Oleh: Kyan | 04/10/2006

Kekasihku Adalah Buku

Rabu, 04 Oktober 2006

Kekasihku Adalah Buku

**

Pikiran dan perasaanku selalu dipenuhi dengan buku. Sampai dalam keadaan salat pun terus terang aku ingat pada buku.  Semoga saja dengan buku jadi ingat pada Allah. Buku kan pintu gerbang untuk mengenal Allah. Kitab qauliyah. Aku selalu memikirkan ingin membeli buku ini-itu. Apakah ini budaya konsumtif. Membeli buku bukan berarti mengeyam ilmu. Karena ilmu hanya diperoleh melalui proses tirakat, dan membaca ada salah satu maqamnya, dan membeli adalah permulaannya. Sekarang baru sebatas ingin membeli buku, bukan menelurkan karya. Karena aku belum kaya gagasan. Maka perlu sekali pengayaan ilmu lebih banyak lagi. Semangat keingintahuanku akan terus dipupuk dan dipelihara.

Aku begitu cinta pada buku. Buku adalah kekasihku. Sudah menjadi kesenangan dan kegairahan tersendiri, yang menimbulkan hasrat terdalamku, sehingga menjadi lupa atau terlupakan dengan persoalan cinta pada perempuan hanya karena buku. Aku lebih baik terlenakan dengan buku daripada harus memikirkan problematika soal perempuan, yang terkadang membuang waktu dan sangat menyita pikiran. Akalku harus kugunakan untuk meracik mimpi-mimpi dalam merajut masa depan. Aku harus menguasai bidangku.

Aku harus faham dengan sistematika rancang bangun ekonomi Islam.  Aku tahu baru sebatas bagian-bagian tertentu dari ekonomi Islam yang aku pelajari. Ibarat baru mengetahui kaki dan kupingnya dari keseluruhan badan hewan gajah. Aku harus menimba ilmu sampai kapanpun, sehingga mengetahui keseluruhan bagaimana itu hewan gajah.

Aku melakukan observasi ke tempat kantor perwakilan Gema Insani Pers di Cibaduyut. Ditemukanlah letak kantor distributornya dan disana aku membeli Tafsir Fi Zhilal. Begitu sampai di Cibaduyut, tadinya aku menyerah saja karena alamat pada peta tidak kutemukan. Tapi manusia diberi mulut untuk selalu bertanya. Alhamdulillah, kubeli sudah buku yang sudah direncanakan sekian lama. Muncul lagi keinginan untuk membeli buku lain. Kenapa sih aku begitu doyan membeli buku. Karena aku ingin mempunyai banyak referensi untuk memudahkan kajian ilmiahku.

Aku juga ingin membeli  buku Ringkasan Hadis Bukhari dan Muslim. Sementara perencanaan sebelumnya aku ingin buku Tafsir al-Mishbah. Kejanggalannya buku tafsir al-Mishbah pembagian jilid bukunya tak sama, ada yang tebal ada pula yang tipis banget. Jadi secara estetika kurang indah. Tapi intinya untuk jangka pendek aku harus membeli buku seharga satu juta dari uang beasiswaku, untuk memenuhi janjiku dulu sewaktu menyerahkan persyaratan beasiswa. Uang dari beasiswa Supersemar semua kubelikan buku.

Bila sudah terpenuhi, rencana selanjutnya ingin membeli komputer, yang sudah mendesak kegunaannya. Semoga targetku bisa tercapai. Penyusunan Tugas Akhir pun harus sungguh-sungguh dikerjakan. Biarpun masih bingung apa yang mesti dikerjakan dan ingin kemana setelah lulus nanti, yang penting perjalanan hari-hariku memiliki kepastian demi masa depan. Aku ingin selalu berbuat terbaik saat ini setiap hari demi hari. Kulawan segala bentuk kemalasan. Semangatku untuk menyongsong masa depan dengan senyuman rekah menawan. Janganlah membuang-buang waktu percuma.

Benar kata Hasan al-Banna bahwa kewajiban lebih banyak daripada waktumu. Bisakah dalam setahun ini aku menguasai secara komperensif ilmu ekonomi Islam dengan segala instrumennya. Sudah dua tahun kuliah di MKS tapi aku merasa belum mendapatkan apa-apa. Apakah karena jarang membaca buku-buku dan koran yang menyangkut ekonomi Islam? Selama setahun ini mungkin aku tersibukkan dengan membaca buku-buku filsafat, tasawuf, politik, motivasi dan buku lainnya. Sementara buku-buku ekonomi terabaikan. Padahal bidangku harus mampu pada ekonomi Islam. Sekarang harus lebih banyak menelaah buku-buku ekonomi Islam. Aku harus jadi sarjana ekonomi Islam. Aku harus jadi pakar ekonomi Islam.

Tapi agar jadi manusia multidisipliner dituntut serba tahu. Jadi aku akan membaca semuanya dalam waktuku yang cuma 24 jam setiap harinya. Semua orang dulu sampai sekarang diberi waktu sehari 24 jam dan mereka bisa menghasilkan sebuah karya. Supaya efektif  mau gak mau aku harus memilih konsekuensi pilihan. Ingin jadi apakah aku ini sebenarnya. Ingin mampu di bidang apa sesuai minat dan bakatnya atau dipaksakannya. Karena kuliah MKS maka harus mampu paham dalam bidang MKS. Waktu yang sekejap itu harus digunakan untuk menelaah menggali bidang MKS dan hal-hal lain mesti di belakangkan. Aku harus memiliki tujuan yang difokuskan. Aku harus memegang impian yang akan direalisasikan.

Ibnu Sina ketika berada di perpustakaan yang amat lengkap, beliau hanya membaca literatur yang dibutuhkan. Menurutnya jika dibaca semua buku yang ada di perpustakaan itu, maka usiaku dari kecil sampai tua akan habis buat membaca. Tak akan habis dibaca buku yang memenuhi perpustakaan itu. Hal ini mengindikasikan bahwa perpustakaan itu sangat lengkap. Dan memiliki fokus pada pencarian informasi yang akan digali, yang tidak setenagh-setengah melakukannya. Aku harus memiliki titik tujuan sebenarnya aku mau apa.

Dua hari ini inginnya marah terus. Kemarin ke BPS mau mencari data, pas datang kesana bukanya cuma sampai jam satu siang. Sudah jauh, sudah panas-panasan, dan keluar ongkos lumayan tapi tak mendapatkan apa-apa selain rasa amarah yang tak tertahankan. Ini pejabat saat Ramadhan aktivitas kerja malah dikurangi. Seharusnya lebih giat dalam melayani masyarakat. Memberikan pelayanan juga termasuk ibadah, bukan sekedar salat dan mengaji.

Tadi ke Fakultas Syariah harus bolak-balik membetulkan surat pengantar wawancara. Salah terus, harus diperbaiki. Spontanitas aku marah di depan orang-orang fakultas syariah, “Birokratis ribet banget”. Tapi kuperoleh hikmah. Aku membaca saja koran di perpustakaan Fakultas dan tahu bagaimana cara mendapatkan buku gratis.[]

**

 

 


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori