Oleh: Kyan | 08/08/2013

Gema Cinta Hari Lebaran 1434 H

Kamis, 08 Agustus 2013

Gema Cinta Hari Lebaran 1434 H

**

Yenyen Yena - Samita Niskala

Yenyen Yena – Samita Niskala

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Gema takbir menyambut hari raya Idul Fitri 1434 Hijriyah. Sebulan sudah kujalani berpuasa Ramadhan dengan biasa-biasa tanpa penyambutan dan amalan-amalan istimewa. Meski tanpa kuperoleh THR tapi tergantikan sudah banyak hal yang kulakukan yang membuatku merasa bangga dan berarti. Sekarang sedang kurintis sebuah tulisan Manzilah-Manzilah Cinta.

Enam hari aku disini. Menumpang lebaran di rumah kakakku setelah beberapa hari raya Idul Fitri kulalui di rumah Batujajar tanpa tersedia makanan banyak. Mudik kali ini masih sendiri dan kutekadkan tahun depan di jok belakang motorku ada yang duduk seorang bidadari.

Dia seorang bidadari menawan penuh kelembutan. Bahwa aku bangga beristrikan dia dan dia menerima segala apa yang ada pada diriku. Meski begitu aku akan terus berjuang supaya dia bangga memiliki aku. Sekarang aku sedang berjuang untuk bertemu dengannya. Semoga ada jalan karena semua yang terpikirkan atau terbesit di hati akan kulakukan untuk bertemu kembali setelah enam tahun berpisah.

Dalam sebulan ini ingatanku padanya semakin inten. Muncul kembali tentang kenangan dan penyesalanku telah membiarkan hubungan itu terputus secara tiba-tiba. Kuingin tahu kabar terkini dia yang entah dimana sekarang ini. Seorang temannya berkata, dia sedang di Thailand, benarkah? Benarkah demikian keberadaanya sekarang. Tidak jelas sudah menikah atau sudah mengikat janji dengan lelaki pilihannya?

Aku akan sangat menyesal bila kisahku dengannya tidak terselesaikan. Bukan maksudku dulu melepas dia. Tapi terpisah jarak maka ragu untuk dapat kubangun komitmen. Lalu musibah menimpaku handphoneku hilang dan nomornya dia hanya ada di kartu handphone yang hilang. Sejak Ramadhan 2007, putuslah komunikasi dengannya tanpa kutemukan lagi tali penghubung.

Sudah beberapa kali kucari-cari dia di facebook. Masa orang seramai sekarang dia tak mempunyai akun facebook. Nihil hasilnya dan malah ada seorang yang nama sama dengannya. Tapi dia orang Philipina. Karena terlalu inten kami chat, cowoknya dia marah-marah padaku. Sudah berapa kali aku dimarahi gara-gara aku disangka mengganggu hubungan orang. Persis dulu keberadaanku dengan Ayu dan kekasihnya.

Kenapa aku selalu menjadi biang masalah bagi hubungan orang. Karena aku belum pernah benar-benar memiliki hubungan khusus dengan seseorang. Jadinya aku sering merusak hubungan orang. Seperti kata orang-orang, perempuan cantik di zaman sekarang mana ada yang single tanpa punya pacar. Untuk dapat memilikinya harus merebut dari lelaki lain

Dengan cowoknya Ayu, dengan yang mengaku suaminya Okke, pacar yang orang Philipina, dan sekarang aku siap bertarung atau dimarah-marahi bila dia ternyata perempuan yang kucari-cari itu sudah memiliki hubungan dengan lelaki atau bahkan sudah bersuami. Kuingin hanya hatiku terpuaskan dengan mengetahui kabar terakhirnya. Semoga saja kisah ini ada akhirnya.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori