Oleh: Kyan | 30/12/2006

Hati Terinjak dan Otak Tidak Jalan

Sabtu, 30 Desember 2006

Hati Terinjak dan Otak Tidak Jalan

**

Ia sms padaku: Vian, kenapa kamu bilang seperti itu. Entarlah kalau ada waktu senggang kita mengobrol. Maaf sekarang banyak diam karena lagi persiapan untuk 2007 akan dibawa kemana langkahku. Muncul sms kedua: Vian, tak banyak aku temui teman sebaik, pintar seperti kamu, cuma aku percaya ini semua sudah ada yang mengatur. Hanya bagaimana persepsi kita terhadap yang di atas. Akan baik atau buruk tergantung kita. Aku tak bisa menafsirkan kata-kata itu. Tak jelas dan tak tahu aku membuat kesimpulan apa dari pesan yang dia kirimkan.

Untuk menyenangkan diri sendiri, bisa saja kutafsirkan bahwa sebenanrya diapun memiliki rasa. Tapi bisa saja sebaliknya bahwa rasaku bertolak belakang dengannya. Mungkin itu cuma kata-kata penghargaan basa basi, supaya mengurangi rasa sakitku. Karena ia telah mengecewakanku. Ia telah memfitnahku bahwa aku ini baik dan pintar, nyatanya aku ini bodoh. Kalau aku orang baik dan pintar, pastinya aku bakal disenangi dan dicintai oleh dia, oleh seseorang dan semua orang. Kenyataannya tidak seperti itu. Aku bukan orang baik dan pantaslah dia dan semua orang telah membuatku kecewa.

Mencari kesenangan menonton film dokumenter “Dampak Globalisasi Bagi Negara Berkembang”. Itulah fakta di lapangan. Aku sebagai mahasiswa masih terlena terlingkupi soal itu-itu saja. Oleh soal cinta palsu. Sesungguhnya masih banyak problema sosial yang harus segera dicarikan solusinya. Bangsa ini selalu diinjak-injak sejak dulu sampai sekarang dan aku masih diam saja berpangku tangan.

Saat ini kekayaan alam yang melimpah dieksploitasi dibawa ke negara-negara maju. Para buruh diperas dan tak dihargai lagi sebagai manusia yang punya jiwa kebebasan. Tapi tenaga dan jiwa mereka sudah menjadi mesin produksi kapitalis. Mereka para buruh kita sudah menjadi alat untuk memperkaya para pemodal. Benarlah yang kaya semakin kaya dan miskin semakin miskin. Aku jadi bingung untuk diri sendiri saja aku belum bisa membebasan dirku dari keterkungkungan. Aku belum bebas merdeka dengan urusan cinta. Sesungguhnya jiwaku belum merdeka apalagi membebaskan orang lain. Aku belum bisa memberi kebebasan atau pelempang jalan kebebasan. Aku masih berpikir tentang bagaimana caranya bisa unggul di mata orang.

Aku ingin menjual diri pada orang lain. Tetapi semua dalam pengertian positif. Aku ingin diriku tidak tersiksa. Setiap hari selalu memikirkan besok makan atau tidak makan. Aku ingin sesuatu bagaimana melakoninya dan bagaimana dalam meraihnya. Aku tak ingin kalah dan tak ingin pula mengalahkan orang-orang, karena hidup bukan perkelahian. Aku ingin kepastian dan keceriaan bersama sosok perempuan tersayang. Kenapa gejolak hati dan masa depan sulit kuhindarkan. Aku ingin mapan dan kebosanan. Aku ingin orang memandangku bahwa aku mempunyai sesuatu yang berharga. Bukan untuk sombong tapi ingin membuktikan bahwa akupun bisa meraih sesuatu yang dapat dibanggakan dan sebagai harga diriku. Aku tak ingin diinjak-injak terus. Itu saja.

Dan sakitlah yang teramat sakit. Seseorang yang sangat aku sayangi ternyata tidak mencintaiku. Bahkan dia sudah punya lelaki pilihannya. Tanpa tedeng aling-aling dia berkata padaku bahwa dirinya sudah punya cowok dan nanti mau dikenalkan padaku. Mengapa oh mengapa setiap kali aku jatuh cinta selalu bertepuk sebelah tangan. Kenapa aku tak pernah dicintai oleh siapapun. Ada apa dengan diriku sehingga membuat setiap perempuan yang telah aku cintai, tak ingin mencintaiku.

Padahal wajahku gak jelek-jelek amat, gak bodoh-bodoh amat, bahkan orang-orang selalu menganggap bahwa aku ini baik, bahkan dikatakan saleh, pintar, ganteng, kalau mau sombong. Maha suci Allah yang memiliki segalanya. Tapi kenapa aku tak pernah dicintai oleh perempuan yang aku cintai. Sudah beberapa perempuan yang telah menyakitku. Sudah begitu banyak cintaku tertolak. Kenapa nasibku selalu kuanggap buruk dan selalu membawa air mata. Apakah tak pernah kurasakan keceriaan dan kebahagiaan. Allah, kenapa selalu kurasakan sakit dan sedih hati in.

Ya Allah, berilah aku kesabaran dan ketabahan. Engkau punya rencana dan rencana Engkaulah yang terlaksana. Maafkan bila cintaku padanya jauh dari apa yang Engkau titahkan. Cintaku padanya telah terlumuri dan ternoda. Bersihkanlah jiwaku dan lapangkanlah hatiku. Angkatlah aku dari jurang keterpurukan ini. Sungguh aku cengeng di hadapan-Mu. Merasa kecewa seolah-olah Engkau tak berpihak padaku, pada makhluk yang lemah ini. Maafkan aku Tuhanku. Ampuni kesalahan dan kekhilafanku. Aku telah berprasangka buruk kepada-Mu.

Sekarang ini rasa sakitku sangat menyayat hati. Maka limpahkan cahaya-Mu padaku. Sinarilah ruang hatiku dan obatilah rasa sakit ini supaya hilang tanpa sisa. Berikan padaku cinta-Mu yang suci dan bening tiu. Cintakanlah aku hanya pada-Mu. Sebelumnya selalu kupikir cintaku pada-Mu terlalu abstrak, maka aku ingin mengkonkritkan dengan mencintai makhluk-Mu.

Maka aku mencintailah seorang perempuan. Namun perempuan itu tak mencintaiku. Salahkah aku bila mengharapkan cintaku terbalas dari perempuan itu. Salahkah aku meminta jawaban darinya. Salahkah aku bila merasa kecewa karenanya. Apakah aku tak menerima takdir-Mu? Allah, bukakanlah pintu hatiku supaya bisa menerima dengan lapang dada. Selalu diriku merasa lemah dan kalah. Selalu aku berpikir pesimis menghadapi segala cobaan dan cabaran.

Aku melihat orang lain dalam perjalanannya lancar-lancar saja, seperti mereka selalu merasakan kegembiraan dalam menempuh kebahagiaan. Sedangkan aku seulas senyum saja tak pernah kusinggungkan pada siapapun. Selalu ada air mata yang menderas, mengalir mengairi lembah-lembah kenistaanku. Ya Allah, ampuni dosa-dosaku. Hamba terlalu banyak salah dan khilaf, sehingga cintaku tanpa lagi dipenuhi Cinta Maha Cinta.[]

**

 


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori