Oleh: Kyan | 07/09/2006

Terkenang Sahabat Cimahi

Kamis, 07 September 2006

 Terkenang Sahabat Cimahi

**

Baru kali ini aku bisa main ke sobat SMU-ku, Nofal Firdaus. Dia sudah tiga bulan bisnis handphone dengan modal awal 30 juta. Sekarang asetnya sudah 33 juta. Ditambah casing handphone seharga 10 juta. Dia orang kaya makanya tidak kuliah. Adiknya, Lukman jurusan Manajemen Unisba sudah tersibukkan dengan mengembangkan usaha kepunyaan ortunya. Bagaimana aku tidak iri dengan mereka. Teman-teman seusiaku sudah merintis usaha. Wajar mereka didukung oleh orang tuanya dan ada yang menunjukinya.

Akupun tak ingin kalah, aku sedang merintis Ayasophia. Mungkn bedanya usaha yang kujalankan hanyalah dagang. Karena ada perbedaan antara dagang dan bisnis. Tapi intinya usaha itu bagaimana caranya agar segala sesuatu bisa jadi uang. Berbeda dengan bisnis ia merupakan pembangunan jaringan. Selalu muncul pikiran iri dan minder. Tak ada yang bisa kuandalkan dan kuunggulkan. Aku tak menginginkan keadaanku yang sekarang. Tapi karena takdir aku harus begini. Begitupun dengan hidup, tiba-tiba saja aku terlahir ke dunia. Tak tahu apakah aku menginginkkannya atau tidak aku dihidupkan. Menjadi manusia pun selalu dijadikan tempat salah dan benar. Pilihan yang membingungkan. Menjadi manusia kadang bahagia kadang menderita. Kalau diberikan pilihan ketika aku lahir lebih baik jadi hewan saja aku ini.

Bertemu Fitrian Error tak jadi. Dia ada kuliah sampai sore. Aku memutuskan bertemu hari Minggu saja sekalian ke respesi pernikahan Sifa, adik-adikan di kelas tiga. Bahkan Fitrian tak tahu Shifa mau menikah. Bukannya dia yang selalu paling tahu tentang info terbaru teman-teman SMU. Mereka sekarang sudah tersibukkan dengan aktivitasnya masing-masing. Mungkin hanya aku saja yang selalu diam.

 Pulang dari Cimahi, sewaktu di alun-alun Bandung tadinya akan kusempatkan main ke Kurnia Agung. Tak jadi karena tanggung harus segera pulang. Muncul kenangan ketika berkunjung ke sana dengan seseorang. Lalu kehujanan dan terpaksa berdiam dulu di beranda Mall menunggu hujan reda. Sebuah kenangan langka yang tak akan terlupakan. Sebenarnya banyak kisah dan kenangan dengannya berdua. Sewaktu pulang dari Cibinong habis Maghrib sambil hujan-hujanan pula. Terlalu banyak kisah tapi tetap saja tak memuaskanku karena dia belum mengatakan yang sejujurnya ia mencintaiku atau tidak. Kurang apa lagi dia dalam memberi kesenangan keceriaan dan kebahagiaan padaku. Namun masih saja merasa tak disayangi.

Aku malah selingkuh sewaktu magang di Tasik. Entah apa itu sekedar pelampiasan karena ia tak memberi kepastian atau dasarnya laki-laki sering merasa tak cukup dengan satu cinta. Karena dia tak memberikan kepastian, jadinya aku terlempar ke pelukan dan bercumbu saja dengan perempuan lain. Kurang apa lagi di terhadapku, hingga membuatku main serong. Aku telah mengkhianatinya.

Duhai, bidadariku. Maafkan adaku jika selama ini selalu mengkhianatimu. Mungkin selama ini kau tetap setia, sampai semuanya kau ceritakan padaku. Sekarang aku malah ingin lebih dekat lagi dengan adik kelasku, Sinta. Tak pernah puas aku ini. Teman-teman selalu bilang padaku bahwa kau tak menginginkanku. Cintaku bertepuk sebelah tangan. Tapi kenapa hatiku masih mengatakan lain. Dasarnya apa hatiku berbicara lain.

Sekarang lebih baik kusibukkan dengan rintisan usahaku. Aku masih belum yakin dengan pembenahan Ayasophia. Rencananya mulai sekarang bagi setiap peminjam buku diharuskan membayar. Dan yang berhak meminjam adalah yang terdaftar dengan membayar uang pendaftaran sepuluhribu. Pinjam satu buku seribu selama dua minggu. Bukan kenapa-kenapa pemberlakuan ini agar Ayasophia berkembang dan hasil dari administrasi itu bisa menambah koleksi atau asetnya. Selama dua tahun tak ada perkembangan yang signifikan. Aku masih merasa takut memberatkan dan takut tak ada yang mau pinjam buku. Karena tak diterapkan disiplin akhirnya mereka kalau pinjam buku yang aturannya dua minggu sampai berbulan-bulan malah sampai bukunya hilang.

Buku yang dipinjam malah cuma sekedar penunggu meja belajar. Jika sekiranya tidak sempat dibaca lebih baik tak pinjam. Karena mungkin bia disimpan di Ayasophia akan ada banyak orang yang membutuhkan. Aku harus yakin dengan pemberlakuan yang ingin aku berlakukan. Kebaikan harus dimanaj dengan baik. Ilmu itu harus dihargai dan kita mesti belajar disiplin diri. Bukannya pelit tapi sudah berbulan-bulan bukuku gak dikembalikan. Kalau dibaca sih boeh-boleh saja. Masa buku setebal itu bacanya sampai berbulan-bulan. Karena mereka tidak mendisiplinkan diri. Kurasa seolah-olah mereka tak menghargai ilmu. Akhirnya aku membuat surat pada peminjam supaya segera mengembalikan buku. Aku harus yakin dengan apa yang kulakukan bahwa ini benar dan demi kebaikan.

Aku pun ingin lagi membenahi soal perencanaan hidup. Ingin kubaca buku secara tuntas buku karya Marwah Dawud Ibrahim. Perencanaan hidupku harus benar-benar jelas dan terukur. Tapi apa yang telah kulakukan dan kudapatkan awalnya hanyalah mimpi yang menurutku tak mungkin. Namun akhirnya menjadi mungkin. Makanya jangan pernah berhenti bermimpi. Aku harus percaya diri dengan mimpi-mimpiku. Apa sih yang tak mungkin di dunia ini. Bahkan gunung pun bisa digeser. Makanya peliharalah harapanmu itu.

Mulai semester lima ini aku harus bisa menyempatkan waktu buat mengulang pelajara kuliah di manajemen, keuangan syariah. Aku harus menguasai ketiga bidang itu. Buku-buku yang berhubungan dengan ketiganya harus kubaca secara lengkap. Aku bisa menguasainya. Rasa ketidaktahuan itu hanyalah perasaan manusia yang haus ilmu. Memang manusia harus merasa lemah karena atas karunia-Nya dan hanyalah Allah yang maha tahu dan patut bersombong diri. Manusia itu lemah.[]

**

 


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori