Oleh: Kyan | 20/03/2013

Bagaimana Aku Mengenalmu, Kainda?

Rabu, 20 Maret 2013

Bagaimana Aku Mengenalmu, Kainda?

**

Assalamu’alaikum Kainda?…

Kuharap dan kuberdoa ketika engkau membaca pesan ini berada dalam kegembiraan yang tak terkirakan. Jikapun tak gembira, janganlah sampai merasa hambar dengan adanya pesanku ini. Bolehkan kan berhenti sejenak di tengah-tengah kesibukan mengajar, meresapi apa yang menjadi perasaan. Kuputuskan aku menulis disini—tidak di inbox—karena aku khawatir terjadi “khalwat” dan melanggar kesopanan bila tulisan ini tak diketahui yang lain.

Ketahuilah aku disini datang untuk “menyapa” yang semoga itu pintu kemuliaan. Ketahuilah aku ini lelaki diantara berbagai-bagai lelaki yang datang menyapamu, bahkan merayumu…ha. Tidak tahu kenapa akhir-akhir ini hatiku terpaut padamu. Desah nafas mengirama selalu menyebut namamu.

Daripada mati gentayangan, maka luapannya kucoba menulis saja sesuatu untukmu. Tapi ketika kugerakkan jemariku dengan maksud mengutarakan niat dan maksudku, pikiranku buntu dan otakku beku. Entah darimana dan bagaimana aku menuangkannnya. Segala kata seperti tak sanggup mewakili apa yang menjadi perasaanku.

Bahasa hati memang hanya dapat dimengerti oleh keterbukaan hati yang menerima dan percaya. Bahwa senoktah Mahabbah Tuhan dihembuskan menjadi anasir-anasir perasaan pada laki-laki pada perempuan dan sebaliknya. Dikatakan “mencintai itu meskipun”, bukan “mencintainya karena”.

Tapi mungkin terlalu dini kita bicara cinta. Dasarnya cinta itu suci, lantas bila terlalu mengubarnya malah mengotori kesuciannnya. Sebenarnya maksud tulisan ini kuingin hanya ada semburat cahaya di cakrawala mayapada.

Diantara bermilyar-milyar laki-laki dan perempuan di muka bumi ini, diantara ribuan laki-laki yang mengenalmu, Tuhan memberikan takdir padaku aku bisa mengenal namamu. Seperti termaktub dalam kitab-Nya, tugasku adalah untuk mengenalmu diantara perbedaan-perbedaan sebagai kebesaran-Nya.

Mungkin engkau mencari dan ingin menemukan seseorang yang sudah tertulis itu, dia yang dapat mengutuhkanmu, memberi ketulusan dan kehormatan. Entah engkau sudah menemukan tanda-tandanya ataukah dalam kebimbangan menentukan pilihan.

Tapi lebih utama adalah persahabatan dan meluaskan pergaulan di tengah-tengah kesibukan yang mana sering tidak ada waktu untuk menengok ke dalam. Kita dibuat seperti katak dalam tempurung di sumur. Melihat langit seolah seluas lingkaran sumur.

Sesungguhnya engkau berhak dan pantas menerima persahabatan dan cinta terbaik dari yang pernah ada. Maka untuk itulah aku datang menyapamu.[]


Responses

  1. semoga dia membacanya. 🙂


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori