Oleh: Kyan | 31/10/2006

Hibah Buku Dari Penerbit Mizan

Selasa, 31 Oktober 2006

Hibah Buku Dari Penerbit Mizan

**

Syukur alhamdulillah Mizan memberiku lima judul buku. Bukunya bagus meskipun edisi lama. Mizan setiap aku mengirim surat, ia selalu cepat tanggap. Segera dibalas dengan wajar. Mizan memang penerbit Islam terbesar di Indonesia. Ada pula panggilan dari penerbit Jakarta, tapi gak keburu keangkat teleponnya. Buku yang dikasih Mizan: Fatwa M Quraish Shihab Seputar Alquran, Suara Hati Suara Rakyat Indonesia, Catatan Politik Eep Saepullah Patah, Pengantar Epistimologi Islam, dan Spiritualitas Cyberspace.

Hari ini kumulai mengerjakan tugas kuliah. Menyusun makalah memang sudah biasa, tapi penuangannya dalam tulisan sangat memeras otak. Bukannya aku mempersulit tapi jangan asal-asalan. Memang aku menganggap mudah segalanya, karena cepat atau lambat sesulit apapun tugas itu selesai juga kahirnya. Tapi harus fokus dalam pengerjaanya. Berdasarkan pengalaman bila diiringi dengan musik yang ada teks syairnya terkadang memecahkan konsentrasi. Jika dalam mengerjakan sesuatu, bila ada orang di sampingku atau memperlihatkanku, merasa terganggu atau kikuk. Entah apakah ini sekedar perasaan dan bakal benar jika pikiran berpikiran begitu. Aku harus segera menyelesaikannya, ada orang atau tidak.

Teman kosanku ada yang datang hari ini. Mahbub orang Sukabumi. Kemarin Ahmad dari Tasik Cipatujah. Kemudian Said dari Sukabumi. Mereka datang lebih awal datang katanya karena ada mata kuliah pak Cik. Memang dosen yang satu ini termasuk dosen yang disegani dan ditakuti. Beliau dosen teladan. Beliau memang berdisiplin. Tapi untuk saat ini bukannya masuk kuliah Senin depan, bukan Senin sekarang. Kalau aku selaku mahasiswanya akan protes. Mahasiswa pun harus tepat waktu dalam mengumpulkan tugas. Dosen pun harus mengukur waktu dalam memberikan tugas. Mahasiswa bukanlah mesin yang seenaknya diberikan tugas yang menumpuk. Semuanya harus proporsional. Menjadi mahasiswa, belajar dalam proses mendapatkan sesuatu. Tapi banyak mahasiswa yang ingin mendapataknnya secara instaran.

Puri Rahmawati hari ini datang ke kosanku. Mau mengerjakan tugas Modal Ventura. Dia membawa makanan buatku. Seharian dia di kosan dan ia banyak cerita tentang dirinya, termasuk kisah cintanya. Satu tugas pun belum selesai. Apakah karena aku menunda-nudanya? Iis meminta diketikan Bab Pendahuluan tak menyita waktu. Apakah ke Mizan mengambil buku menyita waktu. Aku kebanyakan nonton TV dan tidur larut.

Makanya setelah salat subuh tidur lagi dan bangun jam delapan. Dalam liburan aku belum bisa mendisiplinkan diri. Sudah hari Selasa belum satupun tugas yang selesai. Hari ini terhabiskan waktuku buat mengedit pendahuluan yang bakal dikirm lewat e-mail. Dan aku bakal mengirim proposal pengadaan buku ke beberapa penerbit Islam. Aku jadi berpikir bagaimana kalau mengajukannya ke lembaga zakat. Tapi apakah ada dana yang belum tersalurkan? Indonesia adalah negara miskin, membutuhkan dan buat makan rakyatnya. Tapi jangan memberi ikannya, tapi kailnya. Buat pengadaan buku adalah investasi jangka panjang, sedangkan mengisi perut adalah kebutuhan mendesak. Semua harus seimbang adanya.

 

Untuk menjadi sehat aku harus membiasakan diri hidup sehat. Makanan yang sehat, tempat tinggal yang bersih, dan berolah raga yang teratur. Olahraga yang kusukai adalah renang. Aku hanya merutinkan renang dua minggu sekali di Bara Manglayang Cibiru. Akupun ingin fitness setiap hari atau sekali dua hari. Tapi resikonya harus banyak makan. Dan tentu harus keluar dan besar pengeluaran. Bagaimana buat beli komputer baru. Keuangan harus diatur sedemikian rupa agar semuanya bisa dilaksanakan. Hidup hemat dan disiplin diri.

Akupun harus ke Bank Muamalat buat mengecek saldo Shar-E tabunganku. Melakukan kroscek pengurangan saldo Rp.150.000,- Meski kata orang lain itu kecil, tapi itu adalah hasil jerih payah mandi keringat ibuku, aku harus memperjuangkannya. Tapi untuk kesana memakan waktu dan waktuku harus kugunakan buat menyelesaikan tugas. Maka mulai hari ini aku harus mulai berdisiplin diri. Tidak nonton TV dan tidur. Bila aku gak bisa mengatur diriku sendiri, bagaimana mengatur orang lain, mengatur keluarga atau perusahaan. Semua memerlukan belajar dan belajar.

Membaca buku harus disempatkan setiap hari. Dan menulispun begitu. Tak akan menyesal menyempatkan waktu untuk menulis. Aku telah merasakannya. Cuma kelamaan menulisnya. Harus satu halaman setiap harinya. Disiplin diri. Setelah ini aku harus mengerjakan tugas sampai selesai.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori