Oleh: Kyan | 02/11/2006

‘Lam Yalid Walam Yulad’

Kamis, 02 November 2006

‘Lam Yalid Walam Yulad’

**

‘Lam yalid walam yulad’, mengandung makna filosofis: Dia tidak mengada dan tidak diadakan, dibandingkan pengertian biasa, yaitu ‘dia tidak beranak dan dilahirkan. Karena makna ini dapat membawa pemahaman filosofis atau bagi mereka yang mempelajari filsafat eksistensialisme. Bahwa yang mengada pasti tidak ada (nothing, nihil). Mengada adalah becoming (menjadi), artinya selalu mengalami perubahan dan itulah makhluk atau yang diciptakan.

Seperti kita tidak bisa melihat bayi secara terus-menerus sebagai bayi. Karena dalam waktu kemudian bayi itu bukan bayi lagi. Tapi sebagai anak lalu menjadi dewasa, lalu tua dan mati. Sedangkan adanya Tuhan itu “Being”, tetap ada, tidak berawal dan tidak berakhir.

Becoming menuju Being. Manusia mengada atau menjadi atau menuju kepada-Nyalah semua yang hidup. Menuju dengan tunduk penuh kepasrahan dan itulah Islam. Semua para nabi dan rasul membawa risalah Islam, yakni menyuruh umatnya supaya pasrah pada Tuhan. Semua agama mengajarkan demikian. Tidak ada pengkavling-kavlingan agama sampai saling rebut penumpang, supaya bisa memasuki agamanya.

Lalu Islam yang difahami sekarang sebagian terjebak dalam pemahaman yang sama, yaitu main rebutan penumpang. Sehingga ketika ada orang masuk Islam (muallaf) berbahagialah ia menyambut saudara barunya. Merasa takjub dengan pencarian kebenarannya bahwa agama sebelumnya sesat dan menyesatkan.  Maka menjadi tenarlah ia dengan menjelek-jelekkan agama sebelumnya dan umat Islam mengamininya.

Beragama tak ada beda kalau sekedar pelapalan saja. Sedangkan bukti kepasrahan dan permohonan pada Tuhan itu hanya dengan bukti nyata. Yaitu bersikap aktif dan berkarya untuk kemanusiaan. Lantas ditambah pula apologi umat Islam, “percuma berbuat kemanusiaan tanpa didasari iman”. Mungkin pernyataan tersebut benar tapi makna iman itu sebenarnya apa. Iman bukan sekedar mengucapkan iman kepada Allah, kepada malaikat, Rasul dan Nabi, kitab, kiamat dan qada sadar. Tapi harus diresapi dengan kepasrahan kepada Allah saja. Tidak petantang-petenteng di hadapan manusia lainnya.

Dalam diri kita terdapat nur ilahi yang selalu menjaga. Kitab-kitab-Nya hanya sebagai stimulus penyingkapan tabir ilahi. Meneladani jalan hidup para nabi dan rasul itulah caranya. Kehidupan sebenarnya adalah peristiwa-peristiwa setelah kematian badan. Ada hukum kehidupan free will manusia yang nanti akan dipertanggungjawabkan. Ada iman sebagai landasan dalam setiap perbuatan. Supaya tidak keropos atau goyah goncang jiwanya. Karena manusia selalu berpikit sepenggalan, tidak menyeluruh, hingga mendapatkan pemahaman, kok dunia ini tidak adil, kok sudah berbuat segalanya tapi hasilnya masih nihil. Supaya dalam berbuat itu, tanpa pamrih hanya menginginkan keridhaan Tuhan, hanya itu risalah Nabi dan Rasul.

Banyak melakukan dengan kekuatan. Kekuatan hanya dapat diperoleh dengan latihan. Seperti berolahraga harus terus-menerus latihan. Maka hari ini aku renang dan kurasakan badanku terasa segar bugar. Aku harus merutinkan renang maksimal sekali dua minggu. Aku harus menggerakkan tubuh, mengolah tubuh, dan mendayagunakan tubuh. Sebab khasiat orang panjang umur, selain sehat jiwanya, tapi fisiknya selalu digerakkan. Gerak dan bergeraklah tanpa pernah diam.

Zaman modern dan postmodern membuat manusia banyak diam di tempat. Meskipun pikirannya bergerak kemana-mana. Aku mengerjakan tugas, badanku berada dalam ruang persegi 3×4 meter, sementara pikiran melayang-layang mencari gagasan bagaimana caranya agar tugas selesai. Bila bisa selesai satu tugas, maka bahagialah aku. Tugas masih menumpuk yang harus segera aku kerjakan.

Ibuku menyuruhku menganterkan uang ke Garut. Aku harus menyempatkannya di tengah kesibukan mengerjakan tugas. Aku harus patuh pada perintah ibu. Tak ada tugas yang sulit, semuanya mudah dengan kerja keras. Tapi resikonya karena tak pernah satu hari pun lewat aku selalu melototin monitor, muncul kekhawatiran mata minusku bertambah. Tak tahu apa penyebabnya mataku yang minus 0.75 selama lima tahun jadi 3.25

Ya Allah penglihatanku dan pendengaranku adalah milik-Mu. Aku terlalu banyak melihat dan mendengar maksiat. Aku tak pernah mensyukurinya maka ampuni hamba ini. Aku pun bermimpi entah siapa yang mengalami kebutaan. Aku tak ingin buta ya Allah. Jika benar bertambah minusku gara-gara banyak baca buku, itu dikarenakan semata-mata ingin mencari ilmu-Mu ya Allah. Aku selalu merasa bodoh dan semakin bodoh dibanding yang lain. Aku ingin tahu sedikit ilmu-Mu. Semoga Engkau tak membebani hidupku dengan beban yang aku tak sanggup memikulnya.

Sekarang sudah hari Rabu cuma satu tugas yang selesai. Aku tak boleh banyak melamun. Aku harus bisa menyelesaikan semuanya. Lalu akibat tugas selalu dipikirkan, jerawatku pada tumbuh lagi. Sewaktu liburan akupun heran, kok jerawatku pada sembuh. Tapi sekarang tumbuh lagi. Apakah gara-gara makan mie terus. Dan makan martabak telur. Begitu banyak makanan yang harus kupantang. Memang selama ini seabrek jenis makanan semuanya dilahap. Mungkin mesti ada salah satu jenis makanan yang harus dipantang. Jangan asal dilahap. Kalau tak ingin tumbuh bisul disana-sini harus pantang makan telur.

Kubaca sebagian buku-buku yang diterbitkan Mizan. Semuanya ingin kubaca andai banyak waktu luang. Aku harus selalu menyempatkan waktu untuk membaca, seluang sempat tidur dalam setiap hari-harinya, seluang makan minum dan mandi yang sudah menjadi kebutuhan setiap harinya. Tidur, makan, baca sudah merupakan kebutuhan untuk menunda kematian. Jadi teringat novel Misteri Semesat bahwa kita yang katanya hidup ini ibarat mimpi dalam tidur kita. Hidup ini mimpi, karena penuh khayalan. Dan ini baru sadar bahwa ini mimpi, ketika kita mati atau dimatikan. Ketika kita mati itu otomatis adalah terbangunnya kita dari mimpi hidup kita. Ini orang tercerahkan harus lebih dulu mati sebelum dimatikan.

Menurutku artinya hidup ini mimpi. Maka jangan terlena dengan fantasinya dunia dan kita harus memaknai hidup ini dengan berarti. Harus dibuat mimpi ini dengan hal-hal yang membuat bisa kembali pada-nya. Cepat-cepat menemui-nya.

Hari ini aku harus lebih banyak mendengerkan MQFM lagi.[]

**

 


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori