Oleh: Kyan | 05/09/2006

Imam Khomeini dan Legalitas MKS

Selasa, 05 September 2006

Imam Khomeini dan Legalitas MKS

**

Tiba-tiba aku jadi bersedih. Meskipun sebenarnya bergembira seperti kawan-kawan kalau tak jadi masuk kuliah. Sudah dua hari kuliah belum pada ada dosennya. Aku tiba-tiba ingat pada dia, seseorang yang selama ini menjadi inspirasi dan kuharap cintanya. Sudah dua hari ini pula dia belum datang ke kampus. Aku tahu ia setiap harinya sibuk kerja dan pasti menemukan realita yang sebenarnya dan ada kebaruan yang dia dapatkan. Dipastikan selalu menerima informasi ilmu dan pengalaman baru. Sedangkan aku sewaktu gak ada dosen cuma bermain dan mengobrol yang kutakutkan tak memberi manfaat apa-apa.

Aku jadi iri padanya. Mungkin bukan pula iri, tapi kangen. Dia selalu terbang semakin tinggi sedangkan aku masih bertengger di sarangku. Apakah aku dan dia bisa dipertemukan bila dalam posisi berjauhan. Sekarang ia sudah jauh disana dan tentu telah bertemu orang-orang yang lebih dariku. Aku semakin cemburu pada orang-orang yang mendekatinya. Sampai-sampai muncul di pikiranku, bahwa dia tak akan jadi milikku. Menjadi milikku ataupun tidak biarlah waktu yang menjawabnya.

Yang kuinginkan sekarang ia mencintaiku. Bukan aku menguasai dan memilikinya. Seolah-olah yakin dan pasti, jika ia mencintaiku aku akan menemukan bahagia selamanya. Padahal belum tentu apakah bakal bahagiakah bila bersamanya. Biarlah semua mengalir seperti adanya diriku ini. Aku bosan dilingkup terus dengan masalah ini.

Aku akan kemana setelah lulus nanti. Diapun menganjurkan aku pergi ke Pare. Bila aku jadi ke Singapore bagaimana hubunganku dengannya. Apakah dia akan kehilangan dengan kepergianku. Tak akan merasakah segala kerinduan jika lama tak bertemu. Buatku buat apa jika bertemu hanya menambah kepenatan saja. Kenapa juga aku bisa berpikir yakin ia mencintaiku. Pikiran yang diada-adakan saja.

Terasa kosong saja kehidupan yang melingkupiku. Kusibukkan diri memaca buku Imam Khoimaini. Bahasannya tentang ria, terutama ria dalam ibadah formal ritual. Dikatakan sungguh merugi jika mengandalkan amalan hanya dari amal ibadah formal ritual. Karena akan selau terjerat dengan sifat riya. Syaitan akan selalu mencari celah untuk menggoda manusia. Dengan mengandalkan pada ibadah formal, bahwa aku telah merasa sudah melaksanakan kewajiban, dan disebutlah aku sebagai orang taat beribadah, munculah jentikan riya merasa jadi orang saleh.

Imam khomaini telah menjadi tokoh spiritual Wilayah al-Faqih Republik Islam Iran. Ada yang bilang ia boneka Amerika. Kenapa justu ia terang-terangan menentang Amerika. Orang selalu saja memberi justifikasi tanpa dipikirkan dulu fakta-faktanya. Banyak yang mengatakan justifikasi negativa. Menganggap perbuatan adalah untuk menentang musuh. Padahal sebenarnya ia sedang mendukung musuh. Banyak secara permukaan ia dianggap penentang utama, tapi itu skenario karena sebenarnya ialah pendukung utama.

Sebelum tidur kubaca buku tentang kreativitas. Kreativitas berhubungan dengan keberanian. Kreativitas adalah penyimpangan-penyimpangan yang diacungi jempol. Berani berbeda kadang dianggap positif, namun kebannyakan dianggap negatif. Aku pun telah berpikir negatif pada orang-orang yang menganggap negatif.

Akhir-akhir ini aku masih saja doyan tidur. Tapi memang terasa pada tubuhya jadi lebih fresh. Berbeda dengan waktu-waktu sebelumnya aku sering pusing-pusing dan di wajahku tubuh jerawat. Banyak tidur merasa waktu banyak terbuang percuma. Apalagi sekarang aku harus sungguh-sungguh belajar. Karena setahun lagi aku kuliah dan lulus. Kalau sudah lulus aku bingung mesti kemana lagi pengembaraanku. Apakah bisa mendapatkan pekerjaan dengan modal IP gede. Sedangkan aku sebenarnya tak bisa dan mampu apa-apa. Banyak membaca pun malah membuat semakin tidak tahu segala permasahalan. Bila melihat teman-teman kok mereka bisa dan semakin pintar saja dalam menyikapi sesuatu. Apakah mulai sekarang aku harus konsentrasi pada mendalami bidang sesuai jurusanku. Nilai pada gede tapi kurasa tak mampu apa-apa. Apakah ini dirasakan juga oleh teman-teman?

Aku harus mengumpulkan uang buat membeli komputer baru. Bulan November ingin sudah dapat membeli komputer Pentium empat. Aku harus menghemat uang. Jangan mentang-mentang mempunyai uang lantas dihambur-hamburkan buat membeli segalanya. Membeli buku pun harus yang sekiranya penting. Buku yang ingin kubeli adalah Tafsir al-Mishbah dan Fi Zhilal. Aku harus mengendalikan keinginan itu buat sekarang.

Kawan-kawan menerima ise tentang bagaimana legalitas MKS yang sebenarnya. Apakah sudah terdaftar di Dirjen. Teman-teman pada gelisah karena khawatir tak bisa melanjutkan ke luar UIN Bandung dan ijazahnya tak memiliki kekuatan. Aku melihat teman-teman khawatirnya berlebihan. Mungkin aku pun dalam menanggapinya berlebihan. Memang tidak puas dengan penjelasan Ketua Ajurusan bahwa mahasiswa prodi MKS adalah jurusan Muamalah, tapi prodinya MKS. Bukankah teman-temanku itu tak suka dengan kemapanan. Muamalah itu sudah terlalu mapan dan pantas saatnya direkonstruksi atau malah didekonstruksi. Aku tidak terlalu khawatir dengan masalah legalitas MKS. Karena masa depanku di tanganku sendiri, bukan pada izasah MKS. Tapi meminta penjelasan dari jurusan harus sesuati prosedur.

Permasalahan ini aku rasa semua mahasiswa MKS sudah pada tahu. Ini permainan isu yang kesiangan. Justru akulah dan kamilah yang harus lebih peduli dengan MKS. Bukan Johan yang tak tentu identitas MKS-nya. Dia hanya bergelut di perpolitikan kampus. Para politikus kampus hanya pintar mempermainkan isu demi kepentingan politiknya. Aku siap menghadapi isu yang mereka pergulirkan. Semoga isu yang mereka lontarkan semakin membuatku kritis dan mendewasakan pemikiranku.

Mulai sekarang akupun akan bergelut menjadi pemain. Aku ingin tahu bagaimana jadi politikus. Tapi apakah akan membuat konsentrasiku pada kuliah jadi pecah. Aku bisa membagi waktu. Dan aku tak akan terlibat pada hal-hal yang membingungkan. Aku bisa membawa diriku sendiri.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori