Oleh: Kyan | 26/04/2013

Ikhlas Itu Lebih Baik

Jum’at, 26 April 2013

Ikhlas Itu Lebih Baik

**

Disaat pagi kupanjatkan syukur pada Allah karena aku masih diberi nafas hidup setelah semalam semanjak siang perasaanku sudah teraduk-aduk seolah tak kumengerti mengapa dan mengapa harus terjadi begini. Mengapa saat siang tanganku harus merogoh BB saat sedang bergegas menuju Masjid untuk salat Jum’atan.

Begitu kubuka BB malah menambah panjang ingatan dan permasalahan. Bermula karena ada pesan dari Kainda yang bilang terimakasih bahwa katanya aku sudah mau ikhlas dan tidak banyak bermasalah. Dia mengucapkan benar-benar berterima kasih.

Maka menyembullah lagi ingatanku padanya, tentang sakitku karenanya. Tadinya sudah kuniatkan sejak semalam sebelum tidurku yang tak karuan aku tak akan mengirim pesan lagi padanya. Tapi setelah dia mengirim pesan sekedar ucapan terima kasih, ini berdialektika tidak tahan aku ingin berkata-kata lagi padanya.

Kujawab, lalu yang Kainda khawatirkan memang apa? Apa karena ini saya bakal bunuh diri, atau menuntut dirimu karena selama ini waktu dan pikiranku tersita karenamu? Tidak Kainda. Saya punya iman dan yakin bahwa ada tempat terindah untukku suatu saat nanti. Saya tidak mengatakan bahwa ada seseorang yang bahagia di atas penderitaan orang lain. Saya pun akan buang rumusan Newtonian+1 bahwa seberapa besar engkau menolakku sebesar itu pula saya akan mengejarmu.

Tidak Kainda. Sebab darimu saya sudah belajar tentang berpikir terbalik dan memanipulasi perasaan untuk menemukan perspektif positif dari apapun yang terjadi. Saya masih bernafas hidup setelah semalam tanpa pijakan, sejak pagi sampai siang ini saya masih hidup. Dan ini cukup sebagai syarat aku harus tetap berterima kasih dan bersyukur.

Lalu jawabmu, bagus. Dan engkau mengatakan bahwa aku bukan satu orang dari orang yang terus meneror karena tidak menerima kenyataan. Kujawab bahwa saya tahu begitu banyak lelaki yang jatuh hati padamu. Dengan segala pesonamu laki-laki mana yang tidak terpana menatapmu.

Tapi bagaimanapun setiap laki-laki harus bisa menghormati pilihan dan keputusanmu. Aku dan mereka harus menyadari pilihan dan keputusanmu adalah hak teristimewa engkau sebagai perempuan. Meski bagi laki-laki mengenalmu hanya memberinya luka, sungguh cinta itu luka.

Mungkin pula banyak orang yang berpikir ini hanya sekedar mimpi atau ini rekayasa Kainda yang tak ingin banyak diganggu. Tapi aku, saya meyakini dalam setiap keputusanmu tidaklah gegabah mengambilnya.

Untukku, hanya Kainda pun harus dapat membantu saya untuk bisa menuju ikhlas menerima meski segalanya terasa pahit. Saya pun sudah mengirim pesan ke Ahmad Hafizh atau Apit yang jadi tunanganmu untuk mengucapkan selamat padanya karena sudah jadi pemenang bagi hatimu.

Kubilang padanya setelah Kainda memilihmu, Akhi memperoleh kepercayaan dapat menjadi seperti ayah Kainda menjaga Kainda. Dia memang pantas mendapatkanmu. Dan bagi lelaki yang kalah, bagi lelaki yang tak jadi pilihan salahkanlah dirinya sendiri kenapa tak punya kepantasan untukmu, untuk dapat menjadi pilihanmu.

Di permulaan perbincangan kita dulu topiknya adalah soal ikhlas, dan di akhirpun saya ingin segalanya disikapi secara ridha dan ikhlas. Semoga Allah menghembuskan nafas-nafas keikhlasan padaku. Aku bangga dan bahagia meski hanya mengenal namamu saja. Dan suatu ketika semoga saya diberi umur untuk dapat memandang pesonamu secara langsung. Meski dari kejauhan dan penuh hijab dan batasan.

Kuingin kenanglah bahwa diantara lelaki yang mengenalmu ada saya yang pernah menyapamu dan begitu besar keterpautan hatinya padamu.  Saya tak mengharapkan apa-apa selain Kainda memperoleh bahagia bersama-nya, dalam naungan-Nya.

Dan ini saya ingin mengklarifikasi saja, dengan semua ini saya tak bermaksud untuk mengiba cinta dan belas kasihanmu dengan banyaknya saya berkata-kata padamu. Tadinya saya sudah janji sejak hari ini dan selanjutnya saya tak ingin banyak berkata-kata lagi. Tapi karena Kainda yang memulai mengirim pesan, jadi menyembul lagi apa yang jadi pikiran dan perasaan.

Memang perlu saluran untuk segala kecewa dan putus asa supaya segera hengkang dan lenyap dari ingatan.Tapi juga tak bermaksud Kainda adalah tonk sampah atau recycle bin bagi sebuah file pikiran dan perasaan orang lain. Jadi mungkin sampai habis hari ini saya ingin menghabiskan kata-kata terakhirku dan setelah itu sudahlah.

Mungkin ada lelaki yang menyangka bahwa pertunanganmu itu rekayasa karena toh hanya dalam laman maya. Mungkin ada yang ingin ada bukti dengan segala fakta sebenarnya. Tapi sabda Rasul, janganlah berkata “andaikan”. Karena seolah itu tak meyakini bahwa takdir Allah mengandung kebaikan. Hanya perspektif manusia yang kadang menyesatkan.

Meskipun ada ungkapan orang, sebelum janur melengkung siapapun masih milik RI. Tapi saya memiliki etika bahwa dia yang sudah memilih dan dipinang lelaki lain, pantang saya untuk mengejarnya. Saya harus menghormati setiap segala keputusan. Saya tak ingin ngotot tanpa keadaban.

Hanya izinkan saya ingin bercerita sedikit ketika baru aku mengenal namamu. Kadang dengan ini semua membuat saya ingin ketawa sendiri—mungkin katamu, ketawa saja siapa yang melarang—untuk dapat bertemu denganmu. Saya dari Bandung Barat menuju Bandung Timur atau lebih tepatnya ke Pilar Biru Cibiru Hilir membawa sebuntel cucian setelah kutemukan alamat Shafy Laundry. Eh disana gak ada orang. Dan sorenya engkau membalas pesanku, Shafy Laundry sudah tutup.

Lalu ada akun Fb yang mengaku adiknya Kainda yang katanya tinggal di Bandung. Dia memberi alamat supaya saya bisa berkunjung. Eh setelah kesana malah katanya dia sedang dalam perjalanan ke Tasik. Dan engkau pun bilang, dia memang pacarnya adikmu. Bukan tempat tinggal keluargamu.

Dan saja juga mengutus adikku di Tasik untuk datang ke alamat Go Change sebagaimana yang kutemukan dari brosurnya. Dia pun menemukan pertanda yang katanya ada plang 200 meter lagi ke Go Change, 100 meter lagi ke Go Change. Setelah dituju tahunya alamatnya sudah pindah.

Malah yang punya kontrakan bilang pada adikku bahwa katanya yang punya Go Change pindah tanpa pamitan. Jadi katanya kecewa tuh yang punya kontrakan. Lalu adikku menyuruhku memberitahumu untuk segera mencabut plang-plang petunjuk itu. Supaya tidak lagi menyesatkan orang. Sekarang sudah dicabut belum?

Hanya saja kenapa saya belum sempat ke Tasik. Karena saya belum menemukan alamat rumahmu untuk meminta izin pada ayahmu untuk bisa mengenalmu secara lebih dekat dan akrab. Sekarang hanya baru tahu alamat baru Go Change saja yang suatu saat mau saya kunjungi segera. Tapi ternyata takdir berjalan lain.

Tapi tidaklah apa bila kehendak-Nya begini. Katamu hanya Allah dan ijab kabul yang menentukan jodoh dan tidaknya. Hanya Allah yang pantas menilai setiap hamba-Nya. Kubilang, Dia sesuai persangkaan hamba-Nya. Sekarang faktanya engkau telah memilih dan orang lain kesakitan karenanya.

Sesungguhnya bagi saya hanyalah ingin kebahagiaanmu. Saya ingin kamu menemukan bahagiamu dengan caramu sendiri. Bila engkau bahagia bersama orang lain, tidaklah apa bila kebersamaanmu denganku menjadi bumerang dan hambatan. Tinggal saya harus ikhlas menerimanya. Toh tujuan sebenarnya terwujudkan. Jadi jelas kan mana alat mana tujuan.

Tapi maaf saya ingin menghabiskan kata-kata sampai jam duabelas malam, setelah itu sudahlah tak ada lagi. Tapi malah engkau jawab kalau bisa sekarang sudahi saja. Baiklah, saya harus bisa mengendalikan. Karena ini pengulangan, jadi saya bisa mengatasinya sendiri. Baiklah kalau begitu.

Tapi katamu kalau bisa, saya gak bisa. Kumohon sehari ini saja. Saya mohoo…n dengan sangat Kainda mau memaafkan saya dan saya memohon ampun pada Allah bila saya atau siapapun yang menginginkanmu, mencintaimu adalah termasuk dosa besar. Mohon maafkanlah saya dan mereka!

Dan engkau bilang dengan sejujurnya sangat merasa terganggu dengan segala sikapku dan ulah mereka. Engkau mengatakan bahwa bukan masalah dosa atau tidaknya, tapi sikap yang ditunjukkan itu sangat membuat orang lain tidak nyaman.

Engkau sangat marah. Engkau memohon dengan begitu sangat dan mengancam akan men-delete contact BB-ku. Tapi saya memohon padamu sekali ini saja.

Toh saya dan mereka tak akan mengganggumu seterusnya. Karena nanti akan bosan sendiri. Hanya tolong padamu fahami prosesnya! Siapapun tahu itu akan mengganggumu. Tapi salahkah saya dan mereka atau engkau sendiri dimana kejadiannya jadi begini? Saya, mereka, dan engkau bertanya mengapa harus terjadi begini?

Karena siapapun ingin dapat memahamimu dan engkau sendiri harus tahan atau bersabar menerimanya. Ini bukan soal kecil yang dibesar-besarkan atau terlalu mendramatisir keadaan. Tapi ini soal manusia yang punya perasaan. Saya berjanji setelah ini tidak akan menulis lagi untukmu.

Paragraf terakhir, mungkin Kainda hendak memberi kata-kata terakhir sebagai nasihat atau apalah namanya? Kalau tidak ada, silakan delete contact-ku! Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.[]

**


Responses

  1. iya ikhlas adalah lebih baik…

    orang bilang ikhlas itu susah, tapi siapa pun bisa belajar ikhlas… dan pembelajaran yang positif akan mengantar kita kepada keajaiban2 yang tak terduga..
    setiap kejadian pasti mengandung hikmah, hanya saja kita perlu waktu untuk bisa memahaminya..

  2. Saya selalu ingat pesannya, “dengan tingkat iman yang lemah dan kemajuan berpikir logis saat ini, memanipulasi perasaan dapat menjadi opsi” untuk menuju ikhlas. percakapan diantara kami begitu singkat, mungkin bagi dia tak begitu mengesankan, tapi bagiku telah belajar banyak hal.

    Hikmah yang dapat kupetik, ketika aku terpaut hati atau mencintai seseorang janganlah bersikap berlebihan. Kadang diam dapat menjadi pilihan sebagai bentuk percakapan kekal. Tapi entahlah apa “Diam” yang kumaksud, akupun belum mengerti maksudku sendiri.


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori