Oleh: Kyan | 10/02/2014

Jalan-Jalan ke Gramedia Asia Plaza

Senin, 10 Februari 2014

Jalan-Jalan ke Gramedia Asia Plaza

##

“Semua bisa dikalahkan, kecuali Tuhan” (Evan Dimas, Kapten Timnas U-19). Kata di halaman pembuka buku Garuda Jaya Garuda Muda, oleh-oleh jalan-jalan ke Gramedia Asia Plaza Tasikmalaya. Sempat kubaca pula siapa sih Denny JA, yang saat ini masih kontroversial tentang buku “33 Tokoh Sastrawan Berpengaruh”.

Ternyata kenapa putra kelahiran Palembang yang dua kali menjadi arsitek pemenangan SBY tersebut dianggap bagian dari 33 tokoh sastrawan berpengaruh, karena dianggap sebagai pelopor “puisi esei”.

Lalu terbenak saya pada Chairil Anwar, kenapa ia sebagai pelopor angkatan 45. Chairil pada masa hidupnya oleh kalangan tertentu dianggap sebagai perusak bahasa. Tapi setelah meninggal, baru disadari ternyata memang ia telah membawa “revolusi” pada perpuisian Indonesia.

Pertanyaannya, apakah memang sudah layak Denny JA ini dianggap sebagai pelopor kesusastraan Indonesia? Karena katanya ia bermaksud untuk menghilangkan elitisme puisi, bahwa yang bisa, yang jago menulis puisi itu bukan hanya orang-orang itu saja. Supaya puisi itu lebih memasyarakat.

Namun karena penerbitan buku ini di sekitar tahun politik, dan Denny JA ini adalah “bagian” dari Partai Demokrat, mau tak mau akan distigma itu bermuatan politis. Para penulis yang tergabung dalam Tim 8 mendapat honorarium yang sangat besar jumlahnya, entah dari mana sebenarnya sumber uang itu. Dari sebuah proyek besar?[]

 


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori