Oleh: Kyan | 21/03/2014

Jalan Tol Tasikmalaya-Bandung, Bukan Jalan Daendels

Jalan Tol Tasikmalaya-Bandung, Bukan Jalan Daendels

**

Untuk mempersingkat waktu tempuh antara Bandung, Tasikmalaya, dan Banjar, karena selama ini masih tidak bisa dihindari tetap saja terjadi kemacetan titik-titik seperti Lingkar Gentong dan Nagreg, maka solusi akhirnya akan ada pembangunan Jalan Tol Tasikmalaya-Bandung yang mulai berjalan tahun 2015.

Pentingnya kelancaran arus lalu lintas, antara pemangku kebijakan sekarang dengan yang dulu semasa Daendels yang terkenal dengan proyek besarnya “Jalan Raya Pos Jalan Daendels dari Anyer sampai Panarukan” mungkin sama cara berpikirnya adalah demi mempercepat dan mempersingkat arus. Demi waktu dan ruang yang dilipat sekecil-kecilnya, sependek-pendeknya, ata nama dogma bernama efesiensi.

Efektif dan efesiensi dalam teorema manajemen seolah sudah menjadi premis umum, sudah jadi kebenaran yang tidak perlu digugat lagi keabsahannya. Tapi seiring pergeseran dari modernitas ke posmodernitas, ternyata “penghematan” itu tidak semata penghematan malah menjadi pembengkakan.

Dalam satu sisi boleh benar itu menghemat pengeluaran, tapi cobalah hitung kerugian secara dampak sosial dan lingkungan, atau yang namanya orang menyebutnya korban takhayul pembangunan. Dalam proyek pembangunan jalan tol sebenarnya siapa sih yang benar-benar diuntungkan? Pertukaran barang dan jasa antara desa dengan kota, antara kota satu dengan kota lainnya, lebih besar mana antara yang diambil dan yang mengambil antara kota dan desa.

Konkritnya dari pembangunan jalan tol itu siapakah yang mengambil porsi keuntungan besar. Tak bisa dipungkiri bahwa dengan adanya jalan tol akan sangat memudahkan dan menguntungkan bagi “arus pergaulan” orang-orang kelas menengah, dengan mengorbankan lahan-lahan hutan dan pertanian mereka yang notabene kalangan menengah ke bawah harus dijual secara harga “tak seberapa” kepada pemerintah yang tidak secara seimbang mempertimbangkan apakah demi cukong-cukong konglomerat atau demi kesejahteraan rakyat banyak.

Ini semata refleksi suara hati yang tidak ingin tersakiti.

Kliping Koran: Jalan Tol Bandung-Tasikmalaya

Kliping Koran: Jalan Tol Bandung-Tasikmalaya


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori