalui tulisan catatan harian aku sedang berusaha untuk menemukan dan mengikat hikmah dari segudang problem yang terus melingkupi kehidupanku. Dari setiap kejadian pasti memiliki hikmah. Terkadang orang jarang merenung dan hilang begitu saja pikiran-pikiran atau ide-ide brilian. Bila segera tidak ditulis ide-ide tersebut akan segera musnah. Cuma hinggap di pikiran lalu lenyap ditelan waktu. Benar nasihat buku dan perempuan Gramedia Batam, pak Dodi Prihandoko ke manapun kita pergi bawalah buku saku atau kertas-kertas kecil untuk menuliskan ide-ide.

Dulu aku banyak membawa buku untuk kubaca. Sekarang aku harus banyak membawa buku kosong untuk kutulis. Aku harus banyak menulis dalam setiap kesempatan. Bila tak sempat malam pagi hari sangat bagus sekalian merencanakan agenda harian. Setiap atgenda dikerjakan asal kita berusaha sekuat tenaga untuk menyempatkannya. Aku harus menghargai waktu.

Aku masih belum mengerjakan tugas BMT. Aku menelpon Angel Wings supaya muncul inspirasi. Bila menelepon dia ceritanya panjang. Berlama-lama ngomong di telpon memang mengasyikan. Sepertinya tiada habisnya dan tak akan pernah bosan meski yang dibicarakan itu-itu saja. Namun dari semua itu bisa terjalin kemesraan diantara dua insan yang saling mencinta dan merindu. Tak dipungkiri akan ada kebosanan yang melanda di jiwa, tapi dengan komitmen, dan pencarian hal-hal baru, kreativitas dan semangat ikhlas karena ingin selalu mencintai sepenuh hati. Niscaya rasa kebosanan akan terlerai dan hilanglah kefanaan dalam mencinta.

Tugasku belum selesai menangani sertifikat OPM. Bila tak ada yang menanganinya lalu siapa lagi, meskipun aku bukan siapa-siapa lagi. Beban moralku agar segera menuntaskan hal-hal yang belum selesai. Berkiprah di organisasi kampus, memang secara materi tidak akan mendatangkan keuntungan materi, tapi aku bisa mendapatkan kedewasaan dalam berpikir dan bertindak. Aku menemukan sejumlah kesimpulan-kesimpulan untuk setiap mengatasi permasalahan.

Makanya kenapa dulu sewaktu di SMU aku dibilang tidak bisa tegas. Sekarang aku harus pandai mengambil keputusan yang cepat dengan mempertimbangkan konsekuensinya. Seorang pemimpin dituntut untuk segera bersikap dalam mengambil keputusan yang bijak. Maka aku harus menjadi seorang filosof.

Secara substansi aku sudah mengerjakan tugas BMT. Aku sudah membuat surat keterangan kunjungan ke BMT Barah sebagai bukti bahwa aku benar-benar telah berkunjung ke sana. Teman-teman banyak yang mencari BMT lewat internet, bagus tapi buatku kurang afdal. Aku benar-bear ingin terjun langsung ke lapangan. Meskipun kecapean tapi betapa terasa nikmatnya melakukan perjalanan demi mendapatkan ilmu.

Bukankah Tuhan akan menghapus dosa bagi hamba yang sedang mencari ilmu. Lalu sang pencari ilmu itu bagaimana? Ia adalah orang yang selalu kehausan dan selalu tidak tahu, makanya ingin tahu. Hasilnya adalah ketundukan pada-Nya atas segala ketidaktahuannya. Hanya Tuhan yang maha tahu dan pemilik ilmu. Kepada siapa lagi kami memohon dalam mendapatkan ilmu menitipkanya, dan memintanya kembali ketika membutuhkannya.

Ilham dari Tuhan sangat didamba oleh seorang pencari kebenaran. Islam autentik adalah hal-hal yang universal, anggukan universal. Semua sepakat tentangnya. Memungkinkan suara mayoritas adalah suara Tuhan. Tentu mereka yang mayoritas tersebut berpikir berdasar akal.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori