Oleh: Kyan | 06/10/2006

Office Channeling Sebagai Pilihan

Jum’at, 06 Oktober 2006

Office Channeling Sebagai Pilihan

**

Mau aku mencoba mengajukan proposal pengadaan buku ke penerbit buku. Penjaga perpustakaan fakultas bercerita pernah mendatangi tokoh-tokoh nasional dan kantor-kantor kedutaan untuk mengajukan hibah buku. Mereka tanpa berpikir-pikir langsung memberikannya. Aku kalau ingin seperti itu harus datang ke Jakarta. Mereka memintanya dengan bercakap-cakap berbahasa Inggris dan Arab. Memang kalau sudah mahir dua bahasa tersebut, selain mudah memperoleh kerja, beasiswa pendidikan ke luar negeri akan banyak peluang.

Mungkin aku belum sepenuhnya kerja keras dan tekun belajar kemampuan bahasa. Waktuku tinggal setahun lagi kuliah. Tiga pilihan setelah lulus dari MKS, yakni melanjutkan ke S1, pergi ke Pare, atau langsung kerja. Kerja pun masih bingung antara memilih di Bandung atau pergi ke Batam. Aku masih bingung dengan langkahku sendiri. Ah, yang penting setahun ini aku harus optimal, sungguh-sungguh belajar, menggali ilmu ekonomi dan segera membeli komputer Pentium empat. Pemenuhan janji membeli buku seharga satu juta harga normal, untuk menambah koleksi mau mengajukan proposal. Aku tidak akan mendapatkan bila tidak meminta. Uangku akan kutabung buat membeli komputer. Persiapan kuliah lagi atau pergi ke Pare pun belum ada tabugan sepeserpun.

Aku harus sigap dan disiplin. Membangun kedisiplinan dengan segera mandi dan berangkat ke Cimahi. Meskipun jauh harus tetap kutempuh demi sebuah tugas dosen agar mendapatkan ilmu. Aku mendatangi BPR Kerta Mulia dan BSM. Aku disambut baik oleh mereka. Aku tidak marah-marah lagi seperti kemarin sewaktu di Bank Bara dan Fakultas. Kesal karena merasa jerih payahku kurang dihargai. Sifatku “keukeuh” jika ingin mendapatkan sesuatu harus segera kudapatkan.

Dalam keadaan terik matahari yang menyengat kulitku, aku melangkah gontai mencari kantor-kantor bank yang ingin aku wawancarai. Aku harus menikmati proses dan itu perlu perjuangan. Pulang dari Cimahi jam duabelas dan di Damri aku tertidur pulas. Sampai Cibiru jam setengah dua. Aku berjalan cepat langsung ke kosan. Di jalan entah siapa ada perempuan yang mengajakku senyum. Mungkin ia kenal tapi tak begitu kupedulikan.

Ketemu pula dengan Ibu Rosleni. Ternyata beliau masih ingat padaku. Dosen tercantik yang aku temui sewaktu semester satu. Sekarang aku sudah semester lima, baru ada lagi dosen perempuan diantara semua kaum adam. Padahal selama ini yang kutemui dan yang pintar itu kebanyakan perempuan. Komunitas-komunitas dipenuhi pula oleh perempuan. Mereka pada kemana? Mereka yang kuliah aku melihat sangat didominasi oleh perempuan. Tapi yang duduk di instansi, menjadi dosen di kampus, atau dimana akhirnya mereka. Dalam proses perempuan yang dominan, setelah jadi laki-laki mendominasi.

Aku ingin segera selesai mengerjakan tugas laporan tugas akhir. Begitu susahnya merancang tulisan BAB Pendahuluan. Aku akan mencoba mengangkat soal Office Channeling (OC) yang merupakan kebijakan terbaru BI untuk mendongkrak market share perbankan syariah yang baru 1,6 persen sejak tahun 1992 dari total aset perbankan nasional. Melalui kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan penghimpunan DPK perbankan syariah.

Namun apakah mengambil tema ini tidak terlalu dini. Soalnya kebijakan ini baru dikeluarkan sejak Januari 2006. Apakah pembahasan OC sudah banyak, termasuk karya tulis ilmiah dan buku. Kalau belum aku bakal mendapat kesulitan dalam mendapatkan referensi. Aku baru mendapatkan referensi hasil surfing di internet. Jikapun belum ada karya ilmiah yang membahas OC, aku bakal jadi orang pertama yang mengangkat tema itu. Dan nanti bisa dilanjutkan oleh orang lain. Kalau kebijakan ini dikeluarkan sejak Januari 2006 tentu wacananya sudah ada sebelumnya. Tapi sejak kapan? OC ini hampir sama dengan Two Window Banking di Malaysia. Tapi adakah perbedaaannya, tapi apakah perbedaan yang mendasar? Bagaimana jika masalah yang akan diangkat mengenai perbedaannya dengan Two Window Banking Malaysia dan tinjauan fiqh muamalahnya.

Tapi katanya harus dihubungkjan dengan aspek keuangannya. Kukira tema yang diangkat sudah pas dan bakal berhubungan dengan aspek pencatatan keuangan yang tidak tercampur antara keuangan syariah dan konvensional. OC ini diharapkan dapat meningkatkan aset perbankan syariah. Tapi apakah OC ini sudah dilakukan oleh bank-bank konvensional yang ada UUS-nya. Mungkin di Jakarta sudah ada, tapi di Bandung dimana? Aku harus mengkonsultasikannya dengan dosen. Aku akan menemui pak Eri Novari untuk bertanya apakah tema yang akan kuangkat layak dilanjutkan. Aku harus berpikir mendalam.

Ya Allah. Tambahkan ilmu dan limpahkan rezeki yang berkecukupan pada kami. Titipkanlah pada kami ilmu yang bermanfaat agar keberadaan kami di tengah-tengah umat-Mu bisa memanfaatkan segala potensi alam dalam rangka pengabdianku pada-Mu. Saat ini aku begitu kesulitan dalam menyusun tugas akhir. Engkaulah maha segala tahu apa yang hendak kami lakukan. Tujuan kami hanya ingin segera menyelesaikan kuliah, bisa bekerja, membahagiakan orang tua, dalam naungan rahmat-Mu. Tiada daya dan kekuasaan melainkan dari-Mu. Aku ingin memiliki sedikit ilmu-Mu agar bisa mengabdi pada-Mu. Tanpa ilmu-Mu aku tak bisa berbuat apa-apa.[]

**

 

Iklan

Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori