Oleh: Kyan | 18/12/2006

Bacalah Kisah Masa Depannya

Senin, 18 Desember 2006

Bacalah Kisah Masa Depannya

**

Ada kenikmatan tersendiri merancang sebuah cerita yang dijadikan novel. Tapi apakah lebih baik belajar cerpen dulu sebelum ke novel. Sebab kalau membuat cerpen cuma beberapa lembar. Katanya wasiat untuk cerpenis muda dalam membuat cerpen, bahwa awal cerita harus diawali dengan kata-kata. Ungkapan atau alur cerita yang menarik pembaca. Sehingga pembaca tertarik untuk melanjutkan bacanya. Ceritanya harus unik dan berbeda dari kebanyakan. Jangan menceritakan sesuatu yang telah umum atau yang pernah diceritakan oleh pengarang lain.

Dalam cerita harus ada konflik, klimaks dan anti klimaks. Inti dari cerita adalah konflik. Dan penyelesaian atas konflik jangan sambil lalu saja. Cerita yang bagus adalah ketika penyelesaiannya diserahkan kepada pembaca. Masalah judul kita daftar sampai beberapa puluh, lalu nanti dipilih salah satu. Aku sedang belajar pada novel Ayat-Ayat Cinta. Kubaca sepenggal-sepenggal lagi ceritanya dan memang ceritanya sangat bagus. Aku terkesan dengan cerita dan ungkapannya. Kapan aku bisa membuat novel seperti tiu. Harus menjadi cita-cita menulis novel seperti itu.

Aku ingin bisa menulis. Mengirimkan artikel ke media saja aku belum pernah. Teman-teman banyak yang bilang coba mengirimkan tulisan ke media. Aku harus menyempatkan waktu untuk meriset tulisan. Apakah belum cukup referensinya. Buku-bukuku kebanyakan kajian-kajian keislaman dan sangat sedikit kumpulan cerita atau sastra.

Waktu SMU aku gak diberi suka pada novel. Andaikan ketika aku kerja di Gramedia, suka banget sama cerita, aku bakal banyak membeli buku cerita. Dulu aku lebih senang baca dan beli buku psikologi. Dan sekarang sudah mencapai titik kulminasinya dan enek pada psikologi. Karena psikologi populer hanya begitu-begitu saja. Tapi ingin setiap kata-kata yang kuucapkan bernada perenungan dan motivasi. Tapi aku sudah bosan membaca lagi buku psikologi. Sebab intinya motivasi sesungguhnya dari dalam diri kita. Positif dan optimis, dua kata utama. Sisanya berdoa.

Sekarang aku ingin membaca selain tafsir juga sastra. Aku ingin bisa menulis seperti orang-orang besar. Semua harus belajar dari awal. Harus dari dasar, dari nol. Kebanyakan penulis awalnya tak bisa menulis. Tapi mereka mau belajar. Tapi perlu waktu berapa lama sampai tulisannya bisa dimuat. Mungkin tergantung kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas dari orang yang mau belajar itu. Tak ada yang instan langsung menjadi besar.

Tapi katanya perempuan ingin serba instan. Ia ingin mendapatkan laki-laki yang sudah kaya dari segi harta dan ilmu. Namun niat kuat ke arah itu apakah tidak dihargai. Menurutku spiritnya yang utama. Tapi hasilpun mencerminkan proses. Mereka bisa sedangkan aku belum. Takdir jua yang kupersalahkan. Mungkin karena dia sudah menemukan kekasih hatinya, maka aku mulai melihat keceriaan di wajahnya. Sekian lama aku menatapnya, terlihat sedikit ada pesona. Mungkin gundahnya sedikit menghilang.

Setiap aku menatapnya dalam. Ketermanguan menyaksikan sejuta cinta yang telah pudar kini bersemi kembali. Semua hanya bisa diam membisu. Tapi akankah itu hanyalah sejuta mimpi. Semua yang telah terjadi aku ikhlas dan ridha. Semoga semua yang akan terjadi pun aku bisa ikhlas dan ridha. Itu semua adalah takdir. Bila merasa tak dicintai saat ini mungkin adalah baik bagiku untuk melecutkan motivasi. Berharap di masa menjelang aku bertemu seorang yang akan mencintaiku. Saat ini dan nanti aku akan mencintai sepenuh hati. Tak akan pudar untuk mencintainya sampai sisa usia. Semoga rasa yang sakit ini bisa terobati dengan kebahagiaan bersamanya nanti.

Terpikir nasihat dosen yang katanya untuk mencari pasangan hendaklah lihatlah masa depannya. Bukan saat ini yang belum punya apa-apa. Benar kata-kata wejangan itu. Tapi hidup ini bukan hanya masa depan, tapi saat ini pula apa yang mesti dikerjakan. Berkarya dan mencintai dengan penuh ketulusan. Jika seseorang tak mencintai, selain tak melihat akan masa depan, tapi cinta pun tak bisa dipaksakan. Karena itu adalah hak asasi setiap insan. Aku tak boleh melanggar hak itu. Tidak boleh memaksa agar dia mencintaiku. Karena itu pertanda aku tidak mampu meyakinkannya bahwa aku memiliki masa depan.

Dalam meyakinkannya pun semua atas takdir Tuhan yang maha membolak-balikkan hati, yang bisa memudahkan bicara ya atau tidak, semua adalah sebab izin-Nya. Aku bermohon pada-Nya karena aku dan dia adalah milik-Nya. Aku bermohon supaya diberikan kesabaran untuk bisa menerima semua itu terjadi. Aku pasrah dan rela menerimanya. Kudengarkan lagu berkata-kata cinta akan datang, jangan gelisah dan ragu. Berikan ia kesempatan untuk berpikir, nanti ketika ia sadar bahwa cintaku begitu besar. Ia akan kembali. Santai sajalah kau kini. Semua akan baik-baik saja.

Mencari cinta yang hilang. Katanya sekarang sudah ditemukan software untuk memanggil kembali file yang sudah dihapus dari Resycle bin. Jika fie-nya pernah dibuka tempo dulu dan tahu arsipnya entah kemana dan sekarang bisa dipanggil lagi. Aku jadi berpikir dengan perkembangan teknologi saja, bagaimana saat nanti di hari kiamat. Andaikan semua perbuatanku diperlihatkan, tak akan terlewatkan baik dan buruknya aku apakah aku tidak malu melihatnya. Bahkan dalam mata pun terdapat alat yang berfungsi seperti klise foto. Jika itu dicetak, akan terlihat semua kejadian yang menimpa orang itu. Perbuatan baik dan buruk akan dipertanggungjawabkan. Maka janganlah kau berbuat buruk, meski di sekelilingmu tak ada yang melihat perbuatanmu.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori