Oleh: Kyan | 18/12/2013

Hari Terakhir Mencari Jodoh

Rabu, 18 Desember 2013

Hari Terakhir Mencari Jodoh
##
Mungkin ini yang terakhir saya posting tulisan di sini, di laman perjodohan ini. Satu tahun lagi member AN mau habis dan sudah dua tahun mencari jodoh lewat laman AN. Entah apa yang saya dapatkan dari AN ini, kecuali merasa “rugi” dan admin AN yang sudah “untung” bisa mengkapitalisasi “kegelisahan” orang mencari jodoh, menjadi deh lahan bisnis.

Ya, apapun saja boleh jadi ajang bisnis. Dan itu kreatif. Toh hukum bisnis adalah memberikan penawaran kepada permintaan, mempertemukan dan mencari titik keseimbangan antara penawaran dan permintaan. Soal puas dan tidak puas itu relatif sebagai pandangan konsumen atau pengguna atau user.

Seperti halnya situs-situs jejaring sosial, secara virtual memang sangat mendekatkan, tapi rasa-rasanya makin menjauhkan dalam pencarian. Karena mungkin bahasanya mencari, bukan menjemput. Mungkin pula terlalu tinggi berimajinasi yang akhirnya tidak menapak pada realitas.

Maka lebih baik saya mencari jodoh yang alamiah saja. Bahkan mungkin mulai saat ini saya tak akan memikirkan lagi soal jodoh, biarlah.. sudahlah… Terlalu banyak orang yang gelisah dan bertanya-tanya di manakah jodoh. Saya tidak ingin menambah lagi, menguatkan lagi getaran kegelisahan vibrasi semesta yang pada akhirnya hampir semua orang di mana-mana menjadi gelisah karena jodohnya tak kunjung tiba.

Tapi memang inilah dunia, bukan surga. Mengharap semua berjalan harmoni, tentu itu manusiawi, dengan terus berupaya untuk tidak menjadi tirani bagi diri sendiri. Sudahlah berjalan saja bagai air sungai mengalir menuju titik kerendahan ketawadhuan di hadapan Tuhan, menuju muara delta semesta Tuhan.
Mengalirkan air supaya deras, dibuatkanlah teknologi jet pump. Dan itu diprakarsai laman AN yang jumlahnya sudah ratusan bahkan ribuan mungkin. Tapi pada akhirnya stress bagi air, karena antara yang keruh dan bening bercampur-campur, membusa dan perlu waktu lama supaya dedaknya tenggelam sampai ke dasar.

Dedak kegelisahan membuncah di mana-mana. Ada yang ingin selalu didengar, dan diberi “jawaban”. Tapi mungkin semua tahu jawaban hanya ada pada Tuhan.
Tuhan adalah jawaban.
Yang diperlukan hanya “jeda” atau diam atau bertanya pada diri: untuk apakah semua ini?

Kulminasi kegelisahan pada akhirnya memuncak dalam berbagai-bagai sistem: politik, sosial, budaya, ekonomi terus karut-marut akibat etika yang kita bangun sendiri untuk selalu menumpahkan tanpa pengendalian, tanpa batasan. Kita sendiri tak punya filter mana-mana yang harus diungkap dan diangkat ke permukaan, dan mana yang harus diredam, ditenggelamkan atau dihancurkan.

Tapi memang butuh saluran. Kalau air terus dibendung yang ada hanya banjir-banjir informasi yang kita saksikan hari ini, yang apakah itu berarti bagi perikehidupan kita sendiri ataukah sampah-sampah informasi dan menambah sumpeknya perasaan.

Memang saya masih bimbang perlukah saya tak perlu lagi berkunjung ke sini? Masalahnya hanya membuang-buang waktu saja, toh saya tak mendapatkan apa-apa dari sini. Kecuali kegelisahan yang kian menjadi-jadi.
Bahkan mungkin, perlukah sekarang tak usah dipusingkan lagi apakah selama hidup di bumi ini saya hendak kawin atau tidak kawin, menikah atau tidak menikah tak usah saya hiraukan?

Dari perkawinan tentu adalah keutamaan, akan malu saat menghadap Tuhan sendirian. Tidak bersama pasangan, kawan, dan seterusnya didoakan oleh generasi terkemudian. Tapi apalah daya mengupayakannya untuk bisa kawin-kawin, entah apa lagi yang bisa kulakukan. Lebih baik saya jadi air yang tak perlu “jet pump” karena hanya menjadi bercampur-campur antara dedak dan bening air.

Tidak tahu maksud apa saya menulis ini. Ini hanya spontanitas lintasan-lintasan atas gesekan-gesekan. Tapi semoga semua dapat membaca apa yang tidak terbaca dalam kata per kata tulisan. Ini hanya bahan blog saya di https://asi7.wordpress.com.%5B%5D


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori