Oleh: Kyan | 04/12/2006

Pinjam-Meminjam Barang Kepemilikan

Senin, 04 Desember 2006

Pinjam-Meminjam Barang Kepemilikan

**

Setelah mencuci pakaian aku pergi sendirian ke pameran komputer di Braga. Ternyata ini hari terakhir, bukan hari pertama. Dian memberitahu aku salah informasi. Aku akan membeli monitor di Plaza saja nanti yang kira-kira seharga Rp 420.000,- Kalau di pameran cuma Rp 400.000,- Lagian kalau membeli sekarang uangnya belum ada. Pokoknya dalam minggu ini aku bisa memiliki monitor meski lebih mahal.

Pokoknya tahun 2007 aku harus punya komputer pentium 4. Terlintas juga aku pingin mempunyai sepeda. Tahun 2007 aku harus sudah punya penghasilan. Aku harus sudah bekerja. Aku ingin melanjutkan ke S1 dan pasti pembayaran  SPP-nya sekitar Rp 600.000,- Bagaimana diperjuangkan tetap Rp 300.000,- makanya laporan tugas akhir harus sudah selesai di tahu 2007. Aku harus mencari informasi perbankan mana yang sudah OC di Bandung. Aku akan segara menyelesaikan laporan tugas akhir. Aku tak akan bimbang dalam memilih bahasan ini.

Main di pameran cuma melihat-lihat saja. Banyak dipajang laptop, kapan aku memiliki laptop. Aku yakin aku bisa jadi eksekutif muda. Ya Allah, tunjukkanlah jalan untuk meraih segala impianku. Aku banyak merenungi diri karena tak tahu apa yang akan terjadi pada diriku esok hari. Aku tak ingin yang terjadi esok hari semakin buruk dibandingkan saat ini. Aku tak ingin mengulang kesalahan dua kali. Ya Allah, tunjukkan jalanku agar selalu dalam ridha-Mu. Aku ini lemah dan tak mampu apa-apa. Semoga segala cobaan yang telah menimpaku mendewasakanku. Segala cobaan yang ditakdirkan padaku aku bisa menghadapinya dengan sabar dan tawakal

Melawan kemalasan begitu berat. Tugas seminggu ke depan harus segera kukerjakan tapi di hari libur ini tak sempat saja untuk mengerjakan tugas. Selalu saja ada halangan. Menulis ini pun sangat menyita waktuku. Karena aku harus berpikir bagaimana menuangkan pikiranku ke dalam tulisan. Tapi katanya tak akan menyesal sudah menyempatkan waktu untuk menulis. Semoga ke depan catatan harian ini bisa bermanfaat secara materi dan nonmateri.

Aku hanya menulis dan menulis sampai kapanpun. Bermanfaat atau tidak aku hanya ingin belajar menulis. Idealisme dan juga materi. Mengisi hidup dan menyambung hidup. Buku yang telah aku beli dapat bermanfaat. Tidak hanya menyesaki ruangan kamarku. Aku merasa buku-bukuku yang kubeli belum bermanfaat secara optimal. Aku harus mengerjakan tugas kuliah sekarang.

Pokoknya insyaallah aku bakal membeli monitor untuk bisa menulis langsung pada komputer. Meskipun uangnya sebagian dari pinjam. Aku biasa pinjam uang ke Dian, Dudi, nenk Titin dan entah pada siapa lagi sahabat-sahabatku yang akan memberiku pinjaman. Kalau ingin kaya, pakailah uang orang lain. Tapi secepatnya pula harus dibayar. Hutang-menghutang adalah instrumen dalam distribusi kekayaan supaya harta tidak berputar diantara golong kaya saja. Islam memberikan berbagai instrumen dalam distribusi kekayaan demi kesejahteraan bersama.

Aku lihat orang lain biasa berbicara bercengkrama dengan atasan berlama-lama. Berbincang-bincang dengan dosen sampai ia merasa dekat dengan dosen. Tapi kalau aku sering merasa sungkan bercengkrama dengan dosen. Seolah-olah dalam urusan orang-orang gede. Pengaruhnya sekarang segan untuk bincang-bincang ngalor ngidul tak begitu penting dengan orang-orang di atasku. Inilah kelemahanku yaitu tidak bisa dekat dengan dosen. Tak bisa mencari muka atau menjilat atasan. Kalau ingin menunjukkan sang aku, aku lebih menonjolkan intelektualismeku bukan sekedar internalisasi yang penuh basa-basi. Mungkin karena iri hati melihat ada salah satu temanku bisa dekat dengan dosen. Ia biasa banyak ngomong ongkang-ongkang di luar kuliah. Memang hatiku kotor.

Tugas Statistik Bisnis, orang lain sudah mau selesai. Sedangkan kelompokku komputer Robbi malah bermasalah. Datanya hilang dan setelah mengetik lagi dan tak bisa disave lagi.  Pupus sudah hasil pekerjaan kami. Ada trouble di program SPSS-nya. Cd-nya dipinjam dan belum dikembalikan. Memang orang seenaknya kalau meminjam sesutatu. Tak cepat-cepat dibalikin. Aku suka merasa kesal kalau buku-buku atau apapun tak segera dikembalikan. Makanya kalau aku minjem sesuatu bila sudah selesai secepatnya aku kembalikikan. Pantang menggunakan hak milik orang lain berlama-lama.

Lebih baik aku berjuang keras untuk memiliki sesuatu yang aku butuhkan. Karena tidak mampu untuk membelinya sendiri. Aku khawatir jika aku meminjem sesuatu ke orang lain, meskipun ia rela memberikan pinjaman tapi ada sesuatu yang terdzalimi. Ia merasa terdzalimi karena terpaksa ia memberikan dan kita berlama-lama tak mengembalikan. Tapi manusia tak bisa lepas dari pinjam-meminjam. Tapi harus tahu hak dan kewajibannya.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori