Oleh: Kyan | 07/02/2014

Hasil Dipanggil Sales Manager

Jum’at, 07 Februari 2014

Hasil Dipanggil Sales Manager

##

Kerja seorang marketing tanpa target memang nonsen. Dan targetku lima belas ribu eksemplar buku untuk karyawan baru, yang baru terjun ke dunia marketing, apakah itu tidak akan jadi bahan olok-olokan?

Aku harus dapat surat pesanan (SP) dalam setahun bisa mencapai lima belas ribu eksemplar buku yang dipesan.Katanya tawarkan ke sekolah-sekolah apakah mau buku pemerintah, swasta, atau multi. Intinya dalam kerja seorang marketing adalah komunikasi dan luaskan jaringan. Hambatan akan selalu ada tapi jangan terjebak pada asumsi dan prasangka. Terus saja berkunjung dan menawarkan, yang secara kasar seperti mengemis agar ada penjualan.

Tapi tak bisa kututup mata bahwa masalah buku adalah masalah kebijakan politis pemerintah. Lagipula area kerjaku adalah bekas marketing lama yang keluar, sementara dia kerja lagi di pemasaran buku. Katanya kalau ditanya oleh Sales Manager, karena area kerjaku sedang disetir oleh pemasar lama yang pindah kerja. Ditambah pesaing utama, Erlangga sedang jor-joran promosi di beberapa wilayah. Lagipula kebanyakan mereka sudah mengikat kerja dengan Erlangga. Hampir tak ada bekas sekolah yang kerjasama dengan Yudhistira dan aku tinggal melanjutkan menarik pesanan.

Karena sampai Februari pencapaian target harus 32 persen, sedangkan aku belum satu eksemplar pun. Sampai 28 Februari harus mencapai 48 persen dari target, 30 Maret harus 64 persen, April harus mencapai 80 persen, dan Mei total harus sampai 100 persen.Begitu penjelasan dari Papi—panggilan pemasar pada Sales Marketing—yang ia bilang cuma tiga hal yang dikerjakan pemasar, yaitu: cari SP, kirim buku, dan tagihan.

Untuk menarik SP, bisa dengan rabat, dengan pelayanan, atau pakai UMR (uang muka rabat). Tanyalah hati dan hati selalu tahu sekolah mana yang mau SP. Geretas hati sudah bisa memberikan timbangan. Semua karena negosiasi, semua karena hasil negosiasi, dan semua karena negosiasi. Karena ada pelayanan lebih, biasanya sekolah mau bekerja sama dengan kita. Begitu penjelasan tambahan Papi dalam memotivasi anak buahnya.

Kita harus punya konsep dalam menawarkan. Cobalah untuk punya hubungan khusus dengan sekolah. Tak ada kehabisan pasar karena setiap tahun setiap sekolah selalu ada jatah membeli buku. Keputusan pembelian 95 persen ada di tangan pemasar. Sesudah pertemuan 3-4 kali baru bisa deal kerja sama.

Tawarkan buku tematik untuk SD. Buku Tematik itu satu buku, satu tema, satu bulan.Ketika wawancara dengan sekolah, tanya muridnya berapa, untuk melihat potensi marketnya. Lalu biasanya buku yang biasa dipakai buku terbitan mana. Lalu kalau buku Yudhistira kenapa, sampai belum pernah mencoba pakai. Kira-kira volume kebutuhan buku berapa, danapa syarat supaya buku Yudhistira dipakai di sekolah Bapak/Ibu.

Sepulang dari sini, ubah pola kerja dan pola mindset. Bekerjalah dengan perencanaan dan bukan karena laporan. Kelompokkan sekolah swasta yang potensial.Kenapa harus lebih memilih sekolah swasta, karena manajemen di swasta lebih punya otoritas. Kalau sampai Mei sudah tidak mencapai target, jangan harap setelah Mei akan ada banyak SP.

Sebelum berangkat ke lapangan, harus sadar dulu apa sih yang hendak kita jual. Buku contoh apa yang mau dibawa dan kemampuan pasar berapa. Buatlah rencana yang jelas dan bikin program per sekolah. Apakah itu sosialisasi kurikulum 2013, jalan-jalan piknik, atau UMR. Buat program yang bisa mengikat pesaingnya.

Temui salah satu guru, dan kalau sekolah Kristen temui di luar sekolah. Pemasar harus mampu melewati satpam. Solusi ada dalam diri sendiri, karena ketekunanlah yang membawa sukses atau gagal.[]

 

 


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori