Oleh: Kyan | 22/01/2014

Hari Baru di Tasikmalaya

Rabu, 22 Januari 2014

 Hari Baru di Tasikmalaya

##

Ingin menulis catatan refleksi tahun 2013, sudah keburu ke Tasik untuk mulai bekerja di Yudhistira. Namanya pekerjaan baru dan tempat baru pasti akan menyita pikiranku. Dan beginilah kalau menunda-nunda pelaksanaan. Tapi ini bukan menunda. Tapi karena seperti tak cukup waktu untuk melakukan refleksi tahunan penting itu. Seperti banyak sekali kegiatanku. Padahal aku bukan orang sibuk. Memang banyak kegiatan untuk diriku sendiri, yang mungkin demi “passion”, tapi saat ini belum menghasilkan uang. Lantas bagaimana bisa kulakukan berkesinambungan kalau situasi sudah lapar.

Kamis ada panggilan ke Parabon, kantor Yudhistira Bandung. Sabtu, ada panggilan lagi dari Pak Herdy, selaku kepala cabang Yudhistira Tasik. Karena saat wawancara yang lamanya sejam lebih itu kalau diterima aku ingin ditempatkan di Tasik. Makanya langsung dihubungkan dengan user. Lalu dia meminta Senin untuk mulai bekerja, maka akupun menyanggupinya. Padahal masih banyak hal-hal yang harus aku selesaikan di Batujajar.

Senin siang aku berangkat dari Batujajar Bandung Barat menuju Tasikmalaya pakai motor. Antara keyakinan ingin sekali mencoba pekerjaan jadi sales marketing dengan keraguan mampukah aku menjalankannya dan akankah memberikan kepuasan bagi perusahaan tentang kinerjaku nanti. Rasa-rasanya akan seperti dulu ketika jadi Sales Branch Officer alias marketing funding, setiap hari kesana-kemari mencari calon client, diikutsertakan dalam pameran, dan dulu tanpa pakai motor aku ke lapangan. Bayangkan saja aku sampai jalan kaki dari kantor kas Bukopin Ikopin, sampai pintu tol Cileunyi, lalu belok ke Cikeruh, sampai lagi di kantor menyusuri jalan dan lorong-lorong yang barangkali ada toko-toko untuk ditawari tabungan, deposito, dan giro, juga reksadana.

##

Baru kali ini aku sempat menulis lagi setelah sekian lama terfokus pada bacaan dan tulisan lain serta pikiran ingin punya penghasilan lagi. Dua puluh dua hari telah lewat di tahun baru ini.di tahun baru orang ramai melakukan perencanaan demi perencanaan, atau mengevaluasi apa yang telah, sedang, dan akan dilakukan. Tapi untukku masih saja belum sempat menuliskan catatan refleksi tahun 2013, tahun yang sudah lalu itu.Tentang apa dan bagaimana diriku sekarang dan selanjutnya. Kalau di tahun kemarin itu, setengah tahun aku menjalani hari sibuk dengan pekerjaan, dan enam bulan berikutnya kujalani sebagai pengangguran, alias tidak berpenghasilan. Penghasilanku nol besar saat enam bulan terakhir dan di tahun sekarang barulah aku mencoba pekerjaan baru lagi. Pekerjaan yang memang diminta, tapi belum jelas seberapa kuat aku bertahan.

Sekarang aku mencoba jadi sales marketing di penerbit Yudhistira. Nama lengkap perusahaannya PT. Ghalia Yudhistira Indonesia. Sebagai marketing yang kerja konkritnya melakukan promosi datang ke sekolah-sekolah. Aku menawarkan kerja sama bisnis, supaya mereka belanja buku dari anggaran BOS pesannya ke Yudhistira dengan plus rabat.

Sementara aku ini orang baru di bidang marketing, tapi perusahaan telah memberikan kesempatan padaku untuk belajar. Alhamdulillah, aku telah diberikan kesempatan untuk mencoba. Ini jangan disia-siakan peluang emas ini supaya aku belajar bagaimana seorang marketing itu. Entah apakah karena argumenku bahwa aku ingin jadi marketing atau karena kasihan padaku yang ingin punya pekerjaan lagi, sehingga perusahaan memanggil kembali.

Selama ini aku bosan kalau pekerjaanku terus saja sebagai staff operasional, yang ruang pekerjaannya di dalam ruangan seluas itu-itu saja. Prestasi tertinggiku di bidang operasional sebagai audit internal, tapi begitu-begitu saja jenis pekerjaanku. Mengurusi kertas dan kertas, koordinasi dengan rekan kerja, dan pekerjaan terakhir sebenarnya semi lapangan. Karena setiap hari pekerjaanku pergi setoran ke Bank CIMB Niaga atau langsung ke Kasir Kopo.

Sekarang aku ingin keluar dan barulah muncul kesempatan aku mencoba keluar dari ruang sepetak 4×5 meter itu, menuju ruang mayantara Jawa dan Nusantara.Hanya resikonya pasti akan menghadapi berbagai penolakan. Tapi itu tidaklah dan janganlah membuatku menyerah dan pupus di tengah jalan, tapi teruslah bertahan. Tapi seberapa kuat aku mampu bertahan. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik pada titik dimana aku berada.Itu saja yang kupikirkan. Ini yang dapat kulakukan:membuktikan dan membaktikan.[]

 

Iklan

Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori