Oleh: Kyan | 18/03/2014

77 Perempuan Teladan Nusantara

77 Perempuan Teladan Nusantara

##

RA Kartini hanyalah diantaranya. Karena dalam setiap masa akan selalu ada yang menjadi perempuan mulia, yang menjadi teladan bagi generasi terkemudian. Tapi RA Kartini telah menjadi pusaran gelombang, menjadi tenar dalam sejarah kebangsaan. Meski itu katanya ulah Belanda yang mempopulerkan RA Kartini karena membawa maksud dan kepentingan. Bukan yang lain-lain perempuan, sebagai ikon perubahan harkat dan martabat kaum perempuan Indonesia.

Gatra_Kartini Masa Kini

Gatra_Kartini Masa Kini

Tapi bagaimanapun, ia memang sangat berjasa, yang mampu berbahasa Belanda, sehingga terjalin komunikasi surat-menyurat dengan orang Belanda, dengan Tn/Ny. Abendanon. Meski pada masanya banyak perempuan yang juga mendirikan sekolah-sekolah putri.

Boleh setuju atau tidak RA Kartini sebagai simbol pejuang kaum perempuan Indonesia, tapi yang pasti kita perlu mengetahui bahwa dalam sejarah panjang Nusantara telah lahir perempuan-perempuan teladan, bahwa perempuan Nusantara bukan sekedar mengurusi domestik dan sebagai menteri keuangan keluarga, tapi sudah sejak dulu kala sudah berperan di ranah-ranah publik.

Sebutlah diantaranya yang tercatat dari sejak Nasionalisme Purba (Archaie Nationalizm), Nasionalisme Tua (Proto Nationalizm), Pergerakan Nasional, sampai Nasionalisme Modern, yaitu:

  1. Ratu Sinuhun (Palembang)
  2. Dayang Pasuli
  3. Adi Matanang
  4. Siti Aisya
  5. I Madina Daeng Bau (Sulawesi Selatan)
  6. We Tantri Ole (Ternate)
  7. Ratu Nur Ilah
  8. Ratu Nahrasiyah
  9. Laksamana Keumalahayati
  10. Sultanah Tajul Alam Safiatuddin Syah
  11. Sultanah Nurul Alam
  12. Inayat Syah
  13. Kumalat Syah (Aceh)
  14. Ratu Shima (Kalingga)
  15. Pramodhawardhani (Mataram Kuno)
  16. Tribhuwanottunggadewi (Majapahit)
  17. Ratu Kalinyamat (Jepara)
  18. Ratu Dewata
  19. Ratu Sakti (Pakuan)
  20. Ratu Nilakendra (Pakuan)
  21. Cut Nyak Dien (Aceh)
  22. Cut Meutia (Aceh)
  23. Martha Christina Tiahahu (Maluku)
  24. Nyi Ageng Serang (jateng)
  25. RA Kartini (Jepara)
  26. R. Dewi Sartika (Jawa Barat)
  27. Maria Walanda Maramis (Sulawesi Utara)
  28. Hj. Rangkayo Rasuna Said (Sumatera Barat)
  29. Siti Soendari (wakil dari Poetri Indonesia), tokoh Sumpah Pemuda
  30. Ny. Maria Ulfa Santoso (Tokoh BPUPKI)
  31. Ny. RSS Soenarjo Mangoenpoespito (Tokoh BPUPKI)

Bidang Ekonomi

  1. Sri Mulyani Indrawati (Mantan Menkeu, Bank Dunia)
  2. Armida Alisjahbana (Tokoh Bappenas)
  3. Karen Agustiawan (Dirut Pertamina, 2012)
  4. Noni Sri Aryanti Purnomo (Puteri Pendiri Blue Bird)
  5. Irawati Setiady (Presdir Kalbe Farma Tbk.)
  6. Shinta Widjaja Kamdani (Putri Pendiri Sintesa Group)
  7. Ida Widyastuti (Ratu Snack Roemah Mekarsari, Jawa Timur)
  8. Emma Sri Martini (Dirut Sarana Multi Infrastruktur, Persero)
  9. Putri K. Wardani (Putri Pemilik Mustika Ratu)

Bidang Politik

  1. Rieke Diah Pitaloka (Politisi PKB, lalu ke PDIP)
  2. Rina Iriani (Bupati Karanganyar, Jawa Tengah)
  3. Nurul Arifin (Politisi Golkar)
  4. Suryatati A. Manan (Walikota Tanjungpinang yang Penyair)
  5. Retno LP Marsudi (Diplomat Kuliner, Duta Besar Indonesia di Belanda)
  6. Tri Rismaharani (Walikota Surabaya)
  7. Eva Kusuma Sundari (Politisi PDIP, Pengadvokasi Kaum Pinggiran)
  8. Nova Rianti Yusuf (Pembela Jiwa-Jiwa Bermasalah)
  9. Susaningtyas Nefo HK (Ahli Intelegen dari PDIP)

Bidang Sosial

  1. Khofifah Indar Parawansa (Muslimat NU)
  2. Anis Hidayah (Pembela Kaum Buruh dan TKI)
  3. Mamah Dedeh (Ustadzah Tenar di TV)
  4. Elly Risman (Psikolog Anak dan Remaja, Parenting)
  5. Deny Hidayati (Pemerhati Lingkungan)
  6. Nurul Karimah (Pendiri Komunitas Belajar Cemani)

Bidang Budaya

  1. Rini Sugianto (Animator Indonesia Berkarya Mendunia)
  2. Alberthiene Endah (Penulis Biografi Tokoh Nasional)
  3. Prisia Nasution (Peraih Piala Citra Film Sang Penari)
  4. Helvy Tiana Rosa (Gerbong Sastra Islam Indonesia)
  5. Ardistia Dwiasri (Desainer Indonesia di Mancanegara)
  6. Dwi Trsiti Hartini (Dalang Perempuan Indonesia)

Bidang Hukum

  1. Cita Citrawinda P. (Pakar Hak Kekayaan Intelektual)
  2. Arfidea Dwi Saraswati (Pengacara, Kandidat The Best Mining Lawyer)
  3. Maria Farida Indrati (Hakim Konstitusi)

Bidang Kesehatan

  1. Nafisah Mboi (Dokter Peduli HIV/AIDS)
  2. Dian Syarief (Pendiri Syamsi Dhuha, Yayasan Penderita Lupus)
  3. Meiriyastuti (Bidang Blusukan di Jambi)

Bidang Teknologi

  1. Iin P. Handayani (Peneliti Tanah)
  2. Camellia Panatarani (Peneliti Fosfor)
  3. Is Fatimah (Peneliti Tanah Lempung)
  4. Lindawati Purwaningsih (Pakar Nanoteknologi)
  5. Riri Fitri Sari (Pakar Komputer, Programmer)
  6. Dyah jatiningrum (Analis Kotak Hitam Pesawat Terbang)

Bidang Olahraga

  1. Serafi Anelies Unani (Atlet Sprint ASEAN)
  2. Triyaningsih (Pelari Jarak Jauh)
  3. Liliyana Natsir (Atlit Bulu Tangkis)
  4. Yessy Venisca Yosaputri (Atlet Renang)

Dengan demikian, feminisme hanya terjadi dalam sejarah sosial Barat, yang memang telah mengesampingkan peranan perempuan sebagai warisan sejarahnya. Tapi bagi Indonesia, meskipun dalam riak-riaknya terjadi pula, yang mendapat pembenaran dari dogma. Tapi pada dasarnya perempuan Nusantara sejak dulu kala sudah memberikan peranannya sesuai kodratnya. Salam Perempuan Indonesia yang aku cinta.[]


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori