Oleh: Kyan | 22/01/2007

Orang Miskin Dilarang Jatuh Cinta

Senin, 22 Januari 2007

Orang Miskin Dilarang Jatuh Cinta

**

Aku pun merasa bersalah karena tak bisa datang ke rumah Rieka. Kukirim sms padanya sampai beberapa kali tapi tak dibalasnya. Apakah dia kecewa dengan ketakdatanganku ke rumahnya? Apakah aku telah mengecewakannya karena mungkin baginya itu penting. Supaya aku tahu apa sesungguhnya yang terjadi, aku mesti menghubungi dia. Bagaimana aku bisa menelepon, sementara keuanganku sudah menipis. Sungguh untuk kepastian membutuhkan pengorbanan. Sebab cinta adalah pengorbanan. Dalam cinta perlu ada yang menjadi korban. Kenapa aku masih perhitungan menyangkut materi meski ini untuk urusan penting. Bila tak ingin berkorban untuk cinta, akankah memperoleh cinta di suatu ketika.

Sebab aku sadar diri dengan keuanganku yang masih disubsidi oleh ibuku. Maka tak ingin uang pemberian ibuku untuk kepentingan pribadiku. Tapi bukankah ini pun adalah demi masa depanmu sendiri. Karena hidupmu tidak tentram bila tak memiliki cinta. Untuk mengeluarkan seperak untuk menelepon sebentar saja terlalu banyak dipikirkan. Benarlah aku masih perhitungan, meski untuk menyelesaikan satu dari sekian permasalahan.

Bukan aku tak sungguh-sungguh ingin mencintai, tapi anak miskin sepertinya dilarang jatuh cinta. Justru disitulah bukti cinta yang bisa dicerminkan dalam pengorbanan untuk kekasih. Diperlihatkan pada sejauh mana pengorbananku untuknya. Sebuah pengorbanan, baik materi dan non-materi semua memberi tanda-tanda untuk menunjukkan cinta pada yang dicinta. Sebab cinta adalah cinta.

Biarlah sekarang kujalani saja hari-hariku. Akupun merasa bersalah karena gak sampai mengucapkan ulang tahun pada Rina, teman dekatku di SMU. Biasanya tidak terlewatkan setiap tahun selalu aku mengucapkan selamat ulang tahun. Tidak biasanya tak terlewati kecuali tahun ini aku mendadak lupa. Aku sampai lupa pada seorang perempuan yang sudah kukenal sejak dulu yang telah memberi perhatian.

Kalau mencari alibi, karena pada bulan ini aku sedang menjalani kejadian yang paling menggenaskan dalam hidupku. Sampai hal di luar diriku menjadi lupa total. Banyak aku mengalami ketidaksadaran diri, sampai hari ultah dia aku lupa. Dan nge-CM saja aku salah. Tampak saja kebodohanku. Memang aku ini bodoh. Biarlah orang-orang menganggapku bodoh. Buat apa harga diri jika hanya berlandaskan kebodohan dan kebohongan. Lebih baik menampakkan ketakmampuan daripada pintar tapi sombong atau pintar sebenarnya bodoh.

Lebih baik berjalan apa-adanya. Karena manusia selalu tak pernah lepas dari berbuat salah dan nampak konyol. Mungkin karena aku sedang tidak konsentrasi. Aku sedang main di warnet ditemani Neng Titin mencari bahan artikel pasar modal. Sampai Duhur kami di warnet dan harus segera pulang karena sudah banyak teman yang mau mengeprint. Pagi-pagi buta Uly Ajnihatin mengirim sms mau ikut mengeprint. Neng Titin mau mengeprint tugas Statistik. Dan ada anak-anak Asrama Kurnia pula.

Dasar bukan rezekiku, penghasilan sampai Rp 30.000,- tak jadi masuk kantongku. Tinta printerku habis dan aku tak punya uang buat membeli tinta lagi. Pinjam ke teman-teman gak ada yang punya uang lebih. Kenapa bisnisku tekor begini. Hanya Allah lah yang melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapapun. Aku sering mengalaminya.

 

 

Segalanya hari ini membawaku kesialan. Mungkin karena aku sudah mengecewakan Rieka dan Rina. Apakah ini cuma perasaanku saja. Yang pasti aku telah dikecewakan oleh Nazifa Angel. Kecewa dan mengecewakan sudah biasa terjadi pada diri manusia. Meskipun dirasakan sangat pahit. Sebuah perjalanan hidup yang bertepuk sebelah tangan. Dalam hidup manusia selamanya tidak akan selalu berjalan sebagaimana aku mau. Aku harus bisa menerima semuanya. Dari kebahagiaan sampai pada kepedihannya.

Sebab aku tak punya lagi uang, terpaksa rekening Tabungan Umat ditutup. Karena aku sudah tak lagi mempunyai bekal. Buat membeli tinta refil mencari pinjaman sampai kalang kabut. Syukur alhamdulillah aku jadi punya uang lagi dan remote TV tunnerku dijual agar aku tidak kelaparan. Asalkan sudah berusaha terlebih dahulu dengan berbagai cara yang halal. Allah tidak akan membiarkan makhluk-nya kelaparan. Apalagi bagi hamba-Nya yang selalu ingin mearih ridha-Nya.

Ingin selalu berbuat terbaik bagi makhluk lainnya, membela yang benar dan tidak takut berbuat salah. Sering aku berbuat khilaf dan merasa malu untuk mengakuinya. Semuanya kembali pada pikiranku sendiri. Pikiranku menganggapnya serius atau tidak, kembali pada pikiranku. Tapi jika melibatkan rasa, hal yang biasa saja akan menjadi yang luar biasa. Hal yang biasa-biasa saja akan menjadi hal yang paling dramatis dalam hidup.

Dan baru kali ini aku membuka buku untuk mencari jawaban dalam ujia UAS. Tapi tak sempat kutulis di lembar jawaban. Maka percuma saja aku berusaha mencontek mencari-cari jawaban. Ketika aku mengisi malah bukunya sudah diambil dia. Sampai akhirnya ketahuan sama pengawas. Pengawas menyuruhku supaya bukunya di simpan di depan. Ketika dia menyuruhku mengambilkan buku dan aku mengambilnya. Dan ketika kuserahkan ke dia, pengawas datang dan ketahuan deh.

Aku tidak slaah, cuma disuruh mengembalikan buku. Tapi aku tetap salah kenapa mau mengambil buku untuknya. Apakah ini demi cinta, karena cinta? Apa itu namanya hal yang salah pun berani dilakukan. Harga diriku tergadaikan demi dia, demi memperoleh secuil kasihnya. Kenapa aku berpikiran tidak apa-apa bagiku dengan kredibilitasku berkurang hanya gara-gara ketahuan mengambil buku. Kenapa aku tak bisa menolak atas semua keinginan dia. Cinta tak ada logika. Cinta itu buta.

UAS kali ini matakuliah Komunikasi Bisnis. Dan situasi memberi kami kesempatan mencontek. Di hari-hari sebelumnya aku tak mencontek. Aku selalu berusaha belajar sungguh-sungguh. Aku belajar serius dan ngapain juga nyontek. Namun akhirnya nilai idealisme digerogoti oleh berpikir pragmatis. Aku tak bisa lepas dari lingkungan yang mengharuskan aku masuk ke dalam lumpur kenistaannya.[]

**

Iklan

Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori