Oleh: Kyan | 11/01/2013

Genaplah Satu Tahun

Jum’at, 11 Januari 2013

Genaplah Satu Tahun

**

Genaplah, tepatlah satu tahun aku menjadi member AN. Setahun lalu aku mendaftar tanggal 11 Januari 2012 dan sekarang sudah 12 Janurai 2013.

Selama menjadi member, pernah kopi darat dengan tiga perempuan dengan inisial J, I, dan F. Dengan J bertemu dua kali, dimana pertemuan kedua sungguh mengecewakanku. Kuingin mengajaknya diskusi—maksudnya bincang-bincang—tentang hidup, tapi kupikir dia terlalu menyederhanakan sesuatu masalah. Aku yang melankolis dan sering baca buku-buku sosial budaya, banyak yang tak setuju dengan sikap perempuan seperti dia.

Mungkin benarlah otak laki-laki sungguh berbeda bentuk dan karakter dan kecendrungannya dengan perempuan. Mungkin selama ini aku tak benar-benar memahami bagaimana hati perempuan. Tapi nyatanya aku pernah sakit oleh perempuan, dan menyesal karena sudah mencuekan perempuan.

Dengan perempuan inisial I, hanya sekali aku bertemu dan itu pun kandas tak berlanjut. Lalu perempuan ketiga pernah dua kali juga aku bertemu. Sama nasibnya kandas tak berlanjut menjadi suatu hubungan yang diharapkan.

Akhirnya, setahun menjadi member AN, bosan juga aku dibuatnya. Sepertinya perempuan anggota AN ini serius gak sih ingin mencari kekasih sejati. Bila aku merasa kesendirian dan engkau merasa sendiri juga, kenapa kita tidak bersama sebagai pilihannya. Kenapa kita tetap mempertahankan ego masing-masing, yang demi mengharap dia yang ‘dianggit’.

Sejujurnya aku ingin kesederhanaan. Tapi setidaknya dia yang menjadi kekasihku itu, tampangnya sepadan denganku lah. Bukan karena sombong aku ganteng–pede buanget–tapi aku ingin ketenangan bersamanya.

Sampai hari ini masih tetap sepi dan sendiri. Dimana itu dia yang bersedia untuk saling melengkapi. Menunggu respon dengan pesan, komentar, tetap tak ada. Apakah aku seburuk itu tak menjadi harapan dan dambaan baginya. Kurangku apa sie? Tidak kaya, tidak bergaya, tidak punya kuasa?

Bosan aku.
Disudahi saja tulisan ini…


Responses

  1. ehm.. perasaan pernah juga baca yg senada dgn ini…

    jujur. sebagai perempuan aku juga tak mengerti jalan pikiranmu .. tapi memang pikiran dan selera itu berbeda-beda dan itu tak bisa dipaksakan.
    yang jadi pertanyaanku, bisakah kita berjodoh dengan orang yang cara pikirannya sama? andai bertemu jua pun memang kah memberi kebahagiaan yang panjang? sedang kebahagiaan itu “dibentuk” bukan dicari.
    pernikahan itu menyatukan perbedaan, karena perbedaan lah jadi saling melengkapi. pikiran dan sifat sulit di rubah, tapi di sinilah berusaha untuk saling memahami..

    Allahu a’lam

  2. disini memang hanya ada dentingan nada-nada sendu dan kemayu..mungkin yg aku cari itu aku yg dapat memahami dia dan diapun dpt memahami aku..yg kucari bukan yg punya pikiran sama, karena pasti setiap pikiran tak sama, apalagi bagi penganut relativitas…tapi di dekatnya aku merasakan suasana penuh nuansa.

    “kebahagiaan itu dibentuk” ungkapan seru..tapi intinya aku ingin segera menikah di tahun 2013 dan sudah itu saja..lantas kenapa seolah rumit menghadapinya, aku pun tidak tahu kenapa jadi begitu..tapi tunggu saja mbak El, secepatnya aku menikah di tahun 2013 ini..amin!


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori