Oleh: Kyan | 06/02/2014

Perempuan di Masjid Manonjaya

Kamis, 06 Februari 2014

Perempuan di Masjid Manonjaya

##

Masih aku menunggu hujan reda. Sekarang hampir setiap hari selepas Duhur suka turun hujan. Sudah satu jam setengah aku duduk di beranda Masjid Agung Manonjaya.Bersama orang-orang sambil menonton pertandingan sepak bola antar pelajar SMP dan SD. Kuperhatikan wajah-wajah mereka yang ceria menyaksikan pelajar memainkan bola di bawah guyuran hujan dan lapangan penuh lumpur.

Begitu membahana sorak-sorai gadis-gadis pelajar berseragam putih-putih dan putih biru yang tumpah ruah di sisi lapangan.Mereka menemukan ruang meditasinya sendiri ketika menyaksikan dan mendukung tim kesayangannya. Kulihat mereka begitu ceria, dan sangat ingin aku ikut ceria bersama mereka.

Anak-anak pelajar SD dan SMP, apakah mereka tak punya masalah? Ketika menghadapi ujian sekolah apakah mereka tidak gelisah? Makanya kenapa di situs jejaring sosial muncul istilah galau dan alai, karena itulah permasalahan mereka yang masih remaja. Tapi bukan hanya ia, tapi juga aku dan mereka yang dewasa.

Lalu, sejak tadi sudah kuperhatian. Di depanku ada seorang gadis yang entah sedang menunggu siapa. Tidak tahu pula apakah sudah menikah atau belum. Dia sangat cantik dan menarik. Ingin kusapa siapa namanya, tinggal dimana, dan hendak kemana.Bolehkah aku memberanikan diri bertanya kenalan meskipun ini di mesjid? Apakah perkenalan itu haram, sehingga sungkan kalau sedang berada di masjid?

Dia sangat putih berseri. Kuperhatikan ia lewat curi-curi pandang, terus saja ia bermain-main dengan hapenya. Takut aku mengganggu kalau kusapa, akhirnya diam kaku untuk mendekatinya. Atau sekedar menyapa hendak kemana, karena sejak tadi sendirian saja. Mungkinkah dia juga sebenarnya senang kalau kusapa? Ia tidak melarikan diri pada benda mati membuang kebosanan menunggu, tapi kalau bertemu sapa dengan manusia, manusia yang punya akal dan hati, manusia bertemu manusia mungkin akan menyenangkan pada akhirnya.

Adakah keberanian untuk menayapa. Menunggu apa lagi untuk memulai. Harus memenuhi apa untuk bisa menyapanya.

Tapi akhirnya sudah keburu pergi itu situasi. Dia malahpergi dijemput temannya.Seorang perempuan yang membawa payung.Mungkin dia teman lamanya yang berjumpa kembali.

Ragu antara mengejarnya atau membiarkan biar berlalu saja. Terdiam lama, tapi kuberanikan saja mengejar dan mencarinya. Lalu kulihat mereka mampir di sebuah kantin di pinggir Masjid Manonjaya. Tapi aku enggan masuk. Untuk bisa sekalian makan aku sedang tak ada uang untuk bisa makan di sana. Beginilah kalau jadi kere, mengejar cinta dan harapan itu perlu modal.

Menunggu agak lama di halaman depan kantin, sambil menunggu reda hujan. Tapi tak enak pula dengan satpam yang melihatku terus.Dan akhirnya aku pun pergi, meninggalkan hati yang bertanya-tanya siapakah dia dan akankah bertemu kembali di suatu hari nanti. Masih kuingatkah wajah dan senyumnya.

Semua karena terlalu bergantung perasaan dan tak adanya keberanian. Akhirnya sia-sia ada peluang untuk bisa bertemu hati seorang perempuan. Bagaimana aku mengasah keberanian sehingga kejadian begini tidak berulang. Bagaimana aku bisa punya perempuan kalau tak juga punya keberanian. Janganlah terpaku pada prasangka dan asumsi. Kalau sudah serba tahu, aku tak akan pernah belajar.

Anggap saja itu perempuan yang sebenarnya sedang menunggu untuk disapa. Anggap saja itu perempuan masih singel dan mungkin akan merasa senang kalau bisa kenalan. Anggap saja bahwa itu jodoh yang tidak tiba-tiba datang, tapi perlu diperjuangkan sampai titik darah penghabisan. Tapi kejadiannya sudah berlalu dan tak bisa diulang bagaimana memulai dari awal. Maka ke depan saat bertemu perempuan yang rupawan, janganlah sungkan untuk memulai perkenalan. Munculkan keberanian! Kalau tidak sekarang lalu kapan lagi. Kalau tidak begitu bagaimana bisa kawin. Bukankah datang ke Tasikmalaya demi menjemput jodoh karena ngebet kawin?[]

 


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori