Oleh: Kyan | 19/03/2014

Manzilah-Manzilah Cahaya #2

Manzilah-Manzilah Cahaya #2, Stensilan Kisah Mahasiswa

##

Ini sebuah kisah Eksistensi,

Kisah ini kuhimpun dari puing-puing catatan harian. Kuhimpun dan kutulis kembali kisah ini setelah sekian lama aku dalam masa kedukaan dan kesedihan yang bertubi-tubi. Aku telah ditinggal pergi oleh orang-orang yang sangat kucintai.

Cover Buku Manzilah-Manzilah Cahaya II

Cover Buku Manzilah-Manzilah Cahaya II

Sebelum kisah menjadi begini adanya, telah terbiasa aku menuliskan setiap pikiran dan gagasan yang muncul di benakku. Telah dan akan kutulis kisah hidupku sampai detik terakhir desah nyawa hidup di pembaringan kematian.

Namaku Al. Lengkapnya Aldika. Aku datang dari negeri selatan menuju pulau utara. Aku sebagai dokumen perjalanan dan simbol perjuangan. Aku sedang menapaki belantara hutan kegelisahan dan keterasingan. Aku ingin menyentuh keceriaan dan kebahagiaan di sebuah pulau harapan. Aku ingin segera menyentuhnya.

Tak pernah terpikir sebelumnya akan jadi apa tulisan itu nanti. Aku hanya menulis dan terus menulis, Namun setelah beberapa tahun kemudian, tulisan ini kubaca dan kupelajari kembali, kupadu dengan khayalan dan impian supaya menjadi kisah menarik dan enak dibaca, sehingga bisa bermanfaat bagi pembaca, bagi kawan sebayaku atau generasi setelahku.

Terima kasih.


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori