Oleh: Kyan | 12/11/2013

Kecamatan Saguling

Kecamatan Saguling

Waduk Saguling

Waduk Saguling

#

Waduk Saguling, proyek nasional menyisakan bongkahan korban takhayul pembangunan.

Jalan-jalan ke enam desa yang sekarang berkumpul nama “Kecamatan Saguling”, tempatnya tidak jauh-jauh amat dari Batujajar, dari kantor bupati dan propinsi Jabar, tapi seperti saya merasakan pulang kampung ke ujung hutan pegunungan pakidulan selatan.

Setelah puluhan tahun ditakpedulikan, tapi bersyukurlah baru akan–ya baru akan–dimulai babak baru pembangunan. Mungkin baru setahun sejak diresmikannya pemekaran wilayah dari kecamatan Batujajar, kemarin baru saya lihat pembangunan rumah KB dan rumah dinasnya. Saya juga tidak tahu apakah memang di sana tidak ada sumber potensi–ekonomi, sosial, budaya–yang dapat menjadi komoditi, namun saya lihat ada hamparan pasir yang sedang dikeruk untuk dibawa entah kemana.

Lagi-lagi kampung terpencil selalu jadi objek, bukan subjek, bukan ‘mengambil’ kebaikan-kebaikan kota, tapi ‘diambil’ kekayaan alamnya untuk kepetingan kota. Bila pun dibangun jembatan penghubung antara Desa Pangauban dengan Desa Girimukti, saya tidak yakin Kecamatan Saguling apakah menerima porsi besar laba pembangunan ataukah akan lebih banyak lagi dikeruk sehingga yang tersisa bagi warganya hanya dedaknya.

Kepada para kapitalis modal, marilah kemari di sini ada potensi alam, dekat sekali ke kotabaru parahyangan, silakan buat proposal kerjasama dengan pemerintahan untuk membikin sesuatu yang menguntungkan dan investasi jangka panjang.

#salam melangkah, berjalan, mentafsir.


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori