Oleh: Kyan | 27/03/2014

Iqtishadul Islam (Ekonomi Islam)

Kamis, 27 Maret 2014

Iqtishadul Islam (Ekonomi Islam)
##
A. Kenapa Harus Ekonomi Islam?
Mengkaji Ekonomi Islam, karena dua hal: (1) individu muslim, dan (2) kita adalah bagian dari masyarakat Islam dan dunia (sosial). Sebagai individu yang beragama Islam, harus menjadikan Islam sebagai jalan hidup (way of life) dengan totalitas. Mulai dari bangun tidur sampai kembali tidur adalah ibadah dengan mengambil pedoman Alquran dan Assunnah. Lalu sebagai bagian dari masyarakat Islam, kita perlu berjuang (jihad) dan bantu-membantu (taawun) dalam menciptakan tatanan masyarakat yang berkeadilan bagi seluruh alam dengan pedoman Alquran dan Hadits.
Menjadikan Alquran sebagai hukum tertinggi, bukan semata untuk umat Islam, tapi Alquran diturunkan untuk kepentingan seluruh manusia dan kemaslahan dunia: keadilan sosial dan keseimbangan alam.

B. Bangunan Ekonomi Islam
Islam itu Syumuliah (menyeluruh), yang meliputi Aqidah (keyakinan), Akhlak (sikap dan perilaku), dan Syariah (hukum ibadah/tuntunan perilaku). Dan Ekonomi Islam merupakan sub-bagian dari Syariah. Maka Ekonomi Islam adalah hukum yang berbasiskan Tauhid (Aqidah) dan yang menjunjung Etika (Akhlak).
Kajian terhadap ilmu-ilmu syariah muncullah ilmu baru yang disebut Ushul Fiqih. Ushul Fiqih dalam Ibadah: segalanya dilarang, kecuali ada dalil yang membolehkannya. Sedangkan dalam Muamalah: segalanya boleh, kecuali ada dalil yang melarangnya.
Maka bagaimana akhlak antar manusia dalam transaksi perdagangan, Alquran memberi penjelasan hukum dan prinsip dasar yang boleh dan tidak boleh dilakukan, yang diantaranya “Sesungguhnya Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba, transaksi gharar (meragukan), riswah (penyuapan), dan segala yang dilarang lainnya.
Orang yang memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan demikian karena mereka berkata, “sesungguhnya jula beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba (QS Al-Baqarah: 275)

C. Aplikasi Dalam Keuangan Syariah

Keuangan syariah adalah salah satu instrumen Ekonomi Islam, meliputi:

  1. Keuangan Bank (Bank Syariah)
  2. Keuangan Non-Bank (Asuransi, Pasar Modal, d.l.l)

Bank Konvensional: perjanjian hutang-piutang (debitur-kreditur) berbasis bunga.
Bank Syariah: bisnis dengan sistem jual beli, sistem bagi hasil, dan sistem jasa berbasis bagi hasil.Asuransi Syariah berdasarkan sistem Taawun (tolong-menolong)
Pasar Modal Syariah menghindari transaksi gharar (meragukan)

D. Ekonomi Islam (=Syariah) di Indonesia
Perbandingan penerapan Ekonomi Syariah di Indonesia dengan Negara Lainnya
1. Indonesia (Button Up, Ekonomi Syariah, Office Channeling)
2. Asia Tenggara: Malaysia dan Singapura (Top Down, Window Banking)
3. Asia: Pakistan dan Iran (Negara Islam)
4. Dunia: Inggris, Prancis, Amerika, d.l.l (ekonomi alternatif, mengambil peluang milyarder Timur Tengah)

Kesimpulan:

  1. Keharusan berekonomi Islam, hukum dan pahalanya sama dengan mengerjakan ibadah lainnya, seperti salat, zakat, dan puasa.
  2. Menyikapi perbankan syariah yang baru 5 persen dari total persentasi perbankan nasional, sosialisasi Ekonomi Islam secara merata di kalangan muslim perlu terus diupayakan sebagai kerja (dakwah) individual, struktural, maupun kultural.
  3. Sudah adanya lembaga-lembaga keuangan syariah (bank syariah, d.l.l) di tiap-tiap kota, situasi sudah tidak darurat (rukhsah), sehingga tidak ada lagi alasan dan halangan untuk menjadi bagian dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

NOTE : Bahan persentasi Sharing Mingguan di Kantor PT. Ghalia Yudhistira Tasikmalaya


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori