Oleh: Kyan | 04/09/2006

Adanya Perasaan Setelah Masa Liburan

Senin, 04 September 2006

Adanya Perasaan Setelah Masa Liburan

**

Tiba saatnya memasuki hari pertama kuliah semester lima. Bertemu kangen dengan teman-teman yang selama dua bulan lebih tak bertemu. Belum melihat perubahan pada mereka secara fisik. Tapi mungkin segi pemikiran mereka sudah melambung jauh. Sebagai hasil dari magang pasti mereka mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman masing-masing. Diantara kami mesti ada transfer silang informasi dan keceriaan selama kami magang. Dengan berbagi pengalaman untuk saling memberi kekayaan dalam persahabatan.

Pulang dari Garut, aku dikasih uang seratusenam puluhribu oleh kakakku. Ibuku menelepon yang katanya ia sedang di Kebun Binatang Tamansari dan menuju Lembang. Tadinya aku mau ke rumah yang di Batujajar, tak jadi karena mau menghemat uang dan waktu. Dari Garut jam setengah sebelas aku berangkat ke Bandung dan di kosan Amy sudah menunggu. Dia mau membayar kosan enampuluhribu. Sekarang uangku jadi duaratu sepuluhribu. Sekarang harus kumulai budaya menabung. Seberapa pun uang yang kudapat harus mendahulukan buat menabung.

Sebelumnya ketika aku menerima uang langsung kubelanjakan, terutama buat buku. Aku harus sadar lulus dari MKS tinggal setahun kurang lebih. Untuk memasuki dunia kerja aku harus ada simpanan uang. Apakah buat melanjutkan ke S1 atau ke Pare untuk belajar bahasa Inggris. Terpenting sekarang aku harus bisa menabung. Kebiasaan yang harus kutanamkan sejak dini sebelum benar-benar terlambat. Meski fungsi uang adalah sebagai alat transaksi dan digunakan. Tapi aku juga belum pernah menemukan soal uang, pasti selalu ada jalan keluar. Tapi perencanaan pun adalah salah satu dalil-Nya yang harus dilakukan, dan memperbanyak kebaikan pun ada dalil-Nya.

Semenjak liburan sampai sekarang aku doyan tidur. Terutama tidur siang. Mumpung hari liburan sebelum hari-hari kuliah yang dijejali dengan berbagai tugas. Aku harus memperbanyak baca buku lagi. Akan kubuat jadwal lagi waktu buat membaca buku Tafsir Fi Zhilal dan Al-Mishbah. Meminjam buku dari Bapusda pun diberlakukan lagi. Meski buku yang dipinjam tidak tamat bacanya, tapi bisa menambah referensi kosakata dengan membaca judul, tulisan sampul belakang, kata pengantar, dan membolak-balikkan halamannya.

Neng Titin meneleponku meminta dijemput. Segera aku tergopoh-gopong pergi ke depan kampus. Ia baru datang dari tasik membawa satu kardus yang lumayan berat. Membawa oleh-oleh dan terutama beras. Dikasih jeruk dan ikan. Waktu Maghrib pun tiba. Kami salat berjamaah di asramanya dengan bapak kosan sebagai imam. Bacaan salatnya tak dijaharkan. Bukan tidak sah tapi alangkah indah di sahdunya bacaan al-Fatihah disenandungkan mengiringi jelang malam. Bukan aku tak mau menjadi imam salat, tapi harus menghormati yang lebih tua. Menjadi imam memang berat, tapi kita belajar menjadi imam, menjadi pemimpin.

Setelah salat Isya sudah janji mau ke kosan Nazifa untuk mengambil resi SPP. Sampai disana kok gelap. Ternyata ia pindah kamar. Nampaklah dia membukakan pintu. Ia semakin terlihat cantik. Tapi aku ingin biasa saja menanggapinya. Perempuan bila dielu-elukan malah menjadi tinggi hati. Meski aku sangat mencintai dan menyayanginya, tapi mulai sekarang aku tak ingin menampakkannya lagi. Aku ingin biasa saja bersikap padanya. Terasa menjemukan dalam menunggu. Kenapa aku tak bisa berpikir bahwa ada seseorang perempuan yang lebih baik darinya. Aku bisa berpikir begitu, tapi perlu waktu.

Pergi ke kampus di hari pertama kuliah, aku gak membawa buku bacaan. Karena memang diniatkan buat bercengkrama dengan teman-teman. Tapi ternyata banyak waktu luang dan kebanyakan ngobrol ngalor-ngidul. Tapi sangat bermanfaat buat keakraban, tapi terlalu berlama-lama hanya membunuh waktu. Semoga saja dari setiap pembicaraan bisa mendapat manfaat yang bisa diraih buatku.

Kuliah teknik penulisan laporan dari pak Anton Athoillah, ketua jurusan MKS. Beliau pandai memberi inspirasi dan memotivasi. Selalu memberikan pembicaraan yang menarik dan bisa menjadi perhatian semua. Beliau memang pakar manajemen dan marketing. Beliau sudah lama malang melintang di kedua bidang itu di perusahaannya sendiri. Sudah sewajarnya ia bisa mengarahkan anak didiknya supaya bisa faham dalam bidang itu.

Pulang kuliah main dulu ke kosan Eka. Kami ke al-Masoem dulu membeli obat pesanan Ucum, Siti Sumaeroh teman sekelasku. Eka bilang dia sedang sakit dan sekalian aku ingin tahu kosan Eka dan Lia yang baru. Sekalian juga menengok ucum. Tapi di jalan Hani kena musibah tertabrak motor. Aku bingung mesti bagaimana menanganinya. Dia perempaun aku lelaki susah memberian pertolongan. Tapi akhirnya diboyong Eka ke tukang pijit. Hani dipijit kakinya sampai Maghrib. Kami memberi imbalan tukang pijit seikhlasnya sepuluh ribu. Entah kekecilan dan tak mungkin kebesaran. Memberi itu harus lebih besar, cuma harus memberi prioritas mana yang perlu pengeluaran besar.

Kamipun pulang. Hani diantar pacar barunya ke kosannya, sedangkan aku dan Eka pulang ke kosan Eka. Sekarang Hani pacarnya bukan lagi Robbi. Kenapa sih  harus iri dengan orang yang pacaran. Eka pun lagi dirundung masalah dengan pacarnya. Ia bererita sewaktu magang di Garut ia jadian dengan orang Garut. Kejadiannya sama sepertiku dan namanya sama seperti namaku. Masalah lain ada yang suka padanya. Cowok lain itu mempunyai masa depan tapi katanya tampangnya pas-pasan. Dia meminta pendapatku. Aku bingung menjawabnya dan solusi sebenarnya ada di Eka sendiri.

Sang adik, Lia pun sama sedang mempunyai masalah. Katanya tadi pagi dilabrak ma istri orang. “Aku selalu menghadapi perempaun yang penuh dengan berbagai masalah. punya pasangan atau pacar selalu ada masalah, jika tidak pun bermasalah”. Memang masalah dimana-mana. Tergantung bagaimana menyikapinya.

Sewaktu di kosan Eka, tiba-tiba handphone berdering. Niskala Yenyen dari Tasik menelepon. Aku pun bingung apakah aku telah memberi harapan padanya. Ia sangat cantik dan usianya enam tahun dibawahku. Tapi kenapa pengharapanku sudah pada cinta yang lain, sebelum bertemua dia. Ah, entahlah. Lebih baik kujalani saja setiap episode perjalananku ini.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori